Onnies dan Aliga bersama penerjemahnya

Dalam event Starnifet (Starlight Nippon Festival) 2017 di Square Ballroom, ICBC Center, Surabaya minggu (19/11) lalu, tim KAORI berkesempatan melakukan wawancara dengan dua guest star cosplayer, Aliga dari Tiongkok dan Onnies dari Thailand. Bagaimana awal mula mereka meniti karir sebagai cosplayer? Apa tanggapan mereka tentang fans Indonesia? Simak serunya wawancara mereka di sini:

Onnies, Aliga, dan Tomia

Sudah berapa kali ke Indonesia? Bagaimana kesannya?

Aliga (A): Ini kedua kalinya saya datang ke Indonesia dan saya senang bisa datang lagi. Saya senang berkunjung ke berbagai negara dan merasakan pemandangan yang berbeda dari masing-masing kota. Saya juga suka makanan Indonesia, terutama ayamnya.

Advertisement Inline

Onnies (O): saya sudah sering berkunjung ke Indonesia sampai lupa berapa kali, tapi ini kedua kalinya saya datang ke Surabaya. Hal yang paling berkesan di Indonesia yang utama adalah makanannya. Sebenarnya makanan indonesia tidak jauh berbeda dengan thailand, agak mirip, hanya saja makanan Indonesia lebih pedas. Kemarin saat dinner saya makan bebek. Enak sekali, saya belum pernah makan itu sebelumnya dan saya suka banget.

Selama bercosplay, karakter apa yang paling sulit buat dicosplaykan?

A: Saya sudah mulai cosplay dari umur 14, berarti sekarang sudah sekitar 6 tahun. Karakter yang sulit di cosplay biasanya yang dewasa, karena tinggi badan saya tidak memadai. Jadi kalau foto susah cari angle yang pas.

O: Saya sudah cosplay selama bertahun-tahun. Tiap karakter itu punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda, bukan hanya dari segi kostumnya, tapi juga make-up dan emosinya. Contohnya ketika memerankan karakter yang cool, bagi saya itu susah. Dari kostum, kostum tersusah yang pernah saya pakai adalah Lightning dari Final Fantasy XIII karena armor-nya. Saya respect dengan cosplayer yang cosplay sebagai Lightning karena pakai armor-nya itu susah.

Bagaimana awal mula ceritanya bisa terjun di dunia cosplay? Apa ada hal yg berkesan atau memorable selama cosplay?

A: Awal mula saya jadi cosplayer itu karena ayah saya hobi bermain game komputer. Saat saya berumur sekitar 4-5 tahun saya biasanya duduk melihat ayah saya bermain komputer dan karena itu saya menyukai game dan anime. Kemudian dia juga mengajak saya ke event-event dan saat itulah saya mengenal cosplay. Saya ingin menjadi karakter dan melalui cosplay saya berharap keinginan itu dapat terwujud. Cosplay juga mengubah saya karena sebelumnya saya orang yang sangat pemalu dan takut untuk berbicara dengan orang baru, namun setelah cosplay saya jadi mengenal banyak orang baru yang juga suka anime dan sehobi.

Aliga dan translatornya

O: Saya cosplay karena pengaruh teman-teman saya. Jadi dulu saat saya SMA saya sangat suka, bukan hanya suka sih, saya saat itu maniak game online.

Boleh tahu judul gamenya?

O: Pangya.

Oh, Pangya!

O: Ah, ada yang tahu rupanya (tertawa). Ya, saat itu saya dan teman-teman suka game itu. Kemudian kita berpikir “Hey, ayo kita coba hal lain selain main bareng”. Saat itu di game itu ada event cosplay jadi kita semua mencoba menjadi cosplayer. Pertamanya saya sangat malu, tapi karena saya bareng teman lama-lama jadi menyenangkan.

Adakah achievement lain yang ingin diraih sebagai cosplayer?

A: Sebenarnya saya sendiri tidak ada target yg muluk-muluk dalam cosplay. Saya cuma berharap bisa bertemu orang-orang baru yang sehobi lewat cosplay. Terutama bisa bertemu Tomia karena biasanya saya cuma bisa melihat lewat layar komputer.

Memang ketika pertama kali bertemu Tomia bagaimana kesannya? Bagaimana kamu mengekspresikannya?

A: Senang sekali. Saya meminta berfoto selfie dengan dia kemarin.

Apa tidak berteriak “Kyaaa” gitu?

A: (tertawa)

Onnies

O: Saya sendiri tidak punya tujuan yang spesifik. Saya cuma senang melakukan apa yang saya suka sekarang. Mungkin saat ini saya ingin bercosplay selama mungkin dan saya berterima kasih sama hobi cosplay karena melalui cosplay bisa ketemu teman-teman baru termasuk teman-teman di sini.

Terakhir, apa yang ingin kalian sampaikan pada semua fans kalian terutama yang ada di Indonesia?

A: Saya sangat senang dapat fans banyak. Fans saya banyak bertambah saat bercosplay menjadi Kizuna Ai. Saya sangat senang dengan komentar-komentarnya. Karena kesibukan saya tidak bisa mengecek semua komentar tapi ada teman saya yang membantu. Jadi biasanya teman saya memberi tahu komentar-komentar yang menarik buat dibaca.

O: Saat ini cosplay sudah lumayan ramai komunitasnya, tapi jika dibandingkan dengan komunitas lain, cosplay ini masih kecil. Karena itu ayo kita saling mendukung dan menghindari drama-drama di cosplay. Jika kita suka hal yg sama kenapa kita tidak saling support dan bekerja sama agar cosplay menjadi lebih baik lagi.

KAORI Newsline | Wawancara dan foto oleh Irfan Dhafirwan | Teks dan terjemahan oleh Dany Muhammad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.