jagad satria dewa

Jakarta – Pada Minggu (16/1/2020), Satria Dewa Studio (SDS) akhirnya mengumumkan Hanung Bramantyo yang akan duduk sebagai sutradara di film Satria Dewa Gatotkaca. Di waktu yang bersamaan SDS secara resmi juga mengenalkan Rizky Nazar sebagai pemeran Gatotkaca.

Rene Ishak sebagai Eksekutif Produser mengungkapkan pihaknya punya alasan tersendiri kenapa memilih Hanung sebagai sutradara. SDS ingin memastikan Satria Dewa GatotKaca akan menjadi film yang bisa disaksikan keluarga Indonesia.

“Dari awal, kami ingin mengangkat tema keluarga di film ini. Dan, kami tidak ingin terlalu menonjolkan unsur kekerasan sebagai konten utamanya. Selain itu, kami punya visi dan misi untuk bisa menumbuhkan kembali rasa cinta anak-anak dan para remaja terhadap kebudayaan Indonesia, terutama pewayangan. Oleh karena itu, Hanung adalah sosok yang paling cocok sebagai sutradara,” ujar Ishak.

Advertisement Inline

“Begitu juga kenapa kami memilih Rizky. Kami melihat Rizky adalah seorang aktor muda yang sangat berbakat. Kami yakin Rizky siap menerima tantangan untuk memerankan GatotKaca,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Hanung mengaku sangat bangga bisa membawa legenda tokoh pewayangan asli Indonesia Gatot Kaca ke layar lebar.

“Ini sebuah kebanggaan tersendiri untuk saya. Selain sarana hiburan, Satria Dewa GatotKaca juga bagian dari usaha untuk menjaga kebudayaan Indonesia. Lewat film ini, kita ingin mengenalkan kembali tokoh-tokoh pewayangan kepada anak-anak dan remaja,” katanya.

Sementara itu, Rizky Nazar, yang mendapatkan kepercayaan memerankan tokoh Gatot Kaca, mengaku tidak percaya pada saat pertama kali mendapatkan tawaran tersebut.

“Ini sebuah kehormatan yang luar biasa untuk saya. Dengan selama ini, saya hanya mengetahui tokoh Gatot Kaca dari cerita-cerita orang-orang tua. Mudah-mudahan saya bisa memberikan warna baru untuk tokok Gatot Kaca di film ini. Mohon doanya, agar semuanya proses film ini berjalan lancar,” harapnya.

Film Satria Dewa Gatotkaca dijadwalkan akan mulai proses syuting pada Maret 2020 dan siap tayang di bioskop pada Oktober 2020. Film ini akan menjadi pembuka dari Universe Satria Dewa.

Tentang Film Gatotkaca

© 2019 SATRIADEWA

Merupakan film yang ceritanya diambil dari kisah Mahabrata dan dikemas secara kekinian. Film GATOTKACA akan memberikan filosofi kehidupan yang membantu para generasi saat ini memahami makna kehidupan dengan materi yang mudah dicerna dan terhubung dengan imaginasi mereka.

Dunia dalam cerita ini sedikit berbeda—ada manusia-manusia berbakat yang memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata hidup di antara kital ada yang sangat kuat, cerdas luar biasa, mampu meramal masa depan, tak pernah sakit, pendengaran tajam, berbicara dengan binatang, dan lain-lain. Riset menyebutkan hal ini sebagai fenomena gen PANDAWA—barangsiapa yang memilikinya, niscaya akan menjadi pemimpin bangsa, bahkan pemimpin dunia.

Ada pula yang memiiki gen perusak yang dalam sejarahnya selalu menjadi musuh Pandawa dan disebut sebagai KURAWA. Mereka dianggap sebagai kalangan bawah yang berkemampuan merusak segala sesuatu.

Pandangan satu dan yang lainnya hanyalah merupakan pandangan dari kaum mana yang lebih kuat dan mana yang lebih lemah. Bagaimana jika kaum dengan gen perusak ini kemudian ingin mengubah posisi mereka menjadi kaum utama? Bahwa gen mereka akan mampu menjadi pemimpinnya? Apakah aka nada lagi malapetaka seperti perang Baratayuda saat dulu?

GATOTKACA hidup dalam keberadaan fenomena ini. Ditemani oleh beberapa orang lainnya dia akan mencoba mendeteksi siapa kawan siapa lawan di antara lautan manusia, dan melawan sumber segala kejahatan yang mengharuskan mereka melakukan banyak pengorbanan untuk menghentikan malapetaka.

KAORI Nusantara | Informasi yang disampaikan merupakan sudut pandang pihak pemberi siaran pers dan tidak mewakili sudut pandang maupun kebijakan editorial KAORI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.