BAGIKAN

aldnoah.zero2

Setelah selesai menayangkan 12 episode pertama pada pertengahan tahun 2014 lalu, mengawali tahun 2015 studio TROYCA kembali mempersembahkan lanjutan kisah dari Aldoah.Zero. Ei Aoki (Fate/Zero) kembali menjadi sutradara dari musim kedua seri anime ini. Untuk Series Composition dari seri anime ini ditangani oleh Katsuhiko Takayama (Baka to Test, Ga-Rei-Zero) dan Matsumoto Masako sebagai desainer karakter dari musim kedua Aldnoah.Zero ini. Bagian musik dari seri anime ini masih ditangani oleh Sawano Hiroyuki yang sudah berpengalaman menata musik pada Gundam UC serta musim pertama Aldnoah.Zero, namun pada musim kedua ini, penyanyi Aoi Eir turut mengisi lagu penutup dengan lagu berjudul Genesis.

Sinopsis

Musim kedua Aldnoah.Zero ini diawali dengan adegan terakhir pada pertempuran di penghujung musim pertama, dimana Slaine Troyard menembak mata kiri dari Inaho Kaizuka serta Count Saazbaum yang sebelumnya sudah terlebih dahulu menembakkan peluru kepada putri Vers Asseylum Allusia.

Advertisement Inline

19 Bulan berlalu sejak kejadian tersebut, dan kondisi Interplanetary War II yang dipicu upaya pembunuhan terhadap putri Vers sudah semakin sengit. Setelah berhasil menemukan kapal perang Deucalion milik Vers, pasukan Bumi pun kini sudah dapat memiliki markas di luar orbit untuk menghalau serangan dari kekaisaran Vers yang bermarkas di Bulan. Mengantisipasi pertempuran diluar orbit, Bumi pun telah mengembangkan teknologi Kataphrakt miliknya untuk dapat menandingi para Kataphrakt milik Vers yang dilengkapi dengan Aldnoah Drive.

Ditengah sengitnya pertempuran yang berlangsung diluar orbit tersebut, sosok putri Asseylum yang sebelumnya sudah dipastikan tertembak peluru justru hadir dengan sehat dan memberikan ultimatum untuk melakukan serangan kepada Bumi. Namun dibalik ultimatum tersebut terdapat sosok Slaine Troyard serta adik dari putri Asseylum, Lemrina yang merencanakan suatu konspirasi untuk menguasai Vers dan juga pasukan Bumi.

Waktunya Pertempuran Luar Orbit

Secara konsep, musim kedua Aldnoah.Zero menampilkan sesuatu yang segar dibandingkan musim pertamanya. Jika di musim pertamanya ditampilkan adegan pertempuran robot di tengah kota ala game Armored Core, musim kedua ini menampilkan adegan pertempuran robot di luar orbit yang menjadi salah satu ciri khas dari seri anime bertemakan robot. Dengan adanya kapal tempur Deucalion dan juga markas bulan milik Vers, perseteruan diluar orbit ini dapat terjadi.

aldnoah.zero 2 1

Menghadapi aksi pertarungan robot di luar orbit ini, Kataphrakt milik pasukan Bumi pun mengalami perubahan. Jika pada musim pertamanya kita akan menemui unit robot berukuran tanggung dengan perlengkapan seadanya, di musim kedua ini pasukan Bumi dipersenjatai dengan berbagai robot lengkap dengan peralatan untuk melaju dan bertempur diluar orbit. Berubahnya desain unit Kataphrakt milik Bumi ini merupakan suatu terobosan yang cukup menyegarkan.

Dengan berpindahnya medan perang dari daerah tengah kota menuju luar orbit, adegan pertempuran yang disajikan pun berbeda. Di musim kedua ini, penonton akan disuguhkan aksi robot yang berterbangan di ruang hampa udara dengan saling tembak menembak. Penggunaan 3D dalam penggambaran unit robot dan background asteroid di angkasa luar merupakan nilai tambah dari sisi aksi. Selain itu, penggunaan camera shifting dalam berbagai adegan pertempuran menghasilkan animasi pertempuran dari seri anime ini cukup mengagumkan.

Repetitif: Plotwist yang tidak terasa Twist

aldnoah.zero 2 2

Pola cerita dalam musim kedua ini terkesan repetitif, yakni munculnya Kataphrakt baru, pasukan Bumi melawan, muncul Inaho, dan semua pun beres. Hingga sekitar lebih dari setengah musim, cerita berlangsung dengan pola demikian sehingga terasa membosankan untuk diikuti. Dengan pola cerita yang repetitif, biasanya unsur twist diselipkan agar alur cerita tidak terasa terlalu membosankan. Ya, unsur twist merupakan salah satu daya tarik dari seri anime ini.

