BAGIKAN

Grey dan Jingga akhirnya kembali lagi dengan komik berjudul ‘Grey & Jingga Purple Sunday’. Sekilas membaca halaman awal dari komik ini saya menyadari bahwa yang menjadi awal permulaan konflik yang ingin ditunjukan dalam cerita ini adalah hubungan antara Grey dan Jingga yang sudah memasuki fase atau tahap ‘jenuh’. Terlebih lagi, diceritakan dalam komik tersebut hubungan mereka telah hampir memasuki tahun ke-3.

Jenuh, Titik Awal Konflik yang Dimunculkan di Komik Ini.

Kejenuhan Adalah Hal yang Wajar

Dalam setiap hubungan pasti pernah mengalami yang namanya rasa jenuh dan suatu hal yang jarang dipahami adalah, kejenuhan yang dirasakan sebenarnya adalah sebuah hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Bahkan terkadang kita sendiri merasa jenuh ataupun bosan dengan hal lainnya, tidak hanya dalam sebuah hubungan. Saya sendiri yang pernah menjalin sebuah hubungan selama hampir 2 tahun, berkali-kali dilanda oleh perasaan jenuh ataupun bosan selama berhubungan dengan pasangan yang saya cintai tersebut, bahkan saat ini saya pun mengalami rasa jenuh dalam masa kejombloan selama setahun ini. Jadi, jenuh merupakan suatu hal yang wajar, tidak peduli kamu sedang menjalin sebuah hubungan ataupun tidak

Sosok Grey, Pria yang menjalin hubungan dengan Jingga hampir selama 3 tahun

Rasa jenuh inilah yang akhirnya juga dirasakan oleh Jingga kepada pasangannya Grey, pengalaman spesial dan kejutan-kejutaan di awal hubungan yang dirasakan menjadi semakin biasa saja, terlebih lagi Jingga pun sudah mengenal Grey sejak kecil. Hal tersebut membuatnya menjadi mengenal luar-dalam dari sosok pasangannya tersebut. Bisa diduga hal ini yang mungkin menjadi salah satu pemicu kejenuhan yang dirasakan oleh Jingga.

Belajar Memahami dan Mengatasi Kejenuhan Hubungan

Advertisement Inline

Seperti yang dijelaskan di atas, kejenuhan merupakan sebuah hal yang wajar dalam sebuah hubungan, oleh karena itu sudah sewajarnya kita belajar untuk memahami dan kejenuhan yang pasti akan selalu hadir dalam setiap hubungan, bukannya membiarkan kejenuhan tersebut yang pada akhirnya tanpa disadari menjadi pisau yang akan menunsuk dan membunuh hubungan secara perlahan.

Nyatanya, Grey dan Jingga memiliki hubungan percintaan yang stabil dan sangat dekat.

Sebenarnya banyak faktor yang dapat  dapat memicu perasaan jenuh dalam sebuah hubungan, namun saya hanya akan membahas tentang rasa jenuh yang digambarkan dalam komik ini. Bagi saya sendiri, hubungan antara Grey dan Jingga sebenarnya miliki sebuah hubungan yang stabil. Kejenuhan yang muncul di antara mereka adalah perasaan jenuh  dikarenakan hubungan yang memang sangat dekat dan berjalan tanpa konflik yang berarti. Bahkan dari percapakan Jingga dan Zahwa, diketahui bahwa kedua orang tua mereka sudah saling mengenal satu-sama lain yang menunjukan seberapa dekat hubungan mereka berdua. Jadi, bukan kejenuhan yang dirasakan karena munculnya orang ketiga atau pun sikap pasangan yang berubah. Namun sepertinya hal ini yang tidak disadari oleh Jingga, ataupun sepertinya juga Grey.

Hadirnya Kembali Kejutan yang Telah Lama Hilang

Hal yang paling mudah untuk menghilangkan rasa jenuh adalah mengembalikan ‘kejutan-kejutan’ yang telah lama hilang. Salah satunya adalah mencoba pengalaman atau tantangan baru, Dalam komik ini, hal tersebut ditunjukan dengan hadirnya sosok Nila, keponakan dari Grey yang  dititipkan kepadanya selama 2 minggu.

Sosok Nila yang Hadir Ditengah Kejenuhan Hubungan Grey dan Jingga.

Menurut saya, dengan hadirnya sosok Nila dapat dipastikan akan banyak pengalaman baru dalam hubungan antara Grey dan Jingga, terlebih lagi mereka berdua akan harus merawat Nila selama 2 minggu. Tanpa disadari akan banyak pengalaman baru yang akan mereka berdua hadapi dan secara perlahan pengalaman tersebutlah yang membuat kejenuhan dalam hubungan mereka menghilang. Kurang lebih itulah tebakan saya setelah selesai membaca chapter pertama dari komik ini.

Dalam hubungan percintaan sendiri, selain mencoba pengalaman baru sebenarnya masih ada banyak hal lainnya yang dapat dilakukan untuk menghilangkan dan menghadapi rasa jenuh, seperti misalnya menentukan tujuan dari sebuah hubungan agar tidak berjalan di tempat dan berakhir menjadi sebuah hubungan yang membosankan, atau pun belajar bagaimana caranya mengapresiasi pasangan yang secara tidak langsung akan sangat membantu dirimu untuk terhindar dari rasa jenuh dan membuat pasangan semakin mencintai diri Anda karena merasa dirinya dihargai. Namun hal tersebut tidak dapat saya bahas disini karena sepertinya akan keluar dari topik ulasan.

Take A Break bukan cara yang tepat menghilangkan kejenuhan.

Akhir kata, saya menyukai seri terbaru dari Grey & Jingga ini. Seperti komik yang sebelumnya, sang pengarang Sweta Kartika kembali berhasil memberikan berikan sudut pandang baru tentang hubungan percintaan kepada diri saya. Bagi Anda yang memang tertarik dengan komik percintaan namun bosan dengan kisah percintaan di komik pada umumnya, menurut saya cobalah untuk membeli komik ini dan juga buku lamanya yang belum lama diterbitkan ulang. Saya yakin setelah membaca seri Grey &  Jingga akan ada beberapa hal dalam hubungan percintaan yang mulai dapat Anda lihat dari sudut pandang yang berbeda.

KAORI Newsline

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.