SHARE
© Rimawarna

reon

Lingkar kreatif Rimawarna kembali merilis buku antologi terbaru mereka. Lewat buku Gaudeamus, Rimawarna kembali menyajikan kisah-kisah dari sekitar dunia perkuliahan.  Bukan pertama kali ini lingkar Rimawarna menyentuh topik tentang mahasiswa dan segala hingar bingar kehidupan sehari-hari mereka. Sebelumnya mereka telah merilis dua buku antologi dalam seri Semester, yang juga menyentuh tema yang sama. Seri Semester sudah sering dipasarkan dalam berbagai event pasar kreatif lokal, dan memiliki cult following tersendiri.

“Bagi sebagian penikmat atau pencipta karya fiksi populer di Indonesia, entah itu tulisan, komik, animasi atau video game, latar belakang kehidupan kampus mungkin tak semarak kehidupan SMA,” Tutur Winsen Tandra selaku kepala redaksi dari lingkar Rimawarna. Tim penyusun memiliki pertimbangan untuk mengangkat kisah dari jenjang pendidikan tertinggi dalam Gaudeamus. Mereka menekankan konsep “transisi”, atau coming of age sebagai warna utama dari antologi cerpen ini. “Anda mungkin merasakan culture shock di hari pertama menduduki bangku kuliah. Segala retorika ‘kamu bukan anak-anak lagi’ dan ‘berhenti bermain-main’ dilambungkan terus-terusan ke hati dan pikiran Anda dan tanpa sadar, Anda sudah berdiri podium gedung serba guna, menunggu rektor untuk mengeser tali topi hitam Anda. Anda pun mungkin akan bertanya, ‘Apa aku sudah cukup dewasa?’” tambahnya.

Judul Gaudeamus sendiri diambil dari Gaudeamus Igitur, sebuah lagu wisuda populer. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Gaudeamus tidak memiliki perbedaan tema dengan dua buku Semester terdahulu. “Buku ini masih membawa spirit dari antologi Semester dan Satu Semester Lagi yang sudah kami terbitkan dulu, namun dengan racikan baru,” jelas Winsen. “Kali ini cerita-ceritanya berlatar tempat sama, yaitu sebuah universitas fiktif di kota Bandung. Karakter-karakternya akan berinteraksi di dalamnya. Terdapat keterkaitan antara satu cerita dengan cerita lainnya.”

Cerita dalam Gaudeamus mengambil sudut pandang dari berbagai tokoh yang saling terhubung oleh satu entitas yang sama, yaitu sebuah universitas bernama Universitas Wiranatakusumah yang berada di kota Bandung. Terdapat lima cerita berbeda yang saling terkait satu sama lain. Setiap cerita saling melengkapi cerita lainnya sehingga membentuk sebuah universe yang koheren.

© Rimawarna

Gaudeamus akan dibuka dengan cerita Catut oleh Meka Medina. Dalam cerita ini, sekelompok teman dari UKM musik elektronik – Pras, Kai, dan Teo, menyelediki kasus pencatutan nama UKM mereka dalam sebuah acara campus party yang dilarang oleh pihak kemahasiswaan kampus Unwira.

© Rimawarna

Dalam cerita Forget Regret or Life is Yours to Miss dari asteRiesling, dua sekawan Bianca dan Leo mencoba merintis UKM musikal dan harus menyelesaikan berbagai masalah yang ada di hadapan mereka. Baik mencari anggota potensial sampai menyeimbangkan aktivitas UKM dengan mengerjakan skripsi.

© Rimawarna

Sisi lain dunia perkuliahan dapat disimak dalam Malam Terang karya Nana Hanifah, yang justru mengambil sudut pandang dari seorang siswi SMA! Dalam sebuah kelas bimbingan belajar, empat murid SMA dengan latar belakang berbeda: Lia, Gadis, Jonathan, dan Sahid, berjuang keras dalam kelas pemantapan, tepat sehari sebelum SBMPTN. Bukan hanya soal-soal trigonometri saja yang harus mereka kuasai, namun mereka juga harus “berdamai” dengan permasalahan pribadi masing-masing.

© Rimawarna

Dalam kisah Kertas Jawaban dari Rafly Raditya, para pembaca akan diajak menyelami jalan pikiran seorang mahasiswa yang mendapat kepercayaan sebagai asisten dosen. Saat sedang menilai tugas akhir kalkulus mahasiswa, ia mencoba menganalisa sifat dan kebiasaan mereka; terutama mereka yang senang menyontek!

© Rimawarna

Pada cerita terakhir yaitu Sinema Senja dari Nyaa, kita kembali diajak melihat dunia perkuliahan dari tokoh yang bukan mahasiswa itu sendiri. Kali ini adalah seorang petugas cleaning service! Sosok yang biasa dipanggil Mang ini telah menjalani kehidupan dalam kampus lebih lama dari siapapun. Dalam satu hari menjelang sebuah peristiwa rutin di kampus Unwira, Mang kembali mengingat-ingat kejadian di masa lalu serta interaksinya dengan para mahasiswa sambil terus menjalankan tugasnya.

© Rimawarna

Buku Gaudeamus bisa didapatkan dengan memesannya lewat form pre-order yang sudah disediakan oleh Rimawarna (http://bit.ly/rimawarna-gaudeamus). Anda juga dapat menjumpai buku ini pada event Creators Super Fest di Pullman Convention Jakarta, tanggal 29-30 April 2017. Gaudeamus serta produk lain dari Rimawarna dan NovelRingan.Moe dapat ditemukan di booth RC35.

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.