Musim pertama Aldnoah.Zero cukup dikenal dengan berbagai twist dalam ceritanya yang membuat penonton selalu bertanya-tanya apa yang akan terjadi di episode selanjutnya. Seakan tidak ingin melepas ciri khas tersebut, berbagai twist kembali dihadirkan di musim kedua. Namun demikian, berbeda dengan musim pertamanya, twist yang ada dimusim kedua terasa cukup dipaksakan. Alih-alih memecahkan kebosanan akibat jalannya alur cerita yang terasa repetitif, eksekusi plotwist pada musim kedua ini justru ikut repetitif seperti jalannya cerita. Pada awal cerita penonton disuguhkan twist berupa Lemrina yang menyamar menjadi Asseylum, lalu Slaine yang menjadi Count, dan banyak twist lainnya yang dieksekusi dengan alur yang terlalu cepat dan repetitif sehingga terasa sangat dipaksakan.

Drama berkedok Aksi

aldnoah.zero 2 3

Meski menawarkan adegan pertempuran luar angkasa yang sangat berbeda dan hal yang baru, namun pada nyatanya seri anime ini kurang mengeksekusi porsi aksi dengan baik. Sepanjang 12 episode musim keduanya ini, alih-alih konflik pertempuran robot antara pasukan Bumi melawan Mars, yang terasa adalah drama yang melingkupi putri Asseylum. Porsi drama makin dirasakan ketika Slaine Troyard memulai intrik untuk “membelot” dari para Orbital Knights demi mencari cara bagaimana bisa membawa putri Asseylum tersadar kembali.

Semua takluk dihadapan Slaine dan Inaho

Musim kedua anime Aldnoah.Zero ini menampilkan karakter yang cukup banyak, terlebih para Orbital Knights dengan berbagai unit Kataphrakt uniknya. Namun akibat porsi yang dibawakan lebih menitikberatkan pada drama, beberapa karakter baru yang muncul hanya menjadi figuran semata dihadapan Slaine Troyard dan Kaizuka Inaho.

aldnoah.zero 2 4

Karena itu, perkembangan karakter menjadi catatan penting dari seri anime ini, dimana meski menampilkan begitu banyak karakter namun perkembangan yang diekspos terasa hanya pada sosok Inaho serta Slaine. Dari sudut pandang pasukan Bumi, sosok Inaho seakan-akan menjadi “The Only One” karena setiap ada pertempuran melawan pasukan Mars, kemenangan sudah dapat dipastikan jika Inaho muncul. Dengan bantuan analytical engine yang tertanam di mata kirinya, menjadikan sosok Inaho lebih dominan dibanding karakter lainnya karena memiliki kemampuan yang luar biasa, bahkan bisa dikatakan hanya Inaho yang mampu menembak Kataphrakt pasukan Mars dengan tepat.

Di sisi Vers terdapat sosok Slaine Troyard yang pada musim pertamanya tidak terlalu dominan di kalangan Orbital Knights. Namun pada musim kedua ini, bisa dikatakan bahwa citra dari pasukan Vers hanya ada di sosok Slaine. Meski musim keduanya ini menampilkan para Orbital Knights baru, namun berbagai karakter tersebut tidak berhasil diekspos dengan porsi yang tepat karena sepanjang cerita hanya Slaine dan Inaho sajalah yang mendapat banyak perhatian.

Kesimpulan

Musim kedua sebuah seri anime sepatutnya membawa angin segar bagi keberlangsungan sebuah seri. Dalam musim keduanya, Aldnoah.Zero mampu membawa berbagai angin segar seperti adegan pertempuran luar angkasa, banyaknya unit kataphrakt baru. Namun demikian, meski dapat membawa dengan baik hal yang baru tersebut, ada beberapa hal yang disayangkan dari seri anime ini seperti arah cerita yang berjalan lebih ke arah drama individual dibanding konflik Bumi-Mars. Akhir dari musim kedua Aldnoah.Zero juga terasa sangat dipaksakan dimana putri Vers memilih pasangan pria nya yang bahkan tidak dijelaskan lebih lanjut latar belakang yang ada diantara dua sosok tersebut. Bagian resolusi konflik dimana bumi dan mars berdamai juga terkesan sangat memaksa dan terlalu dipercepat.

KAORI Newsline | Diulas oleh Rafly Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.