BAGIKAN

Konser special performance merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para pengunjung perhelatan Gelar Jepang Universitas Indonesia. Selalu digelar sebagai malam perhelatan salah satu perhelatan budaya Jepang ini, konser yang digelar pada hari terakhir acara ini (Minggu, 6 Agustus) kembali menghadirkan berbagai artis dan musis J-Pop dari dalam negeri serta Jepang.

Setelah di bagian sebelumnya kami telah menyajikan penampilan dari tiga bintang tamu yang sudah malang melintang di berbagai acara jejepangan di Indonesia (Henohenomoheji, Yumi, dan RedShift), tulisan ini akan menyajikan dua bintang tamu asal Jepang yang naik panggung pada paruh akhir konsernya, grup idola Enka Girls dan solois pendatang baru Namua Morimoto.

Enka Girls

Setelah penonton puas dihibur oleh penampilan RedShift, grup idola Enka Girls yang juga ditunggu-tunggu oleh para penonton akhirnya naik panggung. Seakan-akan tidak mau kalah dengan RedShift, grup idola ini juga tampil dengan membawa perangkat DJ Set yang dimainkan oleh salah satu membernya, DJ Airi.

Setelah semua membernya naik ke atas panggung, Enka Girls membuka penampilannya dengan lagu berjudul “Haniwa Burida yo Zense wa“. Sedikit berbeda dengan grup idola lainnya, lagu ini tampil dengan memadukan elemen musik tradisional Enka di dalamnya. Para penonton yang tampaknya didominasi oleh fans yang meng-oshi-kan Anju dengan kompak menerikkan berbagai chant dengan kompak sesuai irama.

Selepas memperkenalkan para membernya serta pengumuman kolaborasinya bersama musisi sekaligus produser di dunia musik Indonesia, Kevin Aprilio, pada jeda setelah penampilan lagu pertama, mereka kemudian membawakan lagu milik band Vierratale berjudul “Faith“. Lagu yang awalnya sudah cukup terasa begitu “Jepang” kini terasa semakin “Jepang” setelah dibawakan oleh mereka.

Penampilan Enka Girls kemudian dilanjutkan dengan lagu “Sekai Douji Tahatsu Kiss” dan akhirnya ditutup dengan lagu andalan mereka, “Chome Rhythm“. Tak kalah bersemangat dengan para member, para penonton juga tetap kompak ber-chant ria sampai lagu terakhir.

Namua Morimoto

Setelah dihibur oleh empat penampilan yang begitu nge-rock (Henohenomoheji dan Yumi) serta yang membuat para penonton meneriakkan chant dengan kompak (RedShift dan Enka Girls), konser special performance GJUI 23 pun akhirnya ditutup dengan penampilan dari solois pendatang baru asal Jepang, Namua Morimoto. Berbeda dengan penampil sebelumnya, ia tampil dengan membawakan musik R’n’B dengan lagu-lagu bertema asmara.

Dalam paruh pertama penampilannya, ia membawakan 4 lagu, yaitu “Doushitemo Suki de“, “Kimi to no Yakusoku“, “Sokubaku“, dan “alone time“. Bila dalam penampilan sebelumnya para penonton begitu bersemangat meneriakkan berbagai chant sesuai irama lagu, penonton pun ikut terhanyut dengan lagu-lagunya yang hadir dengan tempo sedikit lebih lambat serta nuansa kegalauan yang begitu kental lewat liriknya.

Di sela penampilannya, Namua yang mengaku baru pertama kali tampil di luar negeri merasa senang dengan sambutan meriah para penonton yang memadati special performance GJUI 23. Ia kemudian berterima kasih kepada penonton dan berpesan untuk terus mendukung karirnya. Penampilan Namua serta acara special performance GJUI pun ditutup dengan. “Sen no Yoru, Sen no Koi (1000 Nights, 1000 Love)“, lagu andalannya dengan video musik yang berhasil ditonton lebih dari 600 ribu kali di situs YouTube.

Seperti para bintang tamu lainnya, Namua menutup penampilannya dengan berfoto bersama para penonton di atas panggung.

KAORI Newsline | Ditulis Oleh: Tanto Dhaneswara