Ulasan Film – Kingsglaive: Final Fantasy XV

1

Lama dinanti oleh para fans dari era Fabula Nova Crystalis dengan beragam pengunduran akhirnya pada tahun 2016 ini pihak Square Enix memastikan akan merilis game Final Fantasy XV. Dalam proyek ini, pihak Square Enix tidak hanya merilis sebuah game saja namun juga merilis sebuah rangkaian produk media mix sebelum game nya rilis. Pada konferensi pers yang berlangsung di tanggal, diumumkan bahwa akan dirilis sebuah mini seri anime dengan judul Brotherhood Final Fantasy dan sebuah film 3DCG dengan judul Kingsglaive: Final Fantasy XV.

Film ini dirilis di berbagai belahan dunia mulai dari Jepang hingga Amerika Serikat. Indonesia tidak ketinggalan juga karena film ini pun hadir meramaikan bioskop tanah air. Pihak Jive serta Odex selaku distributor film mempersembahkan Kingsglaive: Final Fantasy XV. Di Indonesia film ini memulai pemutaran di berbagai gerai bioskop pada tanggal 17 Agustus 2016.

Film ini disutradarai oleh Takeshi Nozue, Hajime Tabata selaku sutradara dari game Final Fantasy XV sendiri turut serta menjadi produser dari film ini. Naskah pada film ini ditulis oleh Takashi Hasegawa. Untuk musik di film ini ditangani oleh John Graham serta Yoko Shimomura.

Sinopsis

Perang besar tiada akhir berkecamuk antara pihak kekaisaran Niflheim dengan kerajaan Lucis. Satu per satu wilayah kekuasaan Lucis jatuh tak berdaya di hadapan kekuatan dari kekaisaran Niflheim. Dengan teknologi Magitech yang dimiliki, kekaisaran Niflheim mampu menyudutkan pasukan Lucis. Kerajaan Lucis pun berada di ambang kekalahan dengan hanya memiliki satu wilayah pertahanan terakhir, ibukota Insomnia. Insomnia merupakan pertahanan terakhir Lucis yang tak bisa ditembus oleh Niflheim berkat perlindungan dari kekuatan kristal pelindung yang dikendalikan oleh raja Regis Lucis Caelum (disuarakan oleh Sean Bean), raja dari kerajaan Lucis.

Advertisement Inline

Pada 12 tahun lalu, keluarga kerajaan Lucis mendatangi wilayah kekuasan Niflheim, Tenebrae untuk mencari obat bagi penyakit yang diderita oleh Noctis Lucis Caelum, pangeran kerajaan Lucis. Disana keluarga kerajaan Lucis disambut oleh keluarga penguasa dari Tenebrae, di saat itulah Noctis bertemu dengan putri Lunafreya (disuarakan oleh Lena Headey). Namun ditengah kunjungan tersebut, pasukan Niflheim datang menyerang hendak menghabisi keluarga kerajaan Lucis. Raja Regis beserta Noctis berhasil menyelamatkan diri namun putri Lunafreya ditahan oleh pihak Niflheim.

Belasan tahun berlalu, perang antara Niflheim dan Lucis tak berujung. Untuk itu raja Regis membentuk sebuah pasukan khusus kerajaan yang bernama Kingsglaive. Pasukan khusus Kingsglaive merupakan pasukan yang dibekali oleh kekuatan sihir dari raja Regis untuk melindungi kerajaan. Namun ditengah kemelut yang terjadi, raja Regis dihadapkan dengan pilihan sulit. Suatu hari utusan kerajaan Niflheim datang dan merencanakan pernikahan antara putri Lunafreya dengan pangeran Noctis, dengan syarat Lucis harus menyerahkan wilayah kekuasaan kepada pihak Niflheim. Nyx Ulric (disuarakan oleh Aaron Paul) dan para pasukan Kingsglaive lainnya bertekad untuk tetap melindungi wilayah kerajaan Lucis menghadapi setiap ancaman yang datang.

Kisah Prekuel dari Final Fantasy XV

Jalan cerita dari film Kingsglaive: Final Fantasy XV ini merupakan sebuah prekuel dari game Final Fantasy XV tersebut. Sudut pandang cerita dari film ini sendiri diambil tidak dari sudut pandang sang karakter utama, Noctis Lucis Caelum. Pada film ini cerita justru disuguhkan dari sudut pandang Nyx, raja Regis, dan juga putri Lunafreya. Sehingga bagi yang mengharap bisa bertemu dengan sosok menawan Noctis, sayangnya film ini tidak terlalu berfokus kepada Noctis.

Meski tidak terlalu terfokus kepada karakter utama dari game Final Fantasy XV itu sendiri, tetapi cerita dalam film ini merupakan sebuah prekuel yang dikemas secara apik. Film ini cukup menjawab pertanyaan mengenai kenapa terjadi perang antara kekaisaran Niflheim dengan kerajaan Lucis, apa sebenarnya kristal tersebut, serta yang terpenting adalah apa hubungan antara Noctis dengan putri Lunafreya.

