Tanggapan Permasalahan Sosial yang Bermakna

“Keluarga Hikari” ©Petosu · Kodansha / “Demi-chan wa Kataritai” Production Committee

Salah satu poin menarik lain dari anime Demi-chan wa Kataritai adalah anime ini memberikan tanggapan sosial sangat bermakna mengenai keberadaan Demi. Coba kita pikirkan kembali para gadis Demi yang berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah karena perbedaan diri mereka. Bukankah terdengar seperti isu kontemporer tentang penilaian secara fisik? Meskipun ide cerita Demi-chan wa Kataritai tampak mengambang secara permukaan, akan tetapi anime ini tidak ragu untuk memaparkan hal yang sifatnya serius dalam waktu tertentu.

Ambil contoh episode 6, ketika Tetsuo menyadari usaha keluarga Hikari untuk membuat putrinya merasa diterima sebagai anggota keluarga. Ayahnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan mengurus rumah tangga agar ia bisa memantau Hikari, juga dia dan Himari mengecat sedikit rambut mereka lebih terang agar rambut pirang alami Hikari tidak kelihatan terlalu mencolok. Keluarga Hikari sadar bahwa Hikari adalah seorang Demi, karenanya mereka memberikan perhatian khusus kepadanya agar dia bisa melewati semuanya dengan baik. Karena masih banyak yang tidak diketahui mengenai Demi dan mereka tidak tahu bagaimana dia diperlakukan oleh orang lain atau jika sesuatu terjadi padanya tanpa sepengetahuan mereka. Sebuah tanggung jawab yang tidak membebani mereka sedikit pun karena cinta mereka yang luar biasa pada putri mereka.

Aspek permasalahan seperti ini mungkin hanya sebuah selingan singkat bagi sebagain besar orang. Tapi, bila Anda penuh perhatian dengan aspek seperti ini, Anda dapat menggambarkan sebuah paralel antara pesan – pesan halus dari aspek ini dengan isu kontemporer dunia nyata.

Unik Bukan Berarti Aneh!

“Keharmonisan Demi dengan manusia” ©Petosu · Kodansha / “Demi-chan wa Kataritai” Production Committee

Poin terakhir yang menurut saya menjadi keunggulan utama dari anime Demi-chan wa Kataritai adalah moral kuat yang mengikat dari segi karakter dan cerita. Kita berbalik lagi kepada keempat Demi yang saya bahas sebelumnya. Keempat karakter ini seolah merupakan pengambaran orang – orang yang secara fisik atau psikis berbeda dari kita. Seperti orang yang tunarungu, tunawicara, atau penyandang autis. Jika kita perhatikan, orang – orang seperti itu ada banyak di sekitar kita, hanya saja kadang sebagian dari kita merasa aneh dengan kehadiran orang – orang seperti itu yang mana berujung kepada yang kita sebut sebagai bully atau perundungan. Keempat Demi tesebut merupakan refleksi bagi kita untuk menyadari bahwa kita hidup dengan orang yang beragam macam, mau seperti apapun perbedaannya, tidak mengubah fakta bahwa kita hidup berdampingan dengan mereka.

Selain itu, bila kita berbalik lagi kepada paragraf tentang tanggapan permasalahan sosial dari anime Demi-chan wa Kataritai, sikiap orang lain atau contoh keluarga Hikari tadi dalam menanggapi keberadaan Demi adalah mereka menganggap para Demi seperti manusia normal. Walaupun kondisi Demi yang berbeda dengan manusia, mereka tetap tidak menganggap mereka sebagai keanehan atau ancaman. Ini juga menjadi refleksi bagi kita bahwa kita menyadari di sekitar kita ada orang yang memiliki perbedaan dari kita. Sudah seharusnya kita memperlakukan mereka dengan baik dan menganggap mereka seperti teman. Karena orang yang berbeda secara fisik dan psikis, manusia juga bukan?

Beberapa poin tambahan dari anime ini mungkin adalah lagu pembuka dan lagu penutup anime tersebut. Anime ini dibuka dengan lagu berjudul “Original.” yang dinyanyikan oleh Trysail. Sebenarnya saya kurang tertarik dengan lagu pembukanya karena secara pribadi, menurut saya lagu pembukanya terdengar kurang pas di telinga saya ketika memasuki bagian reff-nya. Tapi lagu ini tetap cocok untuk mengisi pembukaan animenya. Dan anime ini ditutup dengan lagu berjudul “Fairy Tale” yang dinyanyikan oleh Sangatsu no Phantasia yang memberikan perasaan nyaman setelah menonton animenya serta isi dari lirik lagunya cocok untuk mengambarkan pertemanan para gadis Demi dari anime tersebut.

Jika berbicara mengenai kelemahan anime ini, bisa dibilang tidak hampir tidak ada. Namun terdapat sedikit fanservice yang sebenarnya tidak perlu. Karena dari segi enjoyment, interaksi antar karakter saja sudah cukup. Tapi porsi fanservice dalam anime masih bisa dimaklumi.

Kesimpulan

Anime Demi-chan wa Kataritai menyajikan sebuah hiburan yang santai namun edukatif, menginspiratif dan banyak pelajaran berharga yang bisa didapatkan dari anime ini. Bila Anda ingin memiliki monster waifu, atau belajar tentang makhluk mitologi, atau Anda ingin merasakan pengalaman yang membawa pulang banyak nilai – nilai positif. Saya merekomendasikan Anda untuk menonton Demi-chan wa Kataritai!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.