Reina Ueda dan fhána Akan Bernyanyi Untuk Anime Märchen Mädchen

0
©MMM/Maerchen Maedchen Project

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnyaMärchen Mädchen, novel ringan yang ditulis oleh almarhum Tomohiro Matsu dan diilustrasikan oleh Kantoku ini akan diadaptasi menjadi anime. Rencananya anime ini akan ditayangkan di Jepang pada bulan Januari tahun 2018 mendatang.

Kini diumumkanlah bahwa fhána dan Reina Ueda akan bernyanyi untuk anime ini, di mana fhána akan menyanyikan lagu pembukanya, sementara itu Reina Ueda akan menyanyikan lagu penutupnya. Reina Ueda sendiri juga akan menjadi seiyuu di anime ini, di mana dirinya berperan sebagai sosok Arthur Pendragon.

Shigeru Ueda (RIN – Daughters of Mnemosyne) akan berperan sebagai sutradara di anime ini, di bawah pengawasan Hisashi Saito (Fantasista Doll) selaku kepala sutradara. Yuri Morikawa (Fantasista Doll) akan mengadaptasi desain karakter dari Kantoku ke dalam bentuk animasi. Anime ini sendiri akan diproduksi oleh Hoods Entertainment.

Novel ringannya sendiri didasarkan dari konsep buatan Tomohiro Matsu yang telah dikerjakan selama 3 tahun dan selesai sebelum beliau meninggal. Pekerjaan tersebut masih dikreditkan kepada beliau dengan bantuan StoryWorks, dan diilustrasikan oleh Kantoku. Shueisha pertama kali menerbitkan novel ini pada 24 Februari 2017 dan dicetak oleh Dash X Bunko, sementara edisi keduanya telah rilis 25 Juli 2017 lalu.

Advertisement Inline

Märchen Mädchen sendiri bercerita tentang Hazuki Kagimura, seorang gadis normal yang suka menyendiri. Dikarenakan hubungan dengan keluarga barunya yang kurang baik, dia suka menyendiri dan menghabiskan waktunya untuk berfantasi dengan membaca cerita dan buku. Suatu hari sepulang sekolah saat di perpustakaan, salah satu rak yang berada di sana mengirimnya menuju sekolah sihir di dunia lain. Di sekolah sihir tersebut dia bertemu dengan Shizuka Tsuchimikado. Dia pun menyadari bahwa setiap gadis yang dipanggil ke sekolah tersebut (disebut Mädchen) adalah gadis yang terpilih oleh dongeng atau cerita rakyat untuk menggunakan sihir dari dongeng atau cerita rakyat tersebut. Dan sekolah sihir sendiri bertugas sebagai pengajar agar mereka dapat menggunakan sihirnya dengan baik. Hal tersebut dilakukan agar gadis-gadis terpilih tersebut dapat bersaing dalam kompetisi tahunan Hexen Nact (Malam Penyihir). Yang di mana satu keinginan dari pemenang kompetisi akan dikabulkan secara ajaib. Cerita yang terlibat termasuk Putri Kaguya, Issun-bōshi, Der Freischütz, Shuten-dōji, Gadis Kecil Penjual Korek, The Gigantic Turnip, Legenda Arthuria, dan Ramayana.

KAORI Newsline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.