UTAWARERUMONO: ITSUWARI NO KAMEN

Utawarerumono ep 1

Pengisi suara: Keiji Fujiwara (Haku), Risa (Kuon), Yumi Hara (Atui), Ayumu Murase (Kiuru), Inori Minase (Nekone), Ayane Sakura (Uryuru & Saryana), Nozomi Yamamoto (Nosuri), Takahiko Sakurai (Ougi), Ai Kakuma (Ruruitie)
Karya asli: Video Game oleh Aquaplus (To hearts, Tears To Tiara, White Album)
Sutradara: Keitaro Motonaga (Date A live, GetBackers, Katanagatari)
Penulis skenario: Munemitsu Suga (Utawarerumono, Comic Party)
Desain karakter/chief animation director: Tatsuki Amazuyu, Misato Mistumi (To Heart, Tears To Tiara)
Lagu pembuka: Suara – Fuantei na Kamisama
Lagu penutup: Suara – Yume ka Utsutsu ka
Studio: White Fox (Akame ga Kill!, Gochuumon wa Usagi Desu ka?)

Advertisement Inline

Seorang pemuda terbangun di suatu tempat di mana salju sedang turun. Tidak menyadari di mana dirinya dan tidak dapat mengingat namanya, tiba tiba monster berwujud seperti serangga menyerangnya. Di saat sudah sudah terpojok dan putus asa, Kuon, gadis cantik dengan telinga dan ekor binatang menyelamatkannya. Tidak memiliki stamina yang kuat, pemuda itu selalu mengeluh dalam perjalanan bersama Kuon. Kuon memberi nama Haku, kepada pemuda tersebut setelah dia mengajaknya pergi ke desa terdekat bersamanya. Dengan mengatakan “siapa yang tidak bekerja tidak akan bisa makan”, Kuon mengajak Haku untuk membantu pekerjaan di desa. Namun ia menemukan jika Haku tidak bisa melakukan pekerjaan dengan benar karena terlalu lemah. Walau lemah, Haku sepertinya sangat pintar karena dapat memperbaiki mesin penggiling yang rusak.

Dengan cerita pembuka yang khas dari Utawarerumono, sepertinya penonton harus bersabar untuk mengetahui tujuan perjalanan Haku dan Kuon. Beberapa unsur yang tidak asing bagi yang pernah menyaksikan Utawarerumono kembali hadir di sini. Dengan menampilkan kebudayaan Ainu dan desa yang penuh dengan kemonomimi, siapa yang sangka latar cerita ini adalah Bumi di masa depan yang jauh dari masa kini? Musik latar yang sangat pas dengan suasana latar cerita menghidupkan suasana. Lalu bagian yang menarik di episode satu ini adalah kegiatan yang Haku lakukan saat mandi.

(Hamdan Maulana)

K – THE KING RETURNS

k-anime-5016-1

Pengisi suara: Daisuke Namikawa (Yashiro Isana), Daisuke Ono (Kurou Yatogami), Mikako Komatsu (Neko), Kenjirou Tsuda (Mikoto Suou)
Karya asli/karya asal: Proyek orisinal dari GoRA
Sutradara: Shingo Suzuki (Coppelion)
Penulis skenario: GoRA  (K, K: Missing Kings)
Desain karakter: Shingo Suzuki (Coppelion)
Musik : Mikio Endo  (Coppelion)
Lagu pembuka: Yui Horie – Asymmetry
Lagu penutup: CustomiZ – Kai (解)
Studio: Gohands (Coppelion)

Masih melanjutkan dari cerita sebelumnya, yakni K: Missing Kings dan K -Countdown-, anime ini bersetting setahun setelah hilangnya Yashiro pada tragedi di pulau Ashinaka. Pertempuran antara kubu Red King dan Blue King masih berlanjut. Ditengah pertempuran antara kedua kubu tersebut, muncul anggota dari Green King yang mengacaukan pertarungan sakral kedua kubu tersebut. Disisi lain, Kurou Yatogami dan Neko masih menantikan Silver King yang hilang, Yashiro Isana.

