Setelah tak lama menulis kembali, dan karena hobi main novel visual yang kebanyakan main versi jadul alias yang sudah dirilis lama, akhirnya saya menemukan hidden gem di laut novel visual ini. Sebut saja novel visual ini dengan nama Quilt.

Quilt merupakan novel visual yang dirilis pada 16 Desember 2005, yang diproduksi oleh studio bernama CLOVER. Versi untuk PC dirilis dengan rating 18+, sedangkan versi untuk all-ages dirilis khusus di konsol PS2 pada 31 Mei 2007 dengan judul Quilt ~Anata to Tsumugu Yume to Koi no Dress~. Di versi PS2 sendiri terdapat dua heroine tambahan yang dapat dimainkan Quilt sendiri dikerjakan oleh beberapa orang, yaitu untuk skenario dikerjakan oleh Yuuma Katagiri, Kotoha Nishigai, dan Ichirou Ozukei. Desain karakternya dikerjakan oleh 5 orang, yaitu Carnelian (Yami to Boushi to Hon no Tabibito, Kao no Nai Tsuki), Drain Cherry, Auru Mimizuku, Yuuri Nishiwaki, dan Genshou Sugiyama. Musiknya pun dikomposisi oleh Elements Garden dan Kim’s Soundroom. Tak hanya itu, Kako juga menyanyikan lagu pembuka dan lagu penutup dari Quilt ini.

© ORBIT/CLOVER

Quilt menceritakan kisah seorang pria yang memiliki mimpi menjadi pendesain baju, dan di suatu pulau indah yang dikelilingi laut biru cerah, pria ini pun datang untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan di sana. Pria itu bernama Takumi Fujikawa. Takumi menyewa apartemen yang diurus oleh pemilik bangunan tersebut yang bernama Ena. Takumi pun bertemu dengan para gadis yang juga ingin mengikuti lomba tersebut. Ada seorang gadis tsundere bernama Airi, seorang gadis misterius dengan aura ojou-sama bernama Kirie, disusul juga dengan gadis kecil yang memanggil Takumi dengan ‘onii-chan‘ bernama Kanami. Tak hanya itu, Takumi pun juga bertemu dengan gadis yang membantu keluarganya dan senyumnya bagaikan matahari yang bernama Mizuki, ada juga seorang gadis misterius dengan pakaian bagaikan mutiara bernama Shia.

© ORBIT/CLOVER

Waktu untuk bermain Quilt ini adalah medium dengan waktu sekitar 10 – 30 jam, dengan mode marathon (alias ngebut) sehari pun dapat menyelesaikan 2 rute. Quilt sendiri terbagi menjadi 3 ending, yaitu grand ending, happy ending, dan normal ending. Kelima rute dapat dimainkan dengan bebas, terkecuali untuk rute Shia harus melihat salah satu ending dari 5 heroine Quilt. Inilah ulasan novel visual Quilt dari KAORI.

Quilt sendiri memiliki konflik yang terasa ‘umum’ dan sering dijumpai di novel visual sendiri, entah lari dari rumah demi mengejar mimpi, tak bisa melangkah ke depan dari hubungan yang gagal, atau bahkan mengejar seorang yang disuka. Bagi saya sendiri yang belakangan menghabiskan waktu demi memainkan novel visual yang berat, tentu saya merasa bisa ‘bernafas’ kembali setelah melihat romansa yang sederhana dan heroine yang cukup menarik. Kemudian kalau melihat lagu pembuka sampai dengan beberapa BGM yang dikomposisi dengan baik, tentu akan membuat pemain akan terbawa suasana berada di isekai karena musiknya sendiri membuat para pemain menjadi ingin berpetualang dalam latar cerita Quilt ini.

Main Menu, Map Movement, Material (© ORBIT/CLOVER)

Lanjut, desain heroine yang cukup menarik pada zamannya mendorong para pemain dapat menyelesaikan semua rute dari novel visual ini. Kemudian ada juga unsur menarik dalam novel visualnya, yaitu membuat material. Tentu saja karena novel visual ini berfokus pada pakaian alias fashion, terdapat beberapa material yang harus dibuat untuk melanjutkan rute heroine sampai akhir. Cara mendapatnya dan memasuki rute heroine adalah adanya unsur map movement di mana Takumi bisa memasuki rute heroine sesuai dengan map movement dan membuat material yang benar.

© ORBIT/CLOVER

Meskipun begitu, saya sendiri merasa kurang suka dengan sistem novel visual ini meskipun bersyukur ada auto mode. Sistem dari novel ini pada awalnya cukup membingungkan sebelum menyadari kalau cara untuk menyimpan data novel visual ini cukup mudah. Selain itu tak ada fitur jump choice yang sangat dibutuhkan kalau ingin ngebut bermain novel visual ini.

Quilt merupakan novel visual yang menarik bagi Anda yang suka dengan romansa ringan dan sederhana, tak juga sekedar para heroine yang menarik. Dengan begini saya pun melanjutkan ke novel visual lainnya.

KAORI Nusantara | Oleh Widya Indrawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.