Sebagai sebuah film yang merupakan bagian dari produk media mix jalan cerita di film ini benar-benar saling berkaitan dengan game Final Fantasy XV itu sendiri. Bisa dikatakan bahwa cerita di film ini berakhir dengan sedikit menggantung. Bagi yang penasaran bagaimana kelanjutan dari cerita di film ini, bersiaplah untuk menantikan rilis game Final Fantasy XV di platform PS4.

Gaya penceritaan yang cukup menggantung di akhir mungkin seringkali menjadi sebuah kelemahan tersendiri, dimana cerita yang disampaikan menggantung tanpa jawaban dan membuat konklusi akhir tidak terlalu jelas. Namun jika dilihat secara luas, bahwa film ini sejatinya adalah bagian dari sebuah produk media mix, maka hal ini tidak bisa terhindarkan lagi. Perlu dipahami bahwa inti dari media mix adalah satu produk media menjadi alat promosi (saling mendukung promosi) media-media lainnya (seperti halnya hubungan antara game dan anime dari seri The Idolm@ster). Oleh karena itu, sebagai sebuah “iklan” berdurasi 110 menit, Kingsglaive: Final Fantasy XV dikemas dengan akhir yang membuat penonton penasaran akan kelanjutan kisah yang akan dikisahkan dalam game nya.

Penuh Dengan Aksi Menegangkan

2 kingsglaive final fantasy xv

Secara visual film Kingsglaive: Final Fantasy XV menghadirkan kualitas visual yang sangat memukau. Penggunaan teknologi Motion Capture, tampilan karakter di film ini digambarkan dengan 3DCGI yang sangat detail. Pada beberapa adegan detail karakter yang ada tampil dengan detail yang cukup menakjubkan, dan mungkin akan membuat penonton berpikir “apakah ini live-action? Atau 3DCGI?”. Selain dari detail, berkat penggunaan Motion Capture gerakan animasi para karakter di film ini juga tampil dengan sangat luwes.

Meski demikian sayangnya pada beberapa bagian kualitas 3DCGI di film ini mengalami naik-turun. Di satu sisi ada momen dimana penonton disajikan dengan visual yang terlihat bagaikan sebuah live-action. Namun di sisi lain ada juga momen-momen dimana visual yang tampil terlihat sangat “game sekali”, tidak terlalu detail.

Berbicara mengenai visual, tidak berhenti hanya di karakter saja. Pencahayaan, objek, latar belakang dan pewarnaan dalam film ini hadir dengan tampilan yang tidak kalah memukau dan indah. Selain itu sebagai film dengan genre aksi, efek spesial dalam setiap pertarungan juga dikemas dengan sangat baik. Mulai dari sihir, monster raksasa, hingga adu teleport dengan skala cepat pada setiap pertarungan semua ditampilkan dengan baik dan mampu membangun sebuah adegan aksi yang sangat menarik dan menegangkan.

3 kingsglaive final fantasy xv

Selain elemen visual, cerita, serta gameplay, musik juga merupakan salah satu elemen yang cukup khas dari seri game Final Fantasy. Hal tersebut juga tak luput diangkat dalam film Kingsglaive: Final Fantasy XV ini. Selain melalui visual, musik di film ini sangat mampu membangun berbagai suasana yang ada di film ini mulai dari aksi hingga drama yang ada.

Penutup

IG kingsglaive

Meskipun game Final Fantasy XV terus menerus mengalami pengunduran tanggal rilis, namun akhirnya film ini bisa tayang di Indonesia tanpa mengalami pengunduran. Film ini menghadirkan kisah prekuel dari game Final Fantasy XV yang lebih berfokus kepada putri Lunafreya, raja Regis, dan alasan mengenai peperangan antara Niflheim dengan Lucis. Penggunaan sudut pandang ini berbeda dari game nya yang memiliki karakter utama Noctis. Komposisi antara kisah drama dan aksi di film ini juga hadir dengan sangat pas.

Secara kualitas visual dan juga musik, film ini hadir dengan kualitas yang menawan. Untuk anda para penggemar Final Fantasy atau yang masih menanti untuk bisa bermain game Final Fantasy XV, Kingsglaive: Final Fantasy XV menjadi film yang tentu tak boleh dilewatkan. Meski diangkat dari seri game yang cukup ternama, namun penonton yang belum pernah menyentuh Final Fantasy pun bisa juga dibuat kagum dengan jajaran pengisi suara di film ini yang dibintangi oleh para bintang Hollywood (dalam versi bahasa Inggris tentunya).

Untuk para penggemar mobil terutama mobil pabrikan Eropa, ada banyak fanservice disajikan untuk anda. Bisa dikatakan bahwa film ini banyak mendemonstrasikan betapa mobil pabrikan Audi (yang memang menjadi sponsor di film ini) sangat bisa diandalkan bahkan untuk mengantarkan seorang tuan putri dari kejaran monster raksasa dan serangan sihir yang memporak-porandakan seisi kota. Sangat disarankan untuk menonton film ini hingga akhir karena sosok Noctis dan ketiga kawannya muncul di akhir film ini. Bagi yang sudah bermain demo pertama dari game ini, mungkin bisa ingat sesuatu dari adegan akhir di film ini.

KAORI Newsline | Oleh Rafly Nugroho

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.