BAGIKAN

Senin (21/3) lalu menjadi salah satu hari bersejarah dalam perkeretaapian Qatar. Terowongan untuk jalur kereta bawah tanah (subway) Ibukota negara, Doha Metro lintas Merah seksi Utara (Red Line – North Section) telah rampung digali, dengan berakhirnya penggalian terowongan jalur antara stasiun Legtaifiya dan Qatar University. Jalur Merah seksi Utara Doha Metro menghubungkan Msheireb dengan Losail, dimana pada lintas Msheireb hingga Qatar University merupakan jalur bawah tanah sedangkan dari Qatar University hingga Losail berupa jalur layang.

tn_qa-doha_metro_red_line_north_tbm_breakthrough
Foto bersama tim konstruksi Doha Metro Usai TBM sampai di stasiun Qatar University | Foto : Qatar Rail

Terowongan jalur kereta bawah tanah sepanjang 11,3 km yang menghubungkan Msheireb dengan Qatar University ini mulai digali sejak 19 Juli 2014. Pekerjaan penggalian dan pembangunan terowongan dan jalur di koridor ini dilakukan oleh konsorsium ISG yang beranggotakan Salini Impregilo dari Italia, S.A.K Engineering and Construction dari Korea Selatan, dan kontraktor lokal Galfar Al Misnad. Pengerjaan penggalian terowongan ini menggunakan empat buah mesin gali terowongan (Tunnel Boring Machine / TBM) secara bergantian. TBM ini dapat menggali terowongan rata-rata sepanjang 30 meter setiap harinya. Meski sempat terganggu operasionalnya karena salah satu TBM terendam banjir tahun lalu, proyek penggalian ini tetap berlanjut dan dapat selesai dalam waktu yang terbilang cepat.

“Kami dan rekan-rekan di ISG harus mengatasi beberapa tantangan yang signifikan. Semua tahu bahwa salah satu mesin TBM kami sempat terendam banjir tahun lalu, namun pencapaian hari ini menunjukkan efektifnya pekerjaan dan pemulihan kinerja kami, serta (masalah tersebut) tidak berpengaruh (hambatan) pada perkembangan proyek kami secara menyeluruh.”, ungkap Managing Director Qatar Rail , Ir. Abdulla Al Subaie.

Advertisement Inline

Direktur Utama Qatar Rail, DR. Ir. Saad Al Muhannadi turut mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan ini. “Hari ini adalah salah satu pencapaian perdana dari serangkaian lompatan besar dalam proyek Doha Metro yang akan berlangsung selama beberapa bulan mendatang. Kita akan segera melihat selesainya penggalian terowongan untuk lintas Emas dan Hijau, dengan tentu jalur terpanjang kami, lintas Merah ini juga akan menyelesaikan terowongannya (secara keseluruhan).” ungkapnya. “Prototipe rangkaian kereta kami yang akan beroperasi di Doha Metro akan segera tiba dan akan kami pajang di ruang publik, untuk membantu kami mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai layanan kami yang menarik ini.” tambahnya.

Sementara itu, Barry Crouchman, Direktur Proyek konsorsium ISG sangat bangga dengan pencapaian ini. “Kami menepati janji kami kepada Qatar Rail, Februari 2014 lalu untuk ‘menghadirkan bersama’ (proyek ini) dan ‘pertama kali selesai tepat waktu’. Upaya bersama seluruh anggota tim, klien, kontraktor dan manajer proyek telah membuahkan hasil, dan merupakan sebuah contoh gemilang, bahwa apapun dapat dilakukan ketika semua pihak bersatu untuk mencapai tujuan bersama.” Tuturnya.

Doha Metro adalah proyek prestisius Qatar Rail, perusahaan kereta api pemerintah Qatar. Proyek yang dimulai pada 2014 ini direncanakan rampung pada tahun 2019 mendatang, dengan target dapat menampung 600.000 penumpang per hari di tahun 2021. Proyek ini juga dikerjakan untuk mengakomodasi gelaran kejuaraan dunia sepakbola perdana di jazirah Arab yang akan dihelat di negara tersebut, Piala Dunia FIFA 2022.

Metro_Doha_Phase_1_Network
Peta jalur Doha Metro fase 1 | Sumber : Qatar Rail

Qatar Rail membangun tiga jalur Doha Metro secara bersamaan, diantaranya jalur Merah (Red Line) yang menghubungkan Al Wakra di wilayah Selatan dengan Losail di wilayah Utara sepanjang 41 km; termasuk jalur Cabang dari Oqba Ibn Nafie ke Terminal 1 Bandara Internasional Hamad, jalur Emas (Gold Line) yang menghubungkan Ras Bu Abboud dengan Al Aziziyah sepanjang 14 km serta jalur Hijau (Green Line) yang menghubungkan Al Mansoura dengan Al Riffa sepanjang 22 km dari wilayah Timur ke wilayah Barat negeri teluk tersebut, dengan bentuk jalur bawah tanah dan layang. Pembangunan terowongan jalur bawah tanah dari ketiga jalur tersebut memecahkan rekor dunia karena mengoperasikan 21 mesin TBM sekaligus.

QR-WEBSITE-RESIZE-201505255
Salah satu TBM yang digunakan untuk menggali terowongan jalur bawah tanah | Foto : Qatar Rail

Sementara itu, armada kereta yang akan melayani ketiga jalur Doha Metro dipesan dari Mitsubishi dan Kinki Sharyo, Jepang. Sebanyak 225 unit kereta yang terbagi dalam 75 trainset formasi 3 kereta tiap rangkaiannya akan didatangkan secara bertahap dan dialokasikan ke tiga jalur tersebut secara proporsional.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.