BAGIKAN

Setelah absen dalam satu perhelatan di Februari kemarin, lingkar kreatif Rimawarna kembali hadir di Comic Frontier 13 dengan produk terbaru mereka, VIVA: Sebuah Zine Tentang City Pop. Sesuai subjudulnya, VIVA mengangkat tema musik city pop, sebuah cabang musik yang berkembang di Jepang pada tahun 70-80an.

“Zine musik begini bisa hit beberapa niche sekaligus. Musik kena, penggemar budaya Jepang juga dapat. Mereka yang dari kedua latar hobi tadi biasanya mengenal city pop. Minimal pernah dengar Plastic Love-nya Mariya Takeuchi, lah atau dapat rekomendasi dari algoritma YouTube,” sebut Winsen dari Rimawarna soal latar belakang pengerjaan zine ini.

Advertisement Inline

VIVA menyajikan delapan artikel berilustrasi yang mengulas berbagai musisi city pop. Mereka mewakili momen spesifik dalam perkembangan music tersebut; dimulai dari pergerakan awal yang diprakarsai serangkaian artis seperti Tatsuro Yamashita dan Eiichi Ohtaki hingga era puncak city pop sebagai komoditi komersial dengan artis kenamaan seperti Toshiki Kadomatsu, Miki Matsubara dan Junko Ohashi tampil di muka.

“City pop adalah genre musik yang sangat menarik karena ia mencampurkan berbagai macam genre musik seperti jazz, funk, soul, disco, soft rock, AOR bahkan sampai latin. City pop bukan hanya menjadi genre semata tetapi ia juga bertindak sebagai simbolisasi warga Jepang dalam mengonsumsi budaya pop dan modern dari dunia barat dengan segala kegemerlapan dan kehedonisannya,” ujar Luthfi Suryanda Atmojo, jurnalis musik serta researcher untuk VIVA.

“Dalam buku VIVA pembaca bisa merasakan sendiri bagaimana city pop menjadi sebuah budaya yang terus dilestarikan sampai ke generasi sekarang lewat profil artis city pop serta ilustrasi yang melambangkan kemewahan Jepang di era 80’an,” lanjutnya.

Para ilustrator di zine VIVA memiliki minat yang besar terhadap perkembangan musik city pop. Minat tersebut mampu direfleksikan dalam setiap artwork dalam zine ini, yang menampilkan sebuah estetika khas dengan efek nostalgia yang kuat. Tak hanya ilustrator tuan rumah Rimawarna saja yang terlibat seperti Blueriest, asteRiesling dan Fibertrash; ilustrator tamu lain turut ambil bagian seperti Marquee Adam (MARCH OF VENUS) dan komikus Winternesia, Dewanto Faris.

“Orang-orang kebanyakan tau city pop dari Mariya, tapi kalo saya malah si Miki Matsubara. Sejak pertama dengar lagu dia yang berjudul Stay With Me jadi pengen nelusurin musiknya dan jadi banyak nemu musisi-musisi yang ajib di genre ini seperti Taeko Ohnuki dan Junko Ohashi,” ujar ilustrator Blueriest. “Bagi saya sih, genre ini emang cocok didengar disemua kalangan, bahkan saya yang tergolong masih muda. Sebagai orang yang suka city pop, udah senang banget bisa berkesempatan untuk ikut partisipasi dan jadi illustrator utamanya.”

“I really glad to participate in this awesome project, gue senang ada yang ngebahas city pop secara mendalam, dan bisa dijadiin zine gini, semoga semakin banyak yang denger city pop, terimakasih Rimawarna buat kesempatannya,” sambung ilustrator Marquee Adam.

VIVA bisa didapatkan di circle space 6b-nya Rimawarna x Wibuverse di Comic Frontier 13 pada 7-8 September 2019 nanti di Balai Kartini Jakarta, lewat pre-order.

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.