Ryuhyo Norokko, itulah nama kereta wisata yang paling dicintai oleh masyarakat Hokkaido pada saat musim dingin nan bersalju. Kereta yang melayani relasi perjalanan wisata antara stasiun Abashiri hingga Shiretokoshari ini telah menginjak usia operasi yang ke 26 tahun. Pada hari Minggu (28/2), kereta wisata ini akhirnya melaksanakan perjalanan terakhirnya setelah beroperasi lebih dari 2 dekade.

Sekitar 260 orang penumpang tercatat ikut serta dalam perjalanan perpisahan yang diselenggarakan oleh Hokkaido Railway Company (JR Hokkaido) ini. Perjalanan dari stasiun Abashiri menuju stasiun Shiretokoshari merupakan salah satu perjalanan yang luar biasa dengan menyisir pinggir pantai utara Hokkaido. Pemandangan putih dari lautan es di Laut Okhotsk dan daratan yang bersalju di sepanjang perjalanan menjadi obyek yang sangat indah untuk dilihat.

“Pemandangan lautan es seperti ini merupakan pemandangan yang sangat berbeda dari kehidupan sehari-hari. Ini sangat indah!” Ujar seorang penduduk kota Shari, Chisato Sasaki. Ibu 2 anak ini membawa serta putra-putrinya untuk ikut dalam perjalanan ini. “Saya berharap JR Hokkaido meneruskan (adanya) perjalanan seperti ini dengan kereta terbaru. Karena kereta ini sangat identik dengan daerah ini.” lanjutnya.

Kereta Ryuhyo Norokko berangkat dari stasiun Abashiri pada pukul 13:57 waktu setempat. Sebelum sampai di tujuan akhirnya, penumpang yang berada di dalam kereta berdiri seraya memberikan tepuk tangan setelah mendengar pengumuman di dalam kereta yang mengatakan, “Terima Kasih telah menggunakan kereta kami selama 26 tahun.” Selain itu, penggemar kereta api (railfans) yang berada disekitar jalur tersebut juga mengungkapkan rasa terima kasihnya dalam berbagai bentuk dan tidak ketinggalan untuk mengabadikan kereta ini.

Kepopuleran kereta Ryuhyo Norokko ini telah dikenal lama sebagai kereta yang menawarkan pemandangan lautan es dan salju dalam perjalanannya. Setiap tahun, kereta ini hanya beroperasi selama sebulan mulai dari akhir Januari hingga Akhir Februari. Kereta yang telah beroperasi sejak tahun 1990 ini dilengkapi dengan bangku penumpang kayu sederhana yang menghadap jendela, juga dilengkapi kompor “Daruma” yang merupakan fasilitas agar penumpang dapat membakar cumi kering yang dijual di dalam kereta untuk disantap bersama dalam perjalanan.

Bangku yang menghadap jendela beserta kompor "Daruma"
Bangku yang menghadap jendela beserta kompor “Daruma” | Foto: board.trekkingthai.com

JR Hokkaido memutuskan untuk menghentikan operasi kereta wisata yang terkenal ini karena lokomotif dan kereta yang dipakai untuk rangkaian ini sudah mulai memasuki masa pensiunnya. Namun, JR Hokkaido sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan perjalanan kereta wisata ini dengan menggunakan rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) yang lebih baru agar tradisi melihat lautan es dari dalam kereta ini tidak hilang.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.