Acara pop kultur Creators Super Fest 2019 Jakarta yang telah digelar pada 26-27 Oktober lalu terasa semakin spesial karena kehadiran salah satu grup idola 22/7, Sally Amaki. Lahir dan besar di Amerika Serikat sebelum pindah ke Jepang, ia akhirnya menjadi terkenal karena memiliki suka ber-shitposting dan membuat meme di media sosial serta dengan kepribadiannya yang cukup blak-blakan dan apa adanya. Di acara yang digelar di arena SMESCO, Jakarta ini, dia tampil selama dua hari berturut-turut untuk menghibur para fansnya di Indonesia.

Baca Juga: Grup Idola 22/7 akan Tampil di Indonesia 2020 Mendatang?

KAORI Nusantara berkesempatan untuk mewawancarai Sally Amaki di sela-sela event Creators Super Fest 2019 Jakarta pada Sabtu (27/10) di Mercure Hotel Gatot Subroto. Bersama para awak media lainnya, kami mengulik serba-serbi dan lika-liku karirnya sebagai seiyuu sekaligus idol di grup idola 22/7, hobinya dalam membuat meme yang mengejutkan para member lain, hingga membagikan satu pengalaman mengharukan dengan salah satu fans-nya. Satu hal yang menarik, Sally Amaki melakukan sesi wawancara bersama para awak media ini dalam bahasa Inggris. 

Penasaran dengan wawancaranya? Inilah petikan wawancara kami bersama Sally Amaki.

sally amaki 22/7 creators super fest 2019
Sally Amaki di Creators Super Fest 2019

Menurut Anda apa yang sangat “charming” dari Indonesia?
Yang charming ini… orang-orangnya. Sesaat setelah keluar dari pesawat, orang-orang lain menyambut saya dengan begitu baik. Sebelum ke sini saya juga sempat gladi resik untuk penampilan stage saya pada sore nanti. Ini pertama kalinya saya bertemu dengan orang-orang di sini dan mereka menyambut saya dengan ramah. Dan ketika dulu saya mengumumkan akan datang ke Jakarta, mereka begitu bersemangat ingin bertemu saya. Saya pun langsung membayangkan yang bagus-bagus tentang Jakarta.

Apa perasaan Anda ketika para fans menjuluki Anda sebagai “Meme Queen”?
Wah, saya merasa nama gelarnya terdengar besar sekali. Rasanya luar biasa dan senang sekali karena para fans menjuluki saya berdasarkan apa yang biasa saya ucapkan dengan apa adanya. Sebenarnya saya tidak merasa sedang mencoba membuat meme. Saya hanya berusaha membuat orang lebih senang dan tertawa, sehingga orang-orang pun bisa mengenal saya lebih jauh lagi. Rasanya hebat sekali.

Bagaimana tanggapan member 22/7 lain dengan sifat Anda yang suka meme dan juga begitu lucu di media sosial?
Pertama mereka semua kaget, karena awalnya saya sangat pemalu dan dulu belum terlalu lancar berbahasa Jepang seperti sekarang. Mereka selalu meminta diajari seputar meme dan bilang “wah, tolong ajarin saya tentang meme dong biar bisa ngobrol sama para fans di luar negeri.” Rasanya memang susah menerjemahkan meme-meme ini ke bahasa Jepang.

Dibanding idol kebanyakan, Anda terlihat cukup sering memposting aktivitas sehari-hari Anda ke media sosial. Apa yang membuat Anda melakukan hal tersebut?
Secara pribadi, saya ingin tahu kehidupan sehari-hari para idol atau VA di media sosial itu seperti apa. Saya merasa lebih “terhubung” karena dengan melihat postingan yang seperti ini saya merasa “Wah, mereka ternyata sama seperti saya.” Ketika pertama kali saya ingin menjadi idol dan VA, saya ingin membuat orang-orang bahagia dan “included”. Jadi, saya akhirnya memposting kegiatan sehari-hari saya sebagai seiyuu yang sama melelahkannya dengan aktivitas kebanyakan orang, Mungkin ini cara yang lebih baik untuk berkomunikasi dengan para fans.

Sally merupakan seiyuu idol yang juga menjadi virtual idol. Bagaimana tanggapan tentang dunia virtual idol Jepang sekarang?
22/7 merupakan grup idola yang lebih banyak tampil di Jepang, jadi kami masih belum terlalu sering bertemu dengan para fans di luar negeri. Tetapi dengan menjadi virtual idol, Anda cukup memakai perangkat VR dan bertemu dengan sang idola saat itu juga. Jadi virtual idol ini memungkinkan para fans yang berada di luar Jepang untuk lebih mudah bertemu dengan sang idola. Rasanya luar biasa sekali.