Meski nampak sama seperti musim pertamanya, namun ada sedikit perubahan yang terjadi pada anime K – The King Returns. Lagu pengiring atau BGM di musim kedua ini terasa mengalami perkembangan positif, dimana sekarang BGM saat dialog antar karakter lebih menghibur dan timingnya sangat sesuai, sehingga bagian dialog antar karakter pun tidak membosankan seperti musim pertamanya. Melanjutkan cerita dari musim pertama, tentunya pada musim kedua ini K akan hadir dengan adegan aksi yang lebih banyak dan adegan pertarungan pun sepertinya akan lebih lama dari biasanya.

(Johan Septian F)

OWARI NO SERAPH: NAGOYA KESSEN-HEN

seraphoftheendposter-720x405

Pengisi suara: Saori Hayami (Shinoa Hiragi), Kensho Ono (Mikaela Hyakuya), Miyo Irino (Yuuichirou Hyakuya), Yuuchi Nakamura (Guren Ichinose)
Karya asli/karya asal: Komik karya Takaya Kagami
Sutradara: Daisuke Tokudo (Owari no Seraph)
Penulis skenario: Hiroshi Seko (Kill  la Kill, Garo: Honoo no Kokuin)
Desain karakter: Satoshi Kadowaki (Owari no Seraph)
Musik : Hiroyuki Sawano (Aldnoah.Zero, Ao no Exorcist)
Lagu pembuka: FripSide – Two souls -towards the truth-
Lagu penutup: Yanagi Nagi – Orarion
Studio: WIT STUDIO (Attack on Titan, Rolling Girls)

Yuuchirou akhirnya bertemu kembali dengan Mikaela ditengah medan perang di Shinjuku, Akan tetapi Mikaela berada di pihak para vampir. Yuuchirou kini harus mencari cara bagaimana mengubah Mikaela kembali menjadi manusia, dan juga bagaimana cara agar ia dapat menjadi kuat dengan Cursed Gearnya. Disaat yang bersamaanpun pertempuran dengan para vampir semakin intens dan sengit di Nagoya.

Sama seperti musim pertamanya, Owari no Seraph masih melanjutkan cerita yang benar-benar terpaku pada komiknya tanpa menambahkan atau mengurangi kontennya. Sejauh ini dari segala sisi masih benar-benar sama dengan musim pertamanya, musik yang benar-benar sesuai dengan suasananya yang terkesan gelap dan penuh misteri dengan bumbu aksi yang seru, walaupun adegan pertarungan disini selalu terlihat cepat. Dan tentunya yang ditunggu-tunggu dimusim kedua ini adalah lagu pembuka yang dibawakan oleh Fripside dan lagu penutup yang dibawakan oleh Yanagi Nagi

(Johan Septian F)

HEAVY OBJECT

Object_01_11

Pengisi suara: Shizuka Itou (Frolaytia Capristrano), Eri Suzuki (Milanda Brantini), Natsuki Hanae (Qwenthur Barbotage), Kaito Ishikawa (Havia Winchell)
Karya asli/karya asal: Novel karya Kazuma Kamichi (Toaru Kagaku no Railgun)
Sutradara: Takashi Watanabe (Freezing, Fuuun Ishin Dai Shogun)
Penulis skenario: Hiroyuki Yoshino (Accel world, Guilty Crown)
Desain karakter: Atsuko Watanabe (Hanayamata,Ookami Kakushi)
Musik: Keiji Inai (Btooom!, Area no Kishi)
Lagu pembuka: ALL OFF – One More Chance!!
Lagu penutup: Kano – Dear Brave
Studio: J.C Staff (Prison School, Shokugeki no Soma)

Bersettingkan dunia modern, Qwenthur yang datang ke markas militer Alaska bertujuan untuk mempelajari tentang Object. Object adalah senjata modern yang dikendalikan oleh prajurit dan seharusnya tidak boleh menyerang prajurit melainkan harus melawan sesama Object. Namun semua berubah ketika Qwenthur semakin dekat dengan seorang pilot Object bernama Milinda. Qwenthur akhirnya mulai menyadari banyak kebenaran mengerikan dibalik Heavy Object.

