BAGIKAN
Di lantai 2 Stasiun BNI City | Foto: Fasubkhanali

Pada Senin (11/12), terdengar desas-desus bahwa akan ada peresmian pengoperasian Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) di Stasiun BNI City. Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang rencananya akan meresmikan operasional KA Bandara di stasiun yang sebelumnya juga dikenal dengan nama Stasiun Sudirman Baru itu. Terlepas dari kabar itu, KAORI tanpa rencana mencoba melihat secara langsung kondisi Stasiun BNI City.

KAORI berjalan menuju Stasiun BNI City dari Halte Tosari melalui Jalan Tanjung Karang. Kondisi jalur pedestrian yang kurang nyaman ditambah adanya proyek pembangunan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Dukuh Atas menjadikan jalan ini bukanlah jalan yang tepat dan nyaman sebagai akses pejalan kaki dari halte Transjakarta menuju Stasiun BNI City.

Selain akses dari arah Jalan Tanjung Karang, sebenarnya terdapat akses lain dari depan Stasiun Sudirman melalui Jalan Kendal. Namun, kondisi trotoar yang ada pun juga tak kalah buruknya. Trotoar yang sempit serta harus ‘menabrak’ tiang-tiang listrik, jelas akan mengganggu arus pejalan kaki antara Stasiun BNI City dengan tempat-tempat di sekitarnya. Terlebih, bila seorang pedestrian membawa barang seperti koper.

Sesampainya di depan Stasiun BNI City, KAORI sempat kebingungan karena tidak tahu mana akses untuk pejalan kaki dan mana akses untuk kendaraan. Akhirnya, KAORI memilih untuk masuk melalui akses kendaraan yang menuju lantai 1 Stasiun BNI City. Terlihat beberapa kendaraan operasional dari beberapa stasiun televisi swasta yang sepertinya menunggu kabar peresiman KA Bandara. Debu-debu proyek juga masih banyak bertebaran di area stasiun.

Akses pejalan kaki yang dipertanyakan | Sumber: Adriansyah Yasin

Saat sampai di area lantai 1 Stasiun BNI City, area parkir dan drop off telah disediakan. Untuk area drop off, lantainya telah dipasang ubin yang berkilau namun sedikit licin bagi pejalan kaki. Penumpang nantinya dapat masuk melalui pintu masuk dari area drop off di lantai 1 maupun di lantai dasar.

Di lantai 1 Stasiun BNI City, terdapat satu gerai yang menjual makanan dan minuman yang sudah beroperasi serta terdapat kantor cabang dari BNI. Selain itu, terdapat juga area toilet di sisi Timur dan Barat dan area gate in/out di bagian tengah stasiun. Setelah melakukan tap-in, penumpang dapat menuju area peron di lantai dasar menggunakan travelator dan lift. Area klinik dan ruang ibu menyusui juga terdapat di lantai 1 sisi Barat Stasiun BNI City.

Selanjutnya, di lantai 2 terdapat area ticketing, komersil dan kantor Railink. Tersedia 2 area ticketing yaitu di sisi Utara dan Selatan di tengah area stasiun. Masing-masing sisi memiliki 3 mesin tiket otomatis dengan pembayaran menggunakan kartu uang eletronik dan Electronic Data Capture (EDC).

Saat KAORI mencoba melihat menu pilihan di mesin tiket otomatis, terdapat 3 menu utama yaitu mengecek saldo kartu, mengecek ketersediaan kursi dan pembelian tiket. Harga yang tertera saat memesan tiket pun masih dalam harga promo Desember 2017, yaitu Rp30.000. Namun, saat mencoba melakukan pemesanan dengan pembayaran kartu uang elektronik, aplikasinya mengalami crash! Selain itu, alat EDC pun masih belum dipasangkan kartu SIM. Di lantai 2 juga terdapat musholla dan ruang tunggu eksekutif bagi para penumpang serta nantinya akan ada berbagai gerai penjualan makanan dan minuman ternama.

Blind path bagi tuna netra yang mengarah ke belakang sebuah gerai | Foto: Melvin Deswira

Secara keseluruhan, masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan dan terlalu dini jika dipaksakan untuk diresmikan. Pembangunan jalur pedestrian menuju stasiun dan akses pejalan kaki di area stasiun yang ada tak seramah akses untuk kendaraan. Akses integrasi antarmoda transportasi publik rel maupun Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta pun masih nihil pengerjaannya. Selain itu, beberapa pekerjaan yang telah selesai juga sepertinya perlu diperbaiki, salah satunya pemasangan blind path untuk tuna netra yang justru merepotkan sampai-sampai harus melewati area sempit di bagian belakang sebuah gerai.

Pemerintah dan stakeholder yang terlibat wajib memastikan layanan KA Bandara Basoetta ini dapat benar-benar nyaman bagi seluruh penumpangnya, baik yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun yang menggunakan transportasi publik dan berjalan kaki. Selain itu, pengoperasian KA Bandara juga sebaiknya jangan dipaksakan ditengah kondisi stasiun dan fasilitas penunjangnya yang belum benar-benar selesai.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.