BAGIKAN

Saat ini dunia memerlukan hadirnya cinta. Peperangan semakin gencar, kebencian semakin merasuk jiwa, di balik maraknya penyebaran virus cinta kasih baik itu melalui kegiatan kemanusiaan maupun keagamaan. Melihat kenyataan ini, apakah masih mungkin kehidupan aman dan damai ada di dunia?

Saat itu tahun 1998. Kekuasaan Soeharto sebagai Presiden kedua Republik Indonesia selama 32 tahun yang dianggap rakyat sebagai sebuah pemberangus aspirasi seluruh rakyat Indonesia masa itu semakin tidak mendapat kepercayaan akibat krisis finansial yang dialami negara. Rakyat, yang dikomando oleh mahasiswa, bersama ke jalan menuntut turunnya harga bahan pokok, dan Soeharto. Kemudian, 12 Mei 1998, terjadi penembakan terhadap mahasiswa Trisakti, yang dikenal dengan Tragedi Trisakti. Rakyat marah. Dan pecahlah kerusuhan berskala nasional masa itu. Mahasiswa dengan berapi-api menduduki gedung parlemen, berniat menurunkan paksa Soeharto.

Heru adalah salah satu dari sekian ribu mahasiswa yang menginginkan perubahan di Indonesia. Menggapai cita-cita bangsa yang belum kunjung datang: Menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Advertisement Inline

Suatu saat Heru berjumpa dengan gadis manis ini. Lamia, namanya. Rasa cinta tumbuh di hati kedua insan itu. Namun sebuah kekuatan yang sangat besar menahan kebersamaan mereka. Bila dipaksakan, dunia akan hancur.

Bagaimana Indonesia bisa mewujudkan cita-cita luhurnya, bila dunia ini hancur? Apakah Heru bisa bersatu dengan Lamia, bila semesta tak merestui mereka? Mungkinkah semua impian terwujud, bila kenyataan menunjukkan kecilnya peluang itu?

Tuhan menciptakan takdir, manusia berusaha. Namun pada akhirnya Tuhan juga yang menentukan. Sang Pencipta Semesta. “Berusaha” adalah kunci. Optimisme. Itu yang ingin disampaikan oleh sang penulis cerita ini, Franki Indrasmoro (komik Petualangan NAIF dan Mesin Waktu, Setan Jalanan), yang umum dikenal sebagai Pepeng, drummer band NAIF dan RAKSASA. Melalui cerita pendek yang ia tulis, dikolaborasikan dengan goresan lihai Afif Numbo (Alia, Pandawa, Petualangan Bagas) sebagai illustrator, lahirlah komik pendek self-published ini, yang diberi judul Semoga Dunia Tidak Hancur Hari Ini.

Diproduksi oleh Numbo Comics dan FranKKomiK, Semoga Dunia Tidak Hancur Hari Ini siap diluncurkan tanggal 7 Mei 2016 di acara Pasar Komik Bandung (Pakoban) 5 yang diadakan di Braga Citiwalk, Bandung. Dijual dengan harga terjangkau, Rp 25.000. Kisah cinta yang bernuansa fiksi-sains dengan masa awal berdirinya Era Reformasi sebagai latarnya ini hadir dengan harapan mampu memupuk kembali rasa nasionalisme pembaca, dan tetap semangat untuk memajukan negeri, dan yakin akan keberhasilan kita di masa mendatang.

Tersedia pula paket komik dan kaos eksklusif atas produk ini yang dijual khusus untuk acara Pakoban 5, dengan harga Rp 100.000,-.

Sambut komik karya kolaborasi Franki Indrasmoro bersama Afif Numbo ini, dan tetaplah optimis. Semoga dunia tidak hancur hari ini.

KAORI Newsline | Courtesy of FranKKomik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.