BAGIKAN

Tokyu Corporation (Tokyu), salah satu operator kereta rel listrik (KRL) di Tokyo, sempat membuat netizen wanita Jepang “tersentil”. Bagaimana tidak, sebuah video yang diunggah oleh Tokyu ke media sosial Youtube dengan maksud untuk menghimbau para wanita agar berhenti merias dirinya saat berada dalam kereta, malah menjadi sasaran kritik netizen karena dianggap terlalu jauh dalam mendikte kebiasaan penumpang.

Seperti dilansir dari Japan Times, Video berdurasi 30 detik berbahasa Jepang yang menampilkan aktris terkenal Sawa Nimura ini dimulai dengan kata-kata yang cukup provokatif, “Perempuan di kota ini semuanya cantik. Namun terkadang, mereka terlihat jelek.”

Screenshot dari video yang diunggah oleh Tokyu
Screenshot dari video yang diunggah oleh Tokyu

Sejumlah gerakan dan kata-kata yang cukup “mengena” yang ada dalam video ini sebenarnya bermaksud untuk menghimbau para penumpang wanita agar tidak merias diri di dalam kereta, seperti yang terdapat pada dialog “Mengapa anda tidak merias diri sebelum naik kereta?”.

Advertisement Inline

Sejumlah netizen Jepang, terutama wanita, menanggapi iklan masyarakat ini dengan respon yang bervariatif, ada yang setuju dan ada juga yang mengkritisi. Berikut “cuitan” beberapa netizen Jepang di Twitter yang cukup mendapat perhatian dari netizen-netizen lain:

“Saya bisa memahami apabila iklan Masyarakat Tokyu tersebut menghimbau untuk tidak memakai riasan pada kereta karena bubuk bedak dapat bertebaran ke mana-mana dan (mungkin) baunya mengganggu orang lain,” ujar Ryudo di akun Twitter-nya yang telah di-Retweet oleh 5,8 ribu Netizen Jepang. “Tetapi, mereka (Tokyu) tidak mempunyai hak untuk menyebut diriku ini cantik atau jelek.”

Selain Ryuko, ada satu tweet lagi yang cukup menarik dari akun @tinasuke:

“Jika perusahaan tersebut ingin melarang orang yang membuat orang lain tidak nyaman, maka mereka juga harus membuat iklan masyarakat untuk orang-orang yang berbau badan menyengat, atau orang-orang yang berbau alkohol atau mabuk,” tulis @tinasuke.

Namun, hal ini tidak mempengaruhi Tokyu sendiri. “Kami sendiri telah menerima banyak respon positif (mengenai iklan tersebut) ketimbang yang negatif,” sebut Masayuki Yanagisawa, juru bicara Tokyu. Dirinya menambahkan bahwa Tokyu tidak ada rencana untuk menghapus iklan tersebut.

Yanagisawa juga menegaskan bahwa Tokyu mengambil tema ini untuk videonya bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan hasil dari survey yang dirilis oleh Asosiasi Operator Kereta Swasta Jepang mengenai gangguan terhadap penumpang di dalam kereta yang mana menempatkan “merias diri dalam kereta” sebagai yang tertinggi ke-8 dalam daftar pengganggu di dalam kereta. Survey yang dilakukan antara bulan Oktober – November tahun lalu ini diikuti oleh 2,105 orang.

Iklan ini dirilis pada 16 September lalu di Youtube dan website Tokyu serta ditampilkan juga pada layar besar yang ada di simpang Shibuya. Selain itu, juga ada poster yang telah disebar dengan isi pesan yang sama.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.