Terobsesi dengan Idol Virtual, Psikolog: Sadarkan, Dunia Nyata Lebih Indah

1
virtual idol
Gambar hanyalah ilustrasi

Bagi pecinta anime Jepang pasti tidak asing dengan istilah idol virtual. Tokoh yang diciptakan sesuai keinginan ini pun bisa membuat nyaman, jatuh cinta, hingga berujung pernikahan. Bahkan fenomena menikah dengan idol virtual di Jepang sudah bukan lagi fenomena baru, yang terkadang turut difasilitasi. Salah satu kasus yang terkenal adalah seorang pria Jepang bernama Akihiko Kondo yang menikahi Hatsune Miku, dengan alasan trauma terhadap wanita karena dianggap aneh menjadi seorang otaku.

Menurut psikolog Intan Erlita, fenomena ini jelas masuk ke dalam kategori penyimpangan. Namun, ia juga menyebut harus mengkaji lebih dalam mengapa trauma tersebut bisa membuat orang tersebut tak lagi ingin berhubungan dengan manusia.

“Kenapa seperti itu? Kalau alasannya hanya sebatas trauma, traumanya seperti apa yang sampai dia memutuskan nggak mau menikah dengan lawan jenis yang nyata,” kata Intan Erilita pada Insertlive, Sabtu (6/6) di Jakarta.

Lebih lanjut, Intan menjelaskan salah satu faktor trauma bisa datang dari lingkungan keluarga atau orang terdekat yang meruntuhkan kepercayaan diri hingga orang tersebut membuat dunia sendiri.

Untuk itu jika ada orang yang terindikasi terobsesi dengan idol virtual dan terjebak dunia khayalannya sendiri, Intan menyarankan agar tidak mencemooh atau mengolok-olok tindakan yang menyimpang tersebut.

“Jadi ketika kita melihat teman kita, keluarga kita, saudara kita, ada perilaku menyimpang lebih baik kita merangkul dia untuk dia kembali ke sesuatu hal yang wajar atau normal,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, saat banyak orang yang merangkul dan memberikan bantuan, orang tersebut akan bisa sembuh dan hidup normal kembali.

“Seiring berjalannya waktu dia menemukan orang-orang yang bisa memulihkan kepercayaan diri dia, ternyata dunia nyata itu lebih indah dari dunia khayalan yang saya bangun,” jelasnya.

“Dia mau sembuh, dia datang ke ahlinya, di-support sama keluarganya, Insya Allah orang kayak gini bisa sembuh. Dan banyak orang yang sembuh dari luka trauma masa lalunya dan bisa move on ke kehidupan yang lebih baik,” pungkas Intan.

KAORI Newsline

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.