Seoul Metropolitan Rapid Transit (SMRT) kini sedang menjajaki kemungkinan terhadap pengoperasian layanan kereta bawah tanah (Subway) nonstop pada line 7 satu kali dalam seminggu.

Jumat (11/03), SMRT mengumumkan rencana mereka untuk menambahkan layanan malam di Line 7 pada Sabtu pagi mulai dari jam 01.00 hingga jam 05.00 waktu setempat. Layanan tersebut akan beroperasi setiap 20 menit sepanjang malam antara Stasiun Jangam (장암) hingga Stasiun Onsu (온수). Namun, jalur tambahan di Line 7 antara Stasiun Onsu hingga Stasiun Bupyeong-gu Office (부평구청) tidak termasuk dalam uji coba layanan 24 jam ini. Saat ini, jalur subway tersebut hanya melayani penumpang hingga pukul 01.00 dan akan dibuka kembali pada pukul 05.30.

Stasiun Jangam
Stasiun Jangam

Perusahaan layanan transportasi massal milik pemerintah pusat dan beberapa kota di Korea ini mengatakan rencana tersebut dimaksudkan untuk mengikuti jejak kota-kota lain di luar negeri seperti kota London dan kota New York yang melayani penumpangnya selama 24 Jam. Setelah riset terhadap rencana ini selesai, perusahaan akan bertemu beberapa peneliti terkait riset ini. Setelah itu, SMRT akan menguji layanan kereta 24 jam ini pada semester ke 2 tahun depan.

Nantinya, tarif perjalanan untuk layanan pagi mungkin akan jauh lebih mahal dari biasanya. Namun, SMRT mengatakan akan mengadopsi sistem yang berbeda untuk menutupi biaya yang cukup besar dan menambah kenyamanan yang telah disediakan. Diperkirakan, biaya untuk rekrutmen pegawai baru hingga meningkatkan fasilitas pelayanan ini dapat ditaksir hingga 2.6 Miliar won.

Kabar tersebut merupakan angin segar bagi penduduk sekitar Seoul yang telah menanti-nantikan layanan ini sejak dulu. Pada tahun 2013 lalu, Pemerintah Seoul telah mengadakan uji coba layanan tersebut pada bis antar kota dan berakhir dengan menambahkan layanan ini pada 7 rute lainnya setelah uji coba tersebut berhasil.

Percobaan layanan kereta 24 jam ini tentunya diharapkan dapat mengurangi kemacetan tersebut terutama di daerah populer seperti Gangnam yang termasuk dalam bagian Line 7. Dengan banyaknya transportasi yang berakhir beroperasi pada pukul 01.00 di Jum’at malam, seringkali penumpang mengejar bus dan kereta api terakhir, sehingga mengakibatkan jumlah penumpang yang menggunakan bis dan kereta pada jam tersebut membludak. Karena banyaknya masyarakat Seoul dan sekitarnya yang pulang kerumah pada jam tersebut setiap Jum’at malam, naik taksi lebih awal merupakan tantangan bagi mereka.

GangnamDaero
Sulitnya Mencari Taksi Di Jum’at Malam, Terutama Saat Jam Perjalanan Kereta dan Bis Terakhir.

Jika uji coba pada line 7 ini berhasil, maka kemungkinan SMRT akan mengadakan layanan serupa pada jalur yang berbeda. Namun apabila hal tersebut terjadi, para supir taksi diyakini akan menentang layanan ini.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.