BAGIKAN
KRL seri 6000 rangkaian 6105F yang kini menggunakan formasi 7 kereta | Foto: Adeliae

Mungkin banyak yang masih ingat kisah kereta rel listrik (KRL) KRL seri 8500 eks Tokyu Corporation (Tokyu) jalur Denentoshi dengan nomor rangkaian 8604F yang rangkaiannya dipanjangkan menjadi formasi 12 kereta dengan tambahan 4 kereta dari 8007F. Rangkaian tersebut menjadi rangkaian terakhir mendapat pemanjangan rangkaian oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam program penambahan KRL formasi 10 dan 12 kereta. Namun, artikel ini bukan membahas mengenai 8604F, melainkan akan membahas pemanjangan rangkaian ala Tokyu yang baru-baru ini dilaksanakan untuk armada jalur Oimachi.

Belum lama ini, Tokyu mengadakan program penambahan 1 unit kereta pada rangkaian KRL seri 6000-nya yang beroperasi di jalur Oimachi. Program penambahan 1 unit kereta ini merupakan langkah Tokyu untuk merespons naiknya jumlah penumpang yang menggunakan jalur tersebut. Naiknya jumlah penumpang di jalur Oimachi juga dipengaruhi frekuensi penumpang yang menggunakan jalur Denentoshi. Hampir serupa dengan program pemanjangan rangkaian kereta yang ada di Jakarta. Bedanya hanya Tokyu menambah isi rangkaian dengan kereta-kereta yang baru sedangkan di Jakarta dilakukan dengan merombak formasi beberapa rangkaian kereta.

Walau begitu, hanya rangkaian KRL seri 6000 yang akan digunakan untuk layanan ekspres sajalah yang mendapat program pemanjangan rangkaian. Ini dikarenakan beberapa stasiun yang melayani layanan lokal (KRL berhenti di tiap stasiun) tidak dapat ditambah lagi panjang peronnya seperti stasiun Kuhonbutsu yang hanya bisa menampung KRL formasi 4 kereta.

KRL seri 6000 ini aslinya menggunakan formasi 6 kereta tiap rangkaiannya dengan susunan 3 kereta penggerak (M) dan 3 kereta trailer (T) alias 3M3T. Seiring berlakunya program ini, maka ditambahlah satu M dengan nomor kereta 630x pada tengah-tengah rangkaian sehingga konfigurasinya menjadi 4M3T di mana 630x(T) – 660x(Tc1) mundur 1 digit penomorannya.

efek pemanjangan rangkaian, クハ6605 yang berubah nomor menjadi 6705. | Foto: Adeliae

Formasi Awal:

RangkaianTc2MTMMTc1
Tipeクハ6100デハ 6200サハ 6300デハ 6400デハ 6500クハ 6600

Formasi Baru:

FormasiTc2MMTMMTc1
Tipeクハ6100デハ 6200デハ 6300サハ 6400デハ 6500デハ 6600クハ 6700
Kereta penggerak (M) tambahan dari rangkaian 6103F, 6303. | Foto: Adeliae

1 unit kereta tambahan tersebut dipesan oleh Tokyu kepada Japan Transport Engineering Company (J-TREC), anak perusahan East Japan Railway Company (JR East) yang dibeli dari Tokyu, sama seperti rangkaian aslinya yang juga dibuat oleh J-TREC. Kereta-kereta tambahan tersebut selesai dibuat oleh J-TREC pada Agustus 2017.

Program penambahan kereta ini dimulai pada tanggal 4 November 2017. Hingga kini, sudah ada 2 rangkaian KRL seri 6000 SF7 yang beroperasi yaitu 6103F dan 6105F dan satu lagi yang akan segera menyusul yaitu 6106F. Total ada 6 rangkaian yang akan dipanjangkan menjadi formasi 7 kereta.

Oimachi
KRL seri 6106F yang baru saja selesai program pemanjangan rangkaian menjadi formasi 7 kereta | Foto: Adeliae

Tidak sampai di situ kabar segar dari Tokyu. Tokyu telah mengumumkan bahwa mereka akan segera menambah armada baru untuk jalur Oimachi yaitu KRL seri 6020 sebanyak dua rangkaian. KRL dengan formasi 7 kereta ini akan diperkenalkan kepada publik pada musim semi 2018 mendatang. Kehadiran rangkaian baru ini merupakan bagian dari rencana Tokyu dalam mengatasi masalah rush hour pagi hari di jalur Oimachi.

Desain KRL seri 6020. Hanya berbeda warna strip dengan KRL seri 2020 jalur Denentoshi.

Cemplus Newsline by KAORI | Teks oleh Farouq Adhari, Foto oleh Adeliae.