Setelah terkena dampak gempa bumi dan tsunami serta terganggu oleh bencana nuklir Fukushima 5 tahun lalu, jalur Joban milik East Japan Railway Company (JR East) yang menghubungkan Tokyo dengan Prefektur Miyagi, direncanakan akan kembali dibuka untuk operasional pada musim Semi tahun 2020 mendatang. Pada hari Sabtu (5/3), Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, melakukan inspeksi ke Jalur Joban ini bersama dengan presiden JR East, Tetsuro Tomita. “Saya menginstruksikan Menteri Transportasi agar menentukan waktu secepatnya untuk pengoperasian kembali layanan kereta di jalur ini” Ujar PM Shinzo Abe kepada wartawan yang hadir.

Pemerintah Jepang sendiri diharapkan dapat menentukan target untuk pembukaan kembali layanan kereta jalur Joban ini pada Musim Semi 2020. Penentuan target ini dibahas pada pertemuan yang diadakan oleh Dewan Rekonstruksi pada tanggal 10 Maret. Hal ini dilakukan agar layanan kereta ini dapat sepenuhnya dibuka kembali sebelum ajang Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo pada tahun 2020 nanti.

Hingga sekarang, perjalanan kereta pada dua bagian dari jalur ini masih belum dapat dioperasikan. Bagian yang pertama adalah jalur sepanjang 46 Km diantara stasiun Tatsuta di Naraha, hingga stasiun Haranomachi di Minami-Soma yang sama-sama berada di Prefektur Fukushima. Lalu bagian yang kedua yaitu jalur sepanjang 22.6 Km yang melintang dari stasiun Soma di daerah Soma, Prefektur Fukushima, hingga stasiun Hamayoshida di Watari, Prefektur Miyagi.

Advertisement Inline
Kereta "Super Hitachi no. 50" milik JR yang menjadi korban saat gempa Jepang tahun 2011 lalu
Kereta “Super Hitachi no. 50” milik JR yang menjadi korban saat gempa Jepang tahun 2011 lalu, kini berada di stasiun Haranomachi. Direncanakan kereta ini akan dirucat pada pertengahan Maret.

Pada jalur Joban bagian pertama yang disebutkan di atas, masih terdapat puing-puing Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima pada generator nomor 1 yang terletak di dekat stasiun Namie, yang mana di sekitar daerah itu dilabeli sebagai daerah yang sulit untuk “dikembalikan” karena tingkat radiasi radioaktifnya yang tinggi. Namun, daerah tersebut masih memungkinkan untuk dibangun dan dibersihkan kembali dari puing-puing atau benda-benda yang masih terkontaminasi zat radioaktif. Pekerjaan pembersihan ini diperkirakan akan dilanjutkan hingga tahun 2019. Sementara, pekerjaan untuk pembenahan jalur Joban yang lain direncanakan akan dilanjutkan pada 2017.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.