Ulasan Novel Ringan Adachi to Shimamura Vol. 1: Bacaan Ringan Untuk Berkenalan dengan Shoujo Ai

0
adachi to shimamura
©Hitoma Iruma/Non/Kadokawa Corporation

Shoujo ai dan yuri ialah genre yang mulanya tidak saya sukai. Saya masih ingat suatu masa ketika saya menolak melanjutkan menonton Mikagura Gakuen Kumikyoku karena tokoh utamanya lebih menyukai perempuan ketimbang laki-laki. Saya rasa alasan mengapa saya berpola pikir demikian dikarenakan lingkungan muslim tempat saya tumbuh dan kampanye “Hubungan sesama jenis dilarang dalam Islam” yang seringkali saya dengar. Lebih lagi, ketika itu saya masih baru di dunia kultur anime, jadi kebanyakan daftar tontonan saya tidak jauh-jauh dari genre isekai, romantic comedy, atau slice of life. Genre yang dalam seperti shoujo ai masih belum terdengar oleh telinga saya.

Baca Juga: [Opini] Ketika Laki-Laki Heteroseksual Lebih Menikmati Genre Yuri

Advertisement Inline

Namun, seiring berjalannya waktu dan genre yang dulunya saya sukai mulai nampak membosankan, mulai muncul keinginan untuk mengubah daftar tontonan. Di saat itulah saya mulai mendengar shoujo ai, genre yang berfokus pada aspek emosional dari sebuah hubungan romantis antar perempuan (kalau yuri lebih fokus ke aspek seksual dan konten eksplisit). Anda mungkin bisa menemukan jejak-jejaknya di seri seperti Gochuumon wa Usagi Desu ka? atau Kin Iro Mosaic, yang dulunya pernah juga saya tonton. Hanya saja kesannya mungkin seperti tambahan di dalam cerita utamanya, sementara kisah romantis sebenarnya tidak terjadi sama sekali. Dalam pencarian kisah cinta antar-gadis yang fokus ke kisah cinta namun tidak banyak mengandung konflik dan konten seksual, saya pun menemukan novel ringan ini.

Adachi to Shimamura atau yang juga dikenal sebagai Adachi and Shimamura adalah novel ringan yang ditulis oleh Hitoma Iruma (Denpa Onna to Seishun Otoko, Arata-naru Sekai) dan diilustrasikan oleh Non (My School Days Has Just Begun!, The Shut-ins are Mocking My Youthful Day). Novel ini diterbitkan oleh Dengeki Bunko pada tahun 2013 dan sudah terbit sebanyak delapan volume. Novelnya juga sudah diadaptasi menjadi manga oleh Mani dan sudah terbit hingga volume ketiga. Adaptasi anime dari novel ini juga sudah diumumkan yang rencananya akan tayang pada tahun 2020 di TBS

Novel ini menceritakan dua gadis ‘berandalan’ bernama Adachi dan Shimamura. Mereka secara tidak sengaja bertemu di lantai kedua GOR sekolah untuk alasan bolos kelas. Mereka pun mulai menghabiskan waktu bersama di sana, bermain tenis atau sekedar mengobrol receh. Seiring waktu yang mereka habiskan bersama-sama, Shimamura pun mulai penasaran dengan Adachi, dan di waktu yang sama Adachi mulai memiliki ‘perasaan aneh’ manakala ia bersama dengan Shimamura.

Dua gadis ini aslinya memiliki kesamaan dalam banyak hal, namun di waktu yang sama juga banyak hal yang berlawanan dari mereka. Penulis menggambarkan mereka sebagai berandalan, meskipun sebenarnya hal paling berandalan yang mereka lakukan hanya sebatas membolos kelas, itupun kadang-kadang. Yang membuat mereka berbeda ialah bahwa Shimamura orangnya lebih bersahabat. Ia memiliki teman lain selain Adachi -yaitu Nagafuji dan Hino- yang ia deskripsikan sebagai “Tipe orang yang tidak pernah melewatkan satu kata di catatan pelajarannya.” Sementara itu, Adachi lebih bersifat tertutup dan pemalu. Ia terlihat tidak memiliki teman selain Shimamura, dan ia juga merasa tidak nyaman -meskipun tidak sampai terganggu- ketika ia bertemu Shimamura sementara ada Hino dan Nagafuji juga bersamanya.

adachi to shimamura
©Hitoma Iruma/Non/Kadokawa Corporation

Hubungan Adachi-Shimamura ini memang terkesan unik, namun hubungan sejenis ini sedikit banyak bisa kita temukan di dunia nyata. Beberapa dari Anda mungkin memiliki seorang teman yang cukup dekat, namun di saat yang sama ia juga memiliki teman lain yang tidak Anda kenal. Jadi ketika Anda bertemu dengan mereka, ada perasaan tidak nyaman dan canggung yang saling bercampur di saat yang sama. Melihat bagaimana Adachi menghadapi masalah tesebut dan bagaimana ia menyusun perasaanya kepada Shimamura mungkin bisa menjadi referensi yang bagus manakala suatu hari nanti kita akan berakhir di situasi yang sama dengan Adachi.

