Cool Japan merupakan program yang didukung oleh pemerintah Jepang dan sejumlah perusahaan setempat dalam mempromosikan budaya pop Jepang seperti anime, komik, game, dan sejenisnya di seluruh dunia. Program yang dijalankan dan didanai oleh pemerintah Jepang melalui lembaga Cool Japan Fund Inc. ini ditujukan untuk menguatkan pengaruh “soft power” Jepang di seluruh dunia.
Sayangnya, program ini tidak selamanya berjalan mulus. Setelah sebelumnya sepat disebut-sebut terancam dibubarkan karena kurang sukses dalam memenuhi ekspektasi, kini Cool Japan Fund Inc. juga dilaporkan menderita akumulasi utang mencapai angka fantastis, yakni 54 miliar yen. Hingga Juni 2026 lalu, defisit ini sudah masuk kategori kritis. Pemerintah pun berencana membentuk komite investigasi bulan ini untuk membahas kemungkinan konsolidasi atau bahkan pembubaran total Cool Japan Fund Inc. Target akhir dari semua pembahasan ini diharapkan rampung sebelum tahun berganti.
Di balik kondisi memprihatinkan ini, seorang mantan petinggi Cool Japan Fund Inc. meluapkan rasa frustrasinya. Ia mengaku sudah berkali-kali memperingatkan staf bahwa cara kerja yang dijalankan hanya akan membawa kegagalan. Namun peringatan itu seolah tak digubris. Kini, beban utang yang ditanggung semakin berat, dan reputasi dana ini di mata pelaku bisnis domestik pun mulai merosot tajam. Banyak yang mulai meragukan kemampuan pihak manajemen dalam mengelola proyek berskala internasional.
Salah satu contoh paling mencolok dari kelalaian ini adalah proyek investasi di Dubai. Cool Japan Fund Inc. mengucurkan dana sekitar 300 juta yen ke perusahaan patungan dengan firma investasi lokal. Mereka dengan bangga mengumumkan pendirian entitas bernama Chiffa Nippon. Proyek ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai merek restoran Jepang ternama seperti Gyu-Kaku, Tsukiji Gindaco, dan Tonchin untuk merambah pasar Timur Tengah. Namun kenyataannya, semua rencana itu gagal total. Bahkan mitra bisnis lokal mereka dilaporkan lenyap tanpa jejak.
Menurut pengakuan dari Foodex Holdings, perusahaan di balik ramen Tonchin, mereka diperkenalkan dengan mitra Dubai oleh Cool Japan Fund Inc. sendiri. Saat itu, mereka diyakinkan bahwa perwakilan mitra memiliki hubungan keluarga dengan pendiri Dubai dan sudah sukses mengimpor daging sapi Jepang. Tiga perwakilan Jepang sempat terbang ke Dubai untuk riset pasar dan rapat pengembangan menu. Namun saat mereka kembali ke Jepang pada 2017 untuk mulai menyewa properti, kontak dengan perwakilan Chiffa tiba-tiba terputus. Hingga kini, keberadaannya masih misterius meskipun pihak Cool Japan Fund Inc. dan kedutaan sudah menyelidiki.
Baca juga:
KAORI Newsline | Sumber
















