BAGIKAN

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jadinya bila kita hidup berdampingan dengan monster? Apakah akan menakutkan? Atau malah menyenangkan? Namun jika dipikirkan kembali, jika monster hidup ada dalam kehidupan manusia, ia pasti akan mengalami berbagai kesulitan, seperti bagaimana bila ia berinteraksi dengan orang – orang sekitar, bagaimana mencukupi kebutuhan sehari – hari, dan bagaimana ia menyesuaikan hidup dengan perbedaan antara dirinya dengan manusia. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada kemungkinan bahwa monster tidak bisa hidup dengan manusia, mereka juga bisa hidup berdampingan dengan manusia. Seperti yang dicontohkan oleh anime berjudul Demi-chan wa Kataritai.

©Petosu · Kodansha / “Demi-chan wa Kataritai” Production Committee

Demi-chan wa Kataritai atau Interviews with Monster Girls adalah anime yang diadaptasi dari komik berjudul sama karya Petosu. Animenya sendiri dibuat oleh A-1 Pictures yang dikenal dengan serial anime Sword Art Online, Anohana, Eromanga-sensei, Oreimo, dan lain sebagainya. Demi-chan wa Kataritai bercerita tentang seorang guru Biologi bernama Tetsuo Takahashi, yang tertarik untuk meneliti para Demi atau Ajin, yaitu makhluk setengah manusia dan setengah monster yang hidup berdampingan dengan manusia dan menjalani aktivitas layaknya manusia biasa. Secara kebetulan, ketika tahun ajaran baru sekolah dimulai, Tetsuo bertemu dengan salah satu Demi Vampir, yang mengantarkannya bertemu dengan Demi lainnya, seperti Dullahan, Putri Salju, dan Succubus.

Secara garis besar, Demi-chan wa Kataritai adalah anime yang menggunakan konsep character-driven. Anime ini berfokus pada perkembangan karakter keempat Demi yang berusaha untuk hidup lebih harmonis dengan manusia biasa beserta lingkungannya, dan Tetsuo yang terus mengembangkan pengetahuannya untuk mempelajari para Demi agar dapat membantu kesulitan hidup mereka sebagai Demi. Selain itu, karena anime ini berlatar di dunia modern dengan karakter yang berasal dari mitologi. Anime ini memiliki unsur campuran antara slice of life dan fantasi.

Kehadiran Karakter yang Unik

“Hikari, Yuki & Kyouko” ©Petosu · Kodansha / “Demi-chan wa Kataritai” Production Committee
“Sakie & Kyouko” ©Petosu · Kodansha / “Demi-chan wa Kataritai” Production Committee
Advertisement Inline

Seorang Vampir, Dullahan, Putri Salju, atau Succubus. Tentu bukanlah makhluk yang sering Anda temui sehari – hari, bahkan tidak ada. Tetapi kita pernah mendengar tentang mereka melalui buku atau film. Lalu, anime Demi-chan wa Kataritai membawa mereka semua ke dalam sebuah cerita dunia modern d imana mereka hidup berdampingan dengan manusia biasa. Mengingat konteks cerita Demi-chan wa Kataritai adalah tentang seorang guru Biologi yang mewawancarai para Demi. Kita diajak untuk berkenalan dengan para Demi serta memahami serba – serbi mengenai para Demi. Contohnya seperti Hikari yang seorang Demi Vampir tapi ia menyukai bawang putih, tahan di dalam sinar matahari, serta ia dapat melihat dirinya sendiri dalam cermin, ini sungguh berbanding terbalik dengan vampir pada umumnya. Kyouko seorang Demi Dullahan yang ke mana – mana harus membawa kepalanya. Yuki seorang Demi Putri Salju yang memiliki aura yang membeku dalam dirinya. Serta Sakie yang seorang Demi Succubus, yang memiliki kekuatan menggoda bila bersentuhan dengan pria di sekitarnya

Namun, yang menarik dari poin ini adalah bukan dari kelainan yang mereka miliki, melainkan usaha mereka beradaptasi dengan masyarakat akan kelainan yang mereka miliki. Ambil contohnya Kyouko, karena dia seorang Dullahan, dia merasa bahwa kondisinya yang tanpa kepala akan selamanya menciptakan jarak antara dirinya dengan orang – orang. Kemudian Yuki, karena dia seorang putri salju, ia khawatir bahwa ketika ia terlalu dekat dengan orang lain malah akan membuat mereka mati membeku karena ia kesulitan mengontrol kekuatannya. Begitu juga dengan Sakie, karena dia seorang Succubus, ia harus menggunakan pakaian yang sangat amat tertutup karena khawatir dia secara tak sengaja akan merayu pria di sekitarnya. Ketimbang melihat diri mereka sebagai orang yang diberi karunia yang lebih, para Demi justru belajar untuk mengatasi permasalahan yang berasal dari kelainan mereka. Inilah yang membuat kehadiran karakter – karakter ini unik dan menjadi formula yang menarik untuk melengkapi setiap episode baru dengan perspektif baru.

“Tetsuo Takahashi” ©Petosu · Kodansha / “Demi-chan wa Kataritai” Production Committee

Tak lupa juga dengan karakter seperti Tetsuo, yang mungkin terlihat seperti karakter utama yang biasa saja, namun sisi menariknya dari karakter ini adalah bagaimana ia menempatkan dirinya sebagai pengajar sekaligus sosok figur ayah. Tetsuo membuat cara tersendiri untuk mempelajari seluk beluk tentang Demi dengan mengadakan wawancara santai dengan para Demi di waktu senggang. Beberapa akan membuat Anda tertawa, di sisi lain akan menjadi edukasi tambahan bagi Anda tentang spesies gadis tersebut, bahkan akan memberikan perasaan yang hangat. Tak hanya itu, Tetsuo dengan kepribadiannya yang tulus dan penyayang serta-merta membantu para Demi untuk hidup dengan nyaman dan tiada henti memberikan solusi kreatif atas permasalahan rumit yang dialami oleh para Demi. Karakter seperti Tetsuo merupakan karakter yang sangat inspiratif perihal menanggapi sesuatu yang sewajarnya di luar akal sehat manusia.

Ulasan anime Demi-chan wa Kataritai berlanjut ke halaman kedua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.