Kompilasi komik. Atau yang lebih beken disebut sebagai majalah komik adalah sebuah buku atau majalah yang memuat lebih dari satu judul komik yang berbeda-beda di setiap jilidnya.

Dewasa ini majalah komik menjadi salah satu konsep yang sedang cukup populer di kalangan komikus Indonesia untuk menunjukkan karya-karyanya. Sebut saja re:ON comics, Shonen Fight, Kosmik, hingga KMI Roket sampai yang bergerak di jalur independen seperti ICW – Indonesian Comics Warriors, Gorengans, sampai Kopimix. Di paruh awal era 2000anpun tersebutlah pula majalah komik seperti Splash maupun Sequen.

eres

Advertisement Inline

Eres. Majalah komik di era 1970an

Rupanya konsep majalah komik juga bukanlah hal baru dalam industri perkomikan Indonesia. Tersebutlah pada kurun waktu tahun 1969 sampai 1971 terdapat sebuah majalah komik dengan nama Eres yang cukup populer pada masanya.

Dengan bekerjasama dengan komikus-komikