Studio Khara: Jangan Membuat Doujin Evangelion yang “Nggak-Nggak”!

0
doujin evangelion

Studio Khara telah merilis panduan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh digunakan atau dilakukan oleh para fans dalam membuat produk derivatif independen ataupun produk doujin yang menggunakan produk-produk IP yang dimiliki oleh Studio Khara seperti di antaranya adalah Evangelion. Aturan ini dibuat dengan tujuan untuk “membuat para fans tidak kebingungan ataupun khawatir dalam membuat karyaa doujin”, dan tentu saja tidak berlaku untuk perusahaan komersial yang memiliki aturan bisnisnya tersendiri. Adapun untuk pembuat konten di sejumlah layanan seperti Patreon ataupun Youtube bisa saja menggunakan video ataupun audio dengan syarat menyantumkan deklarasi fair use, dan konten yang dibuat tidak hanya berkutat mengenai produk-produk IP Studio Khara seperti Evangelion.

Lebih lanjut, Studio Khara juga menegaskan bahwa produk-produk doujin dari fans tersebut tidak boleh digunakan untuk mempromosikan rasisme, radikalisme, ataupun agenda politik lainnya. Selain itu dilarang pula membuat karya doujin yang berisi pornografi ataupun kekerasan berlebihan. Poin-poin ini sendiri menjadi penting mengingat Evangelion merupakan salah satu IP yang paling sering beredar karya doujinnya di event-event seperti Comiket.

Panduan ini sendiri dibuat hampir berdekatan waktunya dengan rencana proyek kolaborasi antara Evangelion dengan pixiv, di mana banyak artis-artis pixiv akan membuat proyek-proyek bertemakan Evangelion selama 6 bulan ke depan, dan akan dimulai pada tanggal 19 Januari 2021 mendatang, dalam rangka menyambut perilisan film layar lebar terbarunya pada tanggal 23 Januari 2021.

evangelion
© Khara © Khara / Project Eva. © Khara / EVA Production Committee

Rebuild of Evangelion adalah proyek film yang digarap oleh Hideaki Anno bersama Studio Khara. Proyek film ini dibuat untuk membuat ulang (me-remake) cerita dari serial anime Neon Genesis Evangelion dalam bentuk tetralogi alias dirilis ke dalam empat film baru. Film pertama hingga ketiga dari proyek ini berturut-turut telah diputar di Jepang pada 2007, 2009, dan 2012. Adapun film pamungkas yang diberi judul Evangelion: 3.0+1.0: Thrice Upon A Time ini telah dipastikan tidak akan berdurasi 6 jam.

Film pertama dan kedua dari tetralogi ini (Evangelion 1.0 dan 2.0) hadir dengan cerita yang kurang lebih sama dengan versi serial anime TV-nya yang tayang pada tahun 1995 lalu dengan sedikit perubahan dan beberapa karakter baru. Film ketiganya hadir dengan cerita baru yang benar-benar berbeda dari versi terdahulunya. Ceritanya berlatar 14 tahun setelah akhir dari film keduanya.

Film Evangelion: 3.0+1.0 yang awalnya berjudul Shin Evangelion Gekijou-ban: || direncanakan akan dirilis pada tahun 2015. Namun, pengerjaan film anime tersebut sempat “mandek” lantaran Hideaki Anno sempat kehilangan “semangat” setelah mengerjakan film ketiga dari tetralogi tersebut. Selain itu, ia juga tengah disibukkan dengan proyek film Godzilla: Resurgence yang dirilis pada 2016. Setelah diumumkan oleh sang sutradara bahwa pengerjaan filmnya kembali berlanjut, pihak Studio Khara kemudian membuka perekrutan staf baru untuk turut terlibat di proyek Evangelion 3.0+1.0.

Ketiga film terdahulu dari proyek Rebuild of Evangelion sendiri telah dirilis di Indonesia. Film pertama diputar melalui jaringan bioskop Blitzmegaplex (sekarang CGV Cinemas Indonesia) pada tahun 2009, dan telah dirilis dalam bentuk VCD dan DVD Original, serta sempat diputar di stasiun televisi Global TV (kini GTV). Film kedua diputar di Blitzmegaplex pada tahun 2012, dan juga telah dirilis dalam bentuk VCD Original, serta diputar di GTV. Sementara film ketiga sempat diputar dalam perhelatan Japanese Film Festival 2015.

KAORI Newsline | Sumber: Studio Khara & Crunchyroll

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.