Masih terlalu banyak kerancuan dalam episode awal, tidak ada penjelasan secara spesifik pada cerita sehingga penonton dibuat menunggu alur cerita di setiap episodenya. Tidak ada satupun Hint yang membuat penonton ingin menebak apa yang akan terjadi berikutnya. Dibalik semua itu yang menarik adalah kisah petualangan melawan robot-tobot disini tidaklah selalu melawan robot juga, prajurit biasapun terlibat dalam pertarungan melawan robot-robot tersebut. Tapi dibalik semua yang sebenarnya ditunggu-tunggu dari seri ini adalah lagu penutup yang dibawakan oleh Kano. Lagu penutup kali ini merupakan Single Kedua Kano sejak memulai karirnya didunia tarik suara profesional.

(Johan Septian F)

TANTEI TEAM KZ JIKEN NOTE

Tantei Team KZ ep 3

Pengisi suara: Yuiko Tatsumi (Aya Tachibana), Sōma Saitō (Kazuomi Wakatake), Takuma Terashima (Takakazu Kuroki), Kōtarō Nishiyama (Kazunori Uesugi), Mitsuhiro Ichiki (Kazuhiko Kozuka)
Karya asli: Novel anak-anak karya Hitomi Fujimoto dan Ryō Sumitaki dengan ilustrasi oleh Komagata
Sutradara: Kazuya Ichikawa (Shadow Skill 3, Monster Strike)
Penulis skenario: Yuka Yamada (Bungaku Shōjo, Umi Monogatari, Neo Angelique Abyss) dan Kazuyuki Fudeyasu (Tantei Opera Milky Holmes, Ben-To, Gochūmon wa Usagi Desu ka?)
Desain karakter/chief animation director: Arisa Matsuura
Lagu penutup: Diana Garnet – Nankai! Mystery
Studio: Signal.MD (proyek perdana)

Aya Tachibana adalah siswi kelas enam SD yang tidak memiliki teman. Setelah disertakan dalam kelas khusus di bimbelnya bersama beberapa murid cowok nyentrik, ia menjadi terlibat bersama mereka dalam memecahkan kasus-kasus di seputar kehidupan sehari-hari.

Cerita bergenre detektif cilik yang memang ditujukan bagi penonton anak-anak. Selain memecahkan kasus-kasus sederhana seperti kehilangan sepeda, anime ini juga mengangkat tema mengenai masalah pergaulan yang dialami oleh anak-anak. Mungkin lebih cocok ditonton bersama-sama dengan adik atau anak.

(Halimun Muhammad)

3 KOMENTAR

  1. > siapa yang sangka latar cerita ini adalah Bumi di masa depan yang jauh dari masa kini

    Bung, spoiler.

    Terus kalau boleh saran panduan anime musiman itu coba dibuat mengikut “three-episodes rule” atau mungkin dibuat follow-up-nya karena sering ada anime yang gak langsung bagus, atau yang bagus jadi jelek. Mungkin bisa dibuat panduan/evaluasi per episode pertama, ketiga, keenam, dan akhir musim kalau mau lengkap, tapi mungkin kebanyakan ya…

    Terakhir, tag-nya tolong dirapiin dong. Kok bisa ada beda tag “panduan seri anime” dan “panduan” pula? Belum lagi kapitalisasi tag yang di “Panduan Anime Musim Panas 2015” (‘Seri’nya?) agak kurang konsisten.

    Selain itu mah, sudah cukup bagus lah, walaupun review-nya terkesan agak terlalu konservatif dan kurang bervariasi dalam penilaian berdasarkan preferensi. Mungkin coba diusahain ada beberapa (tiga?) orang yang memberikan kesan dan pendapatnya per-anime ketika memungkinkan (contoh: seri original/baru, ada beberapa orang yang kenal dengan serinya, atau telah mengikuti season-season sebelumnya).

    Anyway, good job lah bro!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.