BAGIKAN
gang kepatihan
Wisatawan saat mendatangi dan berfoto di kampung tematik ala Jepang di Gang Kepatihan, Jalan Veteran, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (15/9/2019).(KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

Ingin berjalan-jalan menelusuri kampung-kampung tradisional di Jepang, namun tidak punya uang untuk bepergian ke luar negeri? Datang saja ke Gang Kepatihan di Jalan Veteran, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Di sana terdapat kampung tematik dengan tema sejumlah daerah-daerah di mancanegara, termasuk tema kota Takayama.

Takayama, prefektur Gifu, atau dijuluki sebagai Little Kyoto sendiri merupakan salah satu destinasi wisata di Jepang yang menawarkan suasana tradisional Jepang pada abad 17. Kini kota seluas 2.177,67 kilometer persegi itu telah “hadir” di Gang Kepatihan, Bogor, di mana gang sepanjang 70 meter itu disulap menjadi layaknya sebuah kota tua Takayama.

Ornamen-ornamen ala Jepang lengkap dengan bunga sakuranya pun menghiasi dinding-dinding di gang itu. Dilansir dari Kompas, Ketua RW setempat, Soeharyanto mengatakan, ide awal tercetusnya kampung tematik ini muncul pada Agustus 2018 silam. Alasannya, warga ingin membuat suatu perubahan di tempat tinggalnya agar lebih dilirik dan bermanfaat untuk warga dan masyarakat luas.

Advertisement Inline

This slideshow requires JavaScript.

Wisatawan saat mendatangi dan berfoto di kampung tematik ala Jepang di Gang Kepatihan, Jalan Veteran, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (15/9/2019).(KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

Soeharyanto mengungkapkan, kampung tematik di Gang Kepatihan ini berbeda dari kampung tematik lainnya. Sebab, selain unik, juga dibuat dengan konsep empat dimensi. “Ingin ada gebrakan. Lalu dibuat kampung tematik yang unik dan beda. Kampung tematik beda dari yang lain karena empat dimensi. Itu inspirasinya dari kota paling tua yang ada di Jepang bernama Takayama,” ucap Soeharyanto.

Dirinya menambahkan, dalam membuat kampung tematik ini sepenuhnya mengandalkan dana swadaya warga setempat. Upaya warga, bisa dikatakan berhasil. Gang Kepatihan mulai dilirik oleh wisatawan. Beberapa perusahaan mulai memberikan bantuan corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pendanaannya. Ia berharap, hal ini bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga. Kata dia, selain dapat berswafoto, wisatawan juga bisa menikmati sajian kuliner.

“Tidak hanya itu, nanti mungkin kita juga akan menyewakan baju-baju khas Jepang. Jadi kalau mau ada yang mau prewed juga bisa. Saat ini memang kita belum menetapkan tarifnya,  tetapi kalau ada warga yang mau menyumbang ya kami sangat berterima kasih,” tuturnya.

Ingin mengunjungi “kota Takayama” di Gang Kepatihan, Bogor? Cukup berjalan kaki sepanjang 200 meter atau naik angkot 02 dan 03 dari Stasiun Bogor menuju Gang Kepatihan.

KAORI Newsline | Sumber: Kompas | Penulis Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah | Editor Sabrina Asril

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.