DAB!

Apakah Anda senang nge-game? Kira-kira game apa yang sekarang sedang dimainkan?
Saya benar-benar suka bermain otoge (otome games). Untuk sekarang saya memainkan Mario Kart Tour di iPhone.

Salah satu member JKT48, Pucchi, merupakan salah satu fans berat Anda. Apakah Anda sudah pernah ketemu dengan Pucchi?
Sudah pernah ketemu. Kami sebelumnya bertemu di Akihabara dan juga bertukar nomor handphone. Saya juga besok berencana bertemu dengan Pucchi di acara ini besok (Minggu, hari kedua CSF 2019 Jakarta, red.). Dia juga sudah bilang bakal datang ke eventnya untuk bertemu saya nanti.

Apa reaksi Sally Amaki ketika pertama kali mendengar proyek anime 22/7 akhirnya diumumkan?
Ketika masih audisi kami sudah diberitahu kalau nanti memang akan ada proyek anime 22/7, tepatnya pada 2017 lalu, tetapi waktu itu memang belum ada tanggal tayang pastinya. Pada Juli kemarin, tanggal tayang animenya akhirnya diumumkan. Jadi, semua member lain telah menunggu dan bersiap menyambut pengumuman ini. Kami sendiri merasa senang, tetapi di sisi lain saya merasa grogi karena kami telah menunggu kabar ini selama dua tahun. Jadi saya merasa semua member berusaha ingin membuat seri animenya menjadi lebih baik lagi dari apa yang telah diharapkan para fans.

Apa perasaan Sally Amaki tentang karakter Sakura Fujima yang Anda perankan di grup 22/7?
Wah, saya langsung suka dari pandangan pertama. Ya ampun, dia imut banget. Saat desain karakternya ditampilkan ketika audisi dulu, saya langsung jatuh cinta. Sakura ini gadis yang baik. Dia memikirkan member lain, dia bisa berbahasa Inggris dan juga berasal dari Los Angeles seperti saya. Bisa merasa terhubung dengan karakter fiksi ini rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan.

Anime 22/7 kan akan tayang tahun 2020 mendatang. Nah, kira-kira bisa dibocorkan sedikit cerita animenya akan seperti apa?
Wah, saya bisa kena masalah ini (sambil tertawa). Kalau yang bisa saya jelaskan sedikit, anime ini nanti akan bercerita tentang para member 22/7 sebelum mereka menjadi idol dan memulai karirnya.

Sebagai member 22/7 yang terkenal suka nonton anime dari era 2000-an, apa anime favorit Anda?
Saya sangat suka nonton Gintama, Naruto, dan anime shounen lainnya. Saudara laki laki saya juga menonton anime. Gintama jadi anime favorit saya karena sudah ditonton sejak 2006 lalu.

Di akun twitter-nya, Anda menulis “Gintoki/Kuroo Enthusiast” di bio akun Anda. Sebagai fans Gintama, mengapa Anda suka banget dengan dua karakter ini?
A : Wah, penampilannya saja keren banget. Selain itu, dia sifatnya juga sangat santai, tetapi di beberapa momen sifatnya bisa berubah menjadi super keren. Dua sifat yang sekilas bertolak belakang ini sangat mindblowing dan membuat saya jatuh cinta.

© Hideaki Sorachi /Shueisha / TV Tokyo / Dentsu / BNP / Aniplex

Apa yang membuat Anda ingin menjadi seiyuu?
Sejak kecil, saya sudah suka dengan anime. Ketika masih SMP, ada saat di mana saya lebih memilih membolos di kamar daripada sekolah. Suatu hari, ketika di kamar saya menonton salah satu episode Gintama di komputer, dan hal itu sangat mengejutkan dan benar-benar mengubah hidup saya. Dan sejak saat itu saya jadi suka anime dan ingin menjadi seorang seiyuu karena ingin menjadi orang yang dapat membawa kebahagian seperti karakter anime yang membuat saya bahagia.

