BAGIKAN
Penggabungan dari 2 trainset KRL seri 205 eks-JR East jalur Nambu
205-86F + 205-88F, rangkaian perdana KRL seri 205 formasi 12 kereta yang berdinas (16/9)
205-86F + 205-88F, rangkaian perdana KRL seri 205 formasi 12 kereta yang berdinas

Laporan Khusus KAORI Nusantara membahas momen bersejarah pengoperasian KRL formasi 12 kereta di Jabodetabek.
Bagian 1: Akhirnya, KCJ Operasikan KRL Formasi 12 Kereta
Bagian 2: Yuk Intip Persiapan Prasarana Untuk Pengoperasian KRL Formasi 12 Kereta!
Bagian 3: Laporan Perjalanan: Malam Pertama Bersama KRL Formasi 12 Kereta

Rabu, 16 September 2015 menjadi hari yang bersejarah dalam dunia perkeretaapian Indonesia, khususnya di ranah kereta komuter wilayah Jabodetabek. Untuk kali pertama, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengoperasikan rangkaian kereta rel listrik (KRL) dengan formasi 12 kereta.

Setelah berbagai persiapan dan uji coba dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, akhirnya KCJ mengoperasikan satu rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta ini sebagai tahap uji coba di salah satu putaran dinasan (loop) dalam jadwal sesuai grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2015, di lintas Bogor-Jakarta Kota P.P.

Advertisement Inline

Pada hari pertama pengoperasiannya, rangkaian 205-86F + 205-88F (NaHa H2 + H4) menjadi rangkaian perdana yang berdinas dengan melayani KA 1034 (relasi Depok-Bogor), KA 1085 (relasi Bogor-Jakarta Kota) dan KA 1086 (Jakarta Kota-Bogor) pada pagi hari, kemudian KA 1129 (relasi Bogor-Jakarta Kota), KA 1130 (relasi Jakarta Kota-Bogor) dan KA 1171 (relasi Bogor-Jakarta Kota) pada siang hari, dilanjutkan sebagai KA 1172 (relasi Jakarta Kota-Bogor), KA 1211(relasi Bogor-Jakarta Kota), KA 1212 (relasi Jakarta Kota-Bogor) dan KA 1261 (relasi Bogor-Depok) di sore hingga malam hari. Jadwal tersebut kemungkinan masih tetap sama dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Laporan Perjalanan: Malam Pertama Bersama KRL Formasi 12 Kereta

Suasana di dalam KRL formasi 12 kereta diluar jam sibuk
Suasana di dalam KRL formasi 12 kereta diluar jam sibuk

Rangkaian KRL formasi 12 kereta yang dioperasikan KCJ adalah hasil penggabungan dua trainset KRL seri 205 eks-JR East jalur Nambu, dengan formasi asli hanya 6 kereta tiap trainset-nya. Ini berbeda dari sebelumnya ketika KCJ mengoperasikan rangkaian KRL formasi 10 kereta yang merupakan formasi asli dari KRL seri 205 eks-JR East jalur Saikyo.

Penggabungan dari 2 trainset KRL seri 205 eks-JR East jalur Nambu
Penggabungan dari 2 trainset KRL seri 205 eks-JR East jalur Nambu, dengan PPK di kabin masinis tengah

Mengingat KRL ini memiliki formasi sangat panjang, setiap rangkaian KRL formasi 12 kereta dilayani oleh 2 orang Petugas Pelayanan KRL (PPK) yang masing-masing berada di kabin masinis belakang dan tengah. PPK di kabin masinis belakang bertugas sebagai announcer dan operator pintu, sementara PPK di kabin masinis tengah sebagai asisten untuk mengawasi keamanan naik dan turun penumpang yang juga merangkap sebagai announcer.

PPK kabin belakang dengan tugas utama, pelayan pintu dan pengumuman (announcer)
PPK kabin belakang tetap ada dengan tugas utama, pelayan pintu dan pengumuman (announcer)

Karena terdiri dari gabungan 2 trainset formasi 6 kereta, terdapat kabin masinis di tengah rangkaian sehingga penumpang yang berada di kereta 6 tidak dapat langsung berpindah menuju kereta 7 dan harus turun terlebih dahulu di stasiun untuk bergeser ke kereta 7 hingga 12 (berpindah trainset). Ini mengingatkan kita pada pengoperasian KRL non-AC di masa lalu yang menggabungkan 2 trainset dengan formasi asli 4 kereta tiap trainset-nya, sehingga terbentuk rangkaian formasi 8 kereta.

Terdapat kabin masinis di tengah rangkaian karena merupakan penggabungan 2 trainset
Terdapat kabin masinis di tengah, penumpang tidak dapat langsung berpindah trainset

Baca Juga: Yuk Intip Persiapan Prasarana Untuk Pengoperasian KRL Formasi 12 Kereta!

Dengan persiapan yang cukup matang, rangkaian KRL seri 205 formasi 12 kereta ini tampak lebih siap beroperasi dan melayani penumpang. Aneka signage berupa petunjuk, himbauan dan larangan serta peta rute KRL Jabodetabek telah terpasang seluruhnya. Khusus pada rangkaian KRL formasi 12 kereta, terdapat signage tambahan berupa petunjuk arahan turun bagi penumpang, dengan mencantumkan stasiun-stasiun dan posisi kereta yang tidak mendapatkan peron untuk penumpang turun.

Peta rute dan petunjuk arahan turun bagi penumpang telah tersedia
Peta rute dan petunjuk arahan turun bagi penumpang telah tersedia

Petunjuk arahan turun sangat penting diperhatikan oleh penumpang, terutama pada penumpang yang naik di dua kereta paling belakang atau paling depan, mengingat stasiun-stasiun di lintas Manggarai-Bogor belum semuanya mengakomodasi rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta karena peron tambahan masih dalam proses pembangunan di beberapa stasiun. Penumpang yang naik diharapkan menyesuaikan posisinya ketika akan turun dan memperhatikan petunjuk, apakah kereta tersebut mendapatkan peron di stasiun tujuannya.

Satu kereta paling depan tidak mendapatkan peron di stasiun Depok
Satu kereta paling depan tidak mendapatkan peron di stasiun Depok

Pada jam-jam sibuk, diharapkan KRL formasi 12 kereta ini dapat menjadi solusi untuk mengurai kepadatan penumpang dengan daya angkut yang lebih besar dalam sekali jalan, juga sebagai upaya untuk peningkatan volume penumpang sejalan dengan target KCJ untuk mengangkut 1,2 juta penumpang per hari.

Berikut videonya:

Simak juga laporan perjalanan hari pertama KRL formasi 12 kereta pada jam sibuk di sini.

KAORI Newsline | Oleh Faris Fadhli

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.