Kesenangan lain dalam membaca novel Adachi to Shimamura adalah laju cerita yang nyaman. Alurnya bergerak dengan lambat sembari kita disuguhkan monolog Adachi atau Shimamura ketika mereka sedang memikirkan sesuatu di dalam hati. Sudut pandang ceritanya selalu dirotasi tiap babnya, antara Adachi dan Shimamura. Jadi ketika kita penasaran tentang mengapa Adachi melakukan sesuatu dari sudut pandangnya Shimamura, hal tersebut akan terjawab di bab  selanjutnya dengan sudut pandang Adachi.

Namun, ada beberapa bagian yang menurut saya masih tidak jelas. Pertama adalah bagaimana mulanya Adachi mulai menyukai Shimamura. Penulis memberi kita adegan demi adegan, dan jika kita tidak sadar dengan apa yang kita baca, akan terlambat bagi kita untuk menyadari perubahan perasaan Adachi terhadap Shimamura. Tentu akan bagus jika tujuan penulis adalah untuk membuat cerita berjalan sealami mungkin, namun di saat yang sama mungkin gaya bercerita seperti ini akan membuat bingung sebagian pembaca yang bertanya-tanya sejak kapan alur ceritanya berubah.

Hal membingungkan lainnya dari novel ini adalah keberadaan Yashiro. Ia merupakan alien (pengakuannya sendiri) yang muncul pertama kali dengan mengenakan baju astronot ketika Shimamura diajak Hino untuk ikut memancing bersamanya. Tentu saja ini dianggap sebagai gurauan oleh tokoh-tokoh lainnya. Ia yang mengaku sebagai alien sebenarnya sudah menimbulkan suatu misteri bagi saya, dan seiring berjalannya cerita, kita akan menemukan beberapa bagian yang akan membuat kita semakin percaya bahwa ia benar-benar merupakan alien. Namun bagian paling misterius adalah perannya di dalam cerita. Yashiro seringkali muncul tiba-tiba lalu kemudian menghilang. Pada beberapa bab saya sempat berpikir kalau ceritanya mungkin akan tetap bisa berjalan sekalipun Yashiro ini dihilangkan. Keberadaannya hampir-hampir seperti karakter sampingan minor, namun dengan misteri yang menyelimutinya, kita mungkin akan mulai berpikir tentang perannya sebagai petunjuk bagi kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan.

adachi to shimamura
©Hitoma Iruma/Non/Kadokawa Corporation

Kesimpulannya, Adachi to Shimamura ini bisa dijadikan bacaan permulaan bagi mereka yang hendak berkenalan dengan cerita-cerita shoujo ai. Ceritanya sederhana karena hanya berfokus pada dua orang tokoh, dan konfliknya hanya berkisar antara bagaimana kedua gadis ini saling memandang satu sama lain. Unsur cerita romantisnya tetap akan terasa dominan disini: Adachi dan Shimamura bermula sebagai dua orang asing, lalu mereka secara perlahan saling bertemu, melakukan banyak aktivitas bersama, hingga kemudian mengarah kepada Adachi yang mulai menyadari perasaannya kepada Shimamura. Lebih jauh lagi, jika Anda bukanlah penggemar cerita yang terlalu seksual -yang seringkali Anda temui di seri-seri bergenre yuri– maka Anda tidak akan menemui hal itu disini. Novel ini menjaga level romantisnya hanya pada tahap cerita-cerita komedi romantis pada umumnya.

Meskipun begitu, saya baru membaca volume pertamanya saja, dan saya masih belum tahu bagaimana ceritanya akan berkembang setelah ini. Bisa saja cerita akan mengarah kepada hubungan yang lebih romantis, atau malah fokusnya mulai mengarah ke yuri. Namun, saya tetap percaya bahwa hubungan antara Adachi dan Shimamura akan berkembang secara perlahan, dan Anda akan penasaran dengan bagaimana kelanjutan hubungan mereka nantinya.

KAORI Newsline| Oleh Razif Kurniawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.