Apakah Sally Amaki memiliki pekerjaan atau cita-cita lain sebelum menjadi seiyuu?
Sebelum menjadi seiyuu, orang tua saya sangat ingin saya menjadi dokter. Namun, saya sangat suka menjadi idol. Saya dulunya memang tidak terlalu kepikrian untuk bekerja sebagai idol, namun dulu memang suka berkhayal bisa jadi idol. Jadi, bisa berkarir sebagai seiyuu idol rasanya seperti mimpi yang benar-benar terwujud.

Sebagai seorang seiyuu, apakah Sally Amaki tertarik jika ditawari menjadi seiyuu di luar negeri?
Iya, tentu saja saya akan ambil. Saya sendiri memang ingin menjadi seiyuu di Jepang, tetapi saya juga suka dengan dunia voice acting secara umum. Jadi jika ada orang-orang di luar negeri suka dengan suara saya dan ingin mengajak saya menjadi mengisi seiyuu karakter buatan mereka, pasti akan saya ambil.

Sally Amaki 22/7 Creators super fest 2019
Penampilan Sally Amaki di Creators Super Fest 2019 Jakarta (Foto: Yogi Andriansyah)

Sebagai salah satu orang yang menghabiskan masa kecilnya di luar negeri, apakah ada kendala ketika Anda beradaptasi dengan kondisi sosial di Jepang? 
Kalau culture shock yang saya alami, tidak semua orang Jepang awalnya terlalu paham dengan meme. Jadi setiap kali saya membuat guyonan, orang-orang malah menanggapinya secara harfiah. Selain itu, rasanya kebanyakan dari mereka juga kurang punya rasa sarkasme. Maksudnya, kurang bisa membedakan mana yang sekedar bercanda atau serius mengatakan yang sebenarnya.

Apakah ada tips bagi orang luar yang ingin tinggal di Jepang, terutama untuk mereka yang ingin terlibat di dunia hiburannya?
Untuk orang-orang luar negeri yang ingin bekerja di Jepang, menurut saya cobalah untuk mulai berteman dengan orang-orang di sana dan mulai membaur dengan masyarakatnya. Dulu saya datang ke Jepang sendirian dan tidak mengenal siapa-siapa. Saya pun langsung mencoba bergaul dengan orang-orang di sana tanpa ada yang memperkenalkan saya ke mereka terlebih dulu. Saya rasa, komunikasi adalah kunci dan mulai berteman dengan orang banyak adalah langkah pertamanya.

Sally Amaki sendiri terkenal sebagai member 22/7 yang sangat pandai berbahasa Inggirs. Bagaimana penggunaan bahasa Inggris Anda sehari-hari terutama sebagai seiyuu, mengingat masyarakat Jepang sendiri kurang tertarik dengan bahasa asing?
Sebagai seiyuu, orang-orang sangat suka ketika saya menggunakan bahasa Inggris. Dalam urusan pekerjaan, saya menggunakan bahasa Inggris untuk berbicara dengan banyak fans di luar negeri, termasuk ketika sekarang di Jakarta. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari saya biasanya menggunakan bahasa Inggris untuk menghindari situasi tertentu, seperti ketika sedang berbelanja di supermarket dan ada orang yang bertanya dalam bahasa Jepang. Saya sendiri orangnya benar-benar pemalu, jadi kalau ada orang yang ingin mengajak ngobrol saya langsung jawab “I’m sorry, I can’t speak Japanese~

Apa pengalaman Sally Amaki yang sangat tidak terlupakan dengan fans?
Hontou ni- Lho, kok malah ngobrol pakai bahasa Jepang? (langsung tertawa). Pada salah satu event, seorang fans datang menghampiri saya sambil menangis dan mengucapkan terima kasih karena saya menjadi penyemangatnya untuk mengejar cita-cita sebagai seiyuu. Waktu itu dia belum jadi seiyuu dan bahasa Inggrisnya juga bagus seperti saya, namun ketika kecil banyak yang mengecilkan hatinya untuk mengejar mimpinya sebagai seiyuu. Dia akhirnya menemukan semangat ketika melihat saya yang menjadi seiyuu setelah jauh-jauh datang dari Los Angeles ke Jepang. Dia pun menangis dan berterima kasih ke saya.

Sekarang Anda sudah menjadi idol dan seiyuu yang terkenal secara international. Apa ada hal lain yang ingin Anda lakukan?
Jika aku bisa menggambar, aku ingin menjadi komikus dan ilustrator.

KAORI Nusantara | Wawancara oleh Tanto Dhaneswara dan Fathur Akiyama

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.