Cadas! Hatsune Miku Dibahas dalam Buku Terbitan Oxford

1
Sumber ilustrasi: http://www.pixiv.net/member_illust.php?mode=medium&illust_id=45035326.

Hatsune Miku merupakan salah satu karakter dari program voice sythethyzer Vocaloid yang diproduksi oleh Yamaha. Bersama dengan para karakter Vocaloid ciptaan Crypton lainnya, Hatsune Miku telah menjadi fenomena tersendiri di ranah budaya populer Jepang. Sejak kemunculannya pada tahun 2007, karakter yang memiliki gaya rambut twintail berwarna hijau tosca ini telah hadir dalam berbagai lagu, fan-art, dan cosplay yang dibuat oleh para penggemarnya. Tak ayal, fenomena tersebut kini sudah mulai mendapat perhatian dalam ranah akademis.

Fenomena Hatsune Miku dan Vocaloid menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sebuah buku (textbook) yang diterbitkan oleh Universitas Oxford, salah satu universitas tertua di dunia. Buku yang berjudul “The Oxford Handbook of Music and Virtuality” ini membahas mengenai pengaruh ranah virtual (maya) terhadap perkembangan berbagai lini dunia musik dari berbagai disiplin keilmuan. Buku ini membagi topik pembahasannya ke dalam tujuh bagian.

oxford handbook of music and virtuality

Pembahasan fenomena Hatsune Miku dan Vocaloid dalam dunia musik dapat ditemukan di bagian kedua buku tersebut yang berjudul “Vocaloids, Holograms, and Virtual Pop Stars“. Selain Hatsune Miku, biduan maya lainnya pun juga ikut dibahas dalam bagian ini, seperti Tupac Shakur, rapper yang “hidup kembali” dalam perhelatan musik Coa-chella pada tahun 2012, dan Gorillaz, grup band “virtual” asal Inggris yang meraih banyak penghargaan di berbagai ajang anugerah musik dunia.

Berikut adalah judul topik bahasan yang terdapat di bagian kedua buku tersebut.

6. Vocaloids and Japanese Virtual Vocal Performance: The Cultural Heritage and Technological Futures of Vocal Puppetry. Penulis: Louise H. Jackson dan Mike Dines.
7. Hatsune Miku and Japanese Virtual Idols. Penulis: Rafal Zaborowski.
8. Hatsune Miku, 2.0Pac, and Beyond: Rewinding and Fast-Forwarding the Virtual Pop Star. Penulis: Thomas Conner.
9. “Feel Good” with Gorillaz and “Reject False Icons”: The Fantasy Worlds of the Virtual Group and Their Creators. Penulis: Shara Ramberran.

Buku “The Oxford Handbook of Music and Virtuality” sendiri baru akan dirilis pada tanggal 31 Maret 2016 dengan harga $150 (sekitar Rp1.950.000,-) untuk versi cetak dan $142.50 (sekitar Rp1.852.500,-) untuk versi digital. Cuplikan buku tersebut dapat dilihat dengan fitur Google Books melalui tautan berikut.

KAORI Newsline

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.