BAGIKAN

Dua orang Staf Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) tewas saat berada di jalur kereta MRT sekitar emplasemen stasiun Pasir Ris, Singapura, Selasa (22/3) siang waktu setempat. Mereka tewas tertabrak kereta MRT saat hendak melakukan pemeriksaan perangkat persinyalan kereta. Tempat terjadinya insiden tersebut hanya berjarak sekitar 150 meter dari stasiun.

pasir-ris-accident-data (1)
Lokasi kejadian, 150 Meter dari stasiun Pasir Ris | sumber: channelnewsasia.com

Nasrulhudin Najumudin (26) dan Muhammad Asyraf Ahmad Buhari (24) adalah dua orang staf SMRT yang baru bergabung sejak Januari lalu dan masih menjalani masa percobaan di perusahaan kereta komuter negeri singa tersebut. Juru bicara SMRT, Patrick Nathan menuturkan, mereka tergabung di tim teknik yang saat itu ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan perangkat persinyalan kereta, setelah mendapatkan laporan dari pihak monitoring bahwa ada indikasi peringatan gangguan pada perangkat tersebut. Mereka telah diberikan izin akses untuk masuk ke jalur kereta di emplasemen dan berjalan di sepanjang jalan setapak di samping rel.

smrt-incident-photo-19-data (1)
Rangkaian kereta MRT yang melayani jalur Timur-Barat terhenti setelah insiden | sumber : channelnewsasia.com

Direktur Pengelola Kereta SMRT Lee Ling Wee, mengklaim bahwa kedua orang tersebut sudah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Biasanya, jika terjadi sesuatu di emplasemen jalur dan perlu penanganan staf, mereka terlebih dahulu meminta izin untuk memasuki emplasemen dari pusat pengendali operasi. Jika telah diberikan, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi pemeriksaan. Daya (listrik) untuk kereta semestinya dimatikan ketika mereka mencapai lokasi. Namun sayangnya kecelakaan terjadi sebelum mereka benar-benar mencapai lokasi dimana mereka harus melakukan pemeriksaan.” tuturnya.

disruption-mar-22-data
Layanan terhambat di kedua stasiun | sumber : channelnewsasia.com
Advertisement Inline

Akibat kejadian tersebut, kereta MRT yang melayani jalur Timur-Barat dihentikan selama 2,5 Jam. Pihak SMRT memberikan layanan bus gratis yang melayani rute antara stasiun Tanah Merah dengan stasiun Pasir Ris selama penundaan operasi hingga akhirnya evakuasi dinyatakan selesai dan kereta dapat kembali beroperasi pada pukul 13.56 waktu setempat.

Chief Executive Officer (CEO) atau Direktur Utama SMRT Desmond Kuek Bak Chye mengatakan pihaknya akan menginvestigasi jalur yang dilewati oleh staf tersebut dan melakukan analisa bagaimana kedua korban bisa tertabrak kereta.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.