panji tengkorak
© Hans Jaladara / Sinemar Picture

Dewi Bunga, karakter komik rekaan komikus Hans Jaladara ini telah diadaptasi menjadi sebuah film televisi (FTV) sebanyak 2 episode. FTV ini telah diputar pada tanggal 13 dan 14 Februari 2020, pukul 13.30 WIB, di stasiu televisi SCTV. Namun bagi yang belum sempat menontonnya, kini film ini sudah bisa ditonton melalui situs layanan streaming Vidio.

Dewi Bunga awalnya adalah karakter yang muncul dalam komik Panji Tengkorak. Ia pertamakali muncul dalam komik Panji Tengkorak edisi kedua yang berjudul Panji Tengkorak: Dewi Bunga, dan dikisahkan sebagai seorang pendekar sakti yang melemparkan kelopak bunga bertenaga dalam sebagai salah satu ciri khasnya dalam bertarung. Ia pernah menyimpan dendam kepada Panji Tengkorak, namun belakangan justru jatuh cinta dengannya.

Advertisement Inline
© Hans Jaladara / Dwi Djaja Djakarta

Adapun dalam FTV-nya, Dewi Bunga dikisahkan sebagai seorang pendekar wanita yang memiliki ilmu pedang sakti mandraguna. Dia adalah anak dari keluarga biasa dan memiliki seorang guru yang ahli. Suatu hari, Ia bertemu dengan Dewa, Seorang Pendekar Pria muda dan tampan yang tak dia kenal namun ternyata Pendekar itu memiliki suatu hubungan dengan keluarga Dewi.

Dewa dan Dewi dipertemukan dalam satu momen genting. Dewa menyelamatkan dan menyembuhkan Dewi yang mengalami luka. Mereka pun akhirnya menjadi teman dan semakin dekat.

Ini juga akan menceritakan tentang balas dendam, kisah cinta romansa mereka berdua. Di sisi lain ada seorang yang tidak senang dan ingin menghancurkannya. Ini juga akan menceritakan tentang kisah cinta segitiga antara Dewa Asmara, Dewi Bunga dan Patih Malela.

Hans Jaladara sebagai pencipta karakter Dewi Bunga turut turun tangan langsung menggarap nashkah ceritanya, dengan didampingi oleh Hilman Hariwijaya. Adapun FTV ini diproduksi oleh Sinemart Picture.

Panji Tengkorak yang merupakan kisah di mana Dewi Bunga pertama kali muncul sendiri merupakan karya monumental Hans Jaladara sebagai seorang komikus. Dalam Panji Tengkorak dikisahkan mengenai jagoan silat aliran hitam bernama Panji. Ia berkelana mencari pembunuh istrinya Murni dan selalu menyamar sebagai pengemis serta mengenakan topeng tengkorak dalam pengembaraannya tersebut. Meski terlihat kejam, Panji memiliki sifat yang baik dan juga setia.

Panji Tengkorak awalnya diterbitkan pada tahun 1968 melalui penerbit Dwi Djaja Djakarta dan telah terbit sebanyak 5 judul. Komik ini sebelumnya juga telah diangkat menjadi film live action pada tahun 1971 daan 1983 dan juga sebuah serial yang ditayangkan oleh Indosiar pada tahun 1996, di mana pada tahun yang sama, Elex Media Komputindo juga sempat menerbitkan komik ini dengan gaya baru, setelah sebelumnya juga sempat diangkat dengan gaya kekinian pada masanya oleh UP Prasidha pada tahun 1985. Panji Tengkorak sempat dikabarkan akan kembali diadaptasi menjadi film live action, dengan disutradarai oleh Anggy Umbara. Namun hingga sekarang, masih tidak ada kabar lebih lanjut mengenai proyek tersebut.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.