BAGIKAN
Photo Courtesy of Hilde Janssen & Jan Banning

KOMITE Ianfu Indonesia menggelar pameran seni bertajuk Kitab Visual Ianfu di Galeri Cemara 6, Jakarta Pusat, mulai 9-23 Agustus 2016. Pameran ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban kekejaman tindakan militer Jepang, di mana para perempuan berusia muda antara 14-25 tahun dieksploitasi sebagai pemuas seksual. Mereka ini seringkali disebut Jugun Ianfu  atau Ianfu.

Kitab Visual Ianfu

Pameran ini dalam rangka sosialisasi peringatan Hari Ianfu Sedunia yag jatuh tiap 14 Agustus. Dolorosa Sinaga, anggota Komite Ianfu Indonesia, menuturkan partisipasi Indonesia penting dalam gerakan solidaritas global ini karena telah ditemukan jumlah korban lebih dari 1.000 orang.

Advertisement Inline

“Kami mendukung gerakan ini, mendorong kepedulian para pemangku pendidikan untuk tidak melupakan sejarah ianfu sebagai bagian dari sejarah Indonesia,” kata Dolorosa dalam temu media di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Harnas.

Menurut dia, generasi penerus harus diberi ruang untuk memahami terjadinya peristiwa Ianfu dalam konteks peradaban manusia, budaya, militer, dan perang. “Agar di masa depan tidak ada lagi perempuan yang mengalami penderitaan hidup hingga stigma yang harus dipikul sampai mati,” tutur Dolorasa.

Karya dua belas seniman perempuan perupa dihadirkan dalam pameran kali ini. Para seniman lintas generasi ini menggagas beragam karya dalam disiplin ekspresi yang dipresentasikan dalam konsep kolaborasi. Karya yang dihadirkan berupa karya instalasi, lukisan, ilustrasi, dan multimedia.

“Walau dieksekusi secara individual, semua gagasan visual dibicarakan dalam konteks resonansi yang memberi tenaga ekspresi sebagai karya bersama,” tutur Doloresa. Sosok perempuan ianfu yang mengharukan dapat dilihat dalam ekspresi dan eksekusi yang berbeda.

Keduabelas seniman yang ikut berkarya yaitu Ade Artie Tjakra, AP Bestari, Putri Ayu Lestari, Ayu Maulani, Bibiana Lee, Dyah Ayu, Gadis Fitriana, Ida Ahmad, Indah Arsyad, Indira Natalia, Indyra, dan Nia Laughlin. Rencana, pameran dibuka oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Azriana Rambe Manalu.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.