BAGIKAN

Flashfic: Incident on a Date, karya Ritsu

nyamuk_5

“Jadi, kau akan mengajaknya berkencan hari ini?”

Seorang temanku menanyakan hal itu dihujung pertemuan kami.

“Kurasa begitu” jawabku dengan santai.

“Semoga beruntung yah” temanku yang lain memberiku dukungan agar rencanaku berhasil.

“Ya, terima kasih ya.”

“Kalau begitu, kami akan pergi sekarang.”

Mereka pun pergi meninggalkanku. Aku pun beranjak pergi menuju ke tempat dimana aku dan sang primadona hatiku berjanji untuk bertemu. Saat aku sampai disana, dia telah menungguku, terlihat begitu menawan, berbeda dari biasanya.

“Ah maaf. Kamu menunggu lama ya, Akari?”

“Tidak juga kok, Kazuko. Aku juga baru sampai.”

Kami menghabiskan waktu berharga kami bersama. Aku selalu mengidamkan hari-hari seperti ini, hari ini adalah hari terindah dalam hidupku. Aku akan selalu mengenangnya sepenjang hidupku.

Setidaknya, itulah yang kuinginkan…

Aku tersadar dan mendapati Akari terbaring di sampingku. Aku mengangkat tubuhnya, dan sebuah pemandangan mengerikan tampak di depan wajahku. Tubuh Akari, mulai dari pinggang kebawah, hancur berlumuran darah.

“Akari, Akari! Bangunlah!”

Aku berusaha membangunkan Akari yang tak sadarkan diri. Dia masih hidup, dia masih hidup! Dia tak mungkin mati!

Saat itulah, aku mencium aroma menyengat disertai asap yang mulai mengepungku. ‘Asap ini… Racun?’ pikirku kemudian.

“Akari! Akari! Kita harus pergi dari sini!”

Sesaat kemudian, Akari membuka matanya perlahan. Pandangannya tampak kosong, menatap ke arah langit-langit.

“Kazuko?” ucapnya lirih.

“Ya, Akari, aku disini.”

Dia merentangkan tangannya ke depan, aku meraihnya dan membawanya ke pipiku. Air mataku menetes ke tangan Akari yang mulai dingin.

“Kazuko, terima… kasih… Ha… ini… s…gat m…nye…kan ba…iku…”

Akari tersenyum, Air matanya mengalir dari kedua matanya. Pemandangan ini begitu menusuk hatiku. Tanganku terus menggenggam erat telapak tangannya seakan-akan jikalau aku melepaskannya, dia akan menghilang dari dunia ini.

“Pergi… Kazu… Tinggalkan aku…”

Akari kembali menutup matanya. Tangannya terjatuh dari genggamanku dan terkulai lemas disamping tubuhnya.

“Akari? Akari?! AKARI!!!”

Aku memeluk tubuhnya dan berteriak sejadi-jadinya. Yang kucintai, yang kusayangi, pergi untuk selamanya di depanku? Tidak, ini tak mungkin terjadi, ini tidak mungkin!

“Aku akan menyelamatkanmu Akari, aku janji!”

Dalam keputusasaan, aku mengepakkan kedua sayapku sambil terus memeluk Akari dan membawanya terbang, meninggalkan tempat ini. Namun asap beracun tadi telah membuatku lemah sehingga aku kembali terjatuh ke tanah. Dan kemudian, sebuah tangan besar sudah bersiap untuk menimpa kami dari atas disertai suara menggelegar

“Mati kau, nyamuk sialan!”

***

*cerita ini hanya fiktif belaka, bukan pengalaman pribadi penulis, dan kesamaan nama, tempat, maupun cerita semata kebetulan belaka. Tautan cerita : Incident on a Date

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.