BAGIKAN
© 2017 Haruko Ichikawa · Kodansha / "Houseki no Kuni" Production Committee

This article also available in English

Dalam industri anime Jepang, animasi yang menggunakan model 3DCG (3D Computer Generated) memiliki reputasi buruk di mata penggemar. Para penggemar anime secara umum menganggap animasi CG sebagai animasi yang jelek dan mengganggu. Salah satu tantangan terbesar anime CG adalah bagaimana anime CG mampu memuaskan para fans yang telah terbiasa dengan estetika animasi gambaran tangan. Untungnya, animasi CG sedikit demi sedikit mampu mengikis asumsi tersebut dan tampil sebagai alternatif animasi yang tidak kalah menarik. Salah satu anime yang mencoba untuk menjawab tantangan tersebut dan sukses untuk melakukannya adalah Houseki no Kuni, anime 3DCG karya Studio Orange yang ditayangkan pada musim gugur 2017 lalu.

Houseki no Kuni (Land of the Lustrous) menceritakan tentang dunia yang dihuni para permata. Permata-permata tersebut mampu untuk berpikir dan memiliki tubuh yang menyerupai manusia. Mereka hidup dibawah asuhan seorang biksu misterius bernama Kongou. Para permata tersebut tidak dapat mati. Namun seperti permata di dunia nyata, tubuh mereka bisa hancur jika terkena benturan yang keras. Keberadaan mereka sendiri terancam oleh keberadaan makhluk misterius yang berasal dari bulan. Para makhluk bulan tersebut datang untuk menculik para permata dan menjadikan mereka sebagai cenderamata. Untuk mengatasi kedatangan para makhluk bulan, para permata harus siap bertarung dan melindungi diri.

Poster promosi Houseki no Kuni © 2017 Haruko Ichikawa · Kodansha / “Houseki no Kuni” Production Committee

Salah satu dari permata tersebut adalah permata hijau bernama Phosphophyllite atau biasa dipanggil Phos. Berusia 300 tahun, Phos adalah yang paling muda diantara para permata. Phos sangat ingin bertarung melawan makhluk bulan, sayangnya tingkat kekerasan Phosphophyllite hanyalah 3,5 dalam skala mohs, yang berarti tubuh Phos sangat rapuh dan mudah hancur. Selain rapuh, dia juga memiliki sifat ceroboh dan bodoh, membuatnya tidak cocok ditempatkan di medan perang.

Phos sang permata hijau © 2017 Haruko Ichikawa · Kodansha / “Houseki no Kuni” Production Committee

Karenanya, Kongou hanya memberi Phos tugas yang mudah seperti membuat ensiklopedia. Phos dengan enggan menerimanya meskipun dalam hati merasa kesal. Saat melakukan tugas inilah dia bertemu dengan Cinnabar atau yang akrab disapa Cinsha. Melalui perkenalan mereka, Phos mengetahui bahwa Cinsha justru berada dalam kondisi yang lebih buruk darinya. Cinnabar adalah permata yang mengandung merkuri, membuat Cinsha tidak dapat hidup berdampingan dengan permata lain. Cinnabar juga memiliki tubuh yang lebih rapuh dari Phosphophyllite, hanya 2,0 dalam skala mohs. Di depan Phos, Cinsha mengakui bahwa dia tidak memiliki alasan apapun untuk hidup dan memilih menunggu para makhluk bulan untuk menangkapnya. Merasa bersimpati, Phos berjanji pada Cinsha untuk mencarikan tugas yang dapat Cinsha lakukan sehingga Cinsha dapat berhenti berpikir bahwa dia tidak memiliki alasan untuk hidup.

Cinsha menunggu para makhluk bulan untuk menculiknya. © 2017 Haruko Ichikawa · Kodansha / “Houseki no Kuni” Production Committee

Meskipun Studio Orange merupakan studio animasi yang memfokuskan diri pada animasi CG, bukan berarti mereka mengeksekusi Houseki no Kuni sepenuhnya dengan CG. Untuk mengatasi keterbatasan yang timbul oleh CG, Studio Orange dengan kreatif memadukan animasi CG mereka dengan gambaran tangan. Contoh paling mudah terlihat pada beberapa cut yang menonjolkan ekspresi karakternya. Ketika anime CG lain banyak dikritik karena terkesan kaku dan kurang ekspresif, gambaran tangan membantu para karakter dalam Houseki no Kuni untuk tampil dengan sangat ekspresif dan lugas di beberapa scene.

