Penerbit Haru Akan Menerbitkan Kitchen Karya Yoshimoto Banana

0
Yoshimoto Banana

Tangerang, Oktober 2020. Elisabeth Kübler-Ross, seorang psikiater sekaligus penulis Amerika-Swiss, mencetuskan sebuah teori yang disebut “The Five Stages of Grief” pada tahun 1969. Teori ini menyatakan bahwa setiap orang mengalami lima tahapan dalam menghadapi duka. Kelima tahapan ini di antaranya; penyangkalan, marah, menawar, depresi, dan penerimaan. Namun, pada kenyataannya, menghadapi duka tidak sesederhana itu. Menurut www.healgrief.org, kelima tahapan tersebut bukan fase yang pasti dialami semua orang. Cara tiap merespon duka bisa berbeda-beda. Hal inilah yang menjadi isu utama dalam novela berudul Kitchen karya penulis terkenal Jepang, Yoshimoto Banana.

“Kitchen” bercerita tentang Sakurai Mikage, seorang mahasiswi yang merasakan duka mendalam akibat ditinggalkan oleh neneknya. Mikage yang sebatang kara kemudian diajak tinggal bersama dengan Yuichidan ibunya yang seorang transgender. Mikage menerima tawaran tersebut, salah satu alasannya adalah karena rumah Yuichi punya dapur yang bagus. Pada dasarnya, Mikage adalah penggila dapur. Memasak di dapur menjadi pelarian Mikage atas dukanya. Di lain pihak, berbeda dengan Mikage, pada “Moonlight Shadow” para tokohnya menghadapi duka dengan cara yang berbeda; Satsuki memilih untuk joging pagi-pagi buta, sementara seorang pemuda bernama Hiiragi memilih mengenakan seragam perempuan kekasihnya untuk pergi ke sekolah.

Kisah Kitchen menunjukkan bahwa cara setiap orang menghadapi duka dan kehilangan bisa berbeda-beda, dan bahwa setiap orang berhak untuk merasakan apa yang sedang kita rasakan. Pada kata penutup Kitchen edisi Jepang sampul baru, Yoshimoto Banana menuliskan komentar seorang kawannya bahwa Kitchen memberikan keberanian kepada para pembaca untuk menunjukkan sifatnya, untuk memerdekakan emosi tersembunyinya.

Kitchen bukan lagi tentang kehidupan sosial masyarakat Jepang yang digambarkan lewat tokoh-tokohnya, melainkan tentang kita, masyarakat Indonesia, yang selama ini memilih menahan mengekspresikan perasaan. Memilih menyimpan rapat-rapat pergulatan emosional ketika berhadapan dengan kehilangan, kepedihan, dan perasaan sepi karena khawatir dianggap rapuh.

Kitchen mengantarkan Yoshimoto Banana meraih penghargaan Kaien Newcomer Writers Prize dan Izumi Kyoka Literary Prize, juga menerima penghargaan Best Newcomer Artists yang direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang, menunjukkan bahwa buku ini adalah sebuah karya sastra yang penting untuk diketahui.

Pesan-pesan di dalamnya, juga pentingnya buku ini untuk pembaca di Indonesia telah mendorong Penerbit Haru untuk menerbitkan karya klasik-kontemporer yang sangat populer di Jepang tersebut. Novela ini dijadwalkan akan terbit sekitar bulan April 2021.

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.