Phos dapat membuat berbagai ekspresi yang “epik” dengan bantuan gambaran tangan © 2017 Haruko Ichikawa · Kodansha / “Houseki no Kuni” Production Committee

Gambaran tangan juga digunakan saat beberapa cut yang harus terlihat detail. Selain ekspresi wajah, gambaran tangan juga dipakai ketika gerakan tubuh karakter harus ditangkap secara detail, atau ketika membuat efek spesial saat adegan aksi berlangsung.

Meskipun cangkangnya dibuat dengan CG, tapi efek airmya merupakan gambaran tangan © 2017 Haruko Ichikawa · Kodansha / “Houseki no Kuni” Production Committee

Meskipun begitu, bukan berarti aspek CG pada Houseki no Kuni tidak bisa diacungi jempol. Studio Orange paham bahwa CG memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ketika kekurangan CG ditutupi oleh gambaran tangan, kelebihan CG juga diaplikasikan dengan sangat baik. Animasi CG dibuat dengan detail dan diberi perhatian khusus. Contohnya dapat dilihat pada rambut para karakternya. Efek cahaya yang terpantul pada rambut karakter sebenarnya merupakan hasil perhitungan rumit para animator CG. Tiap permata dalam Houseki no Kuni memiliki gaya rambut yang unik dan masing-masing karakter memiliki komputasi tersendiri saat memantulkan cahaya dari rambutnya.

Cahaya yang dipantulkan oleh rambut ke bahu merupakan hasil komputasi rumit yang dilakukan para staff CG © 2017 Haruko Ichikawa · Kodansha / “Houseki no Kuni” Production Committee

Kelebihan animasi CG lain yang teraplikasikan dengan baik adalah kemampuannya untuk menciptakan adegan aksi dinamis. Dibandingkan dengan gambaran tangan, kamera pada animasi CG dapat digerakkan dengan mudah. Dalam Houseki no Kuni, pergerakan kameranya sukses merekam adegan aksi yang akan sangat sulit (meskipun bukan berarti mustahil) dilakukan pada gambaran tangan. Pada salah satu episode, terdapat sebuah adegan yang mencekam dan berlangsung terus-menerus selama dua menit tanpa menggunakan pergantian cut sama sekali. Adegan lain juga menunjukkan suatu pertarungan one-shot seru yang, meskipun sempat dipotong oleh satu cut-in, berdurasi selama satu setengah menit.

Hasil akhirnya terlihat sangat menawan. Dengan kombinasi animasi CG dan gambaran tangan, Houseki no Kuni menghasilkan animasi yang sangat keren dipadu dengan sinematografi yang terlihat epik. Adegan di bawah ini contohnya, menunjukkan bagaimana karakter Diamond bergerak dengan sangat bebas didalam frame. Efek spesial seperti partikel debu, yang dibuat dengan gambaran tangan, membuat adegan tersebut menjadi lebih indah dan hidup.

Sebagai tambahan, adegan-adegan pada Houseki no Kuni juga dibuat dengan bantuan animator 2D. Dalam salah satu adegan di episode 8, animator Norio Matsumoto (Baccano, Neon Genesis Evangelion, Gurren Lagann, dan berbagai proyek besar lain) membuat 300 cut sebagai panduan untuk para animator CG saat menganimasikan adegan. Sebagai animator yang handal, Matsumoto tahu bagaimana membuat sebuah adegan lebih hidup dan bagaimana para karakter seharusnya bergerak di dalam frame. Cut tersebut dapat dilihat pada akun youtube resmi TOHO, sementara perbandingan dengan hasil akhirnya dapat dilihat pada video berikut (PERHATIAN: Perlu diperhatikan bahwa kedua tautan tersebut mengandung spoiler).

Halaman kedua: Lebih dekat dengan cerita dan narasi Houseki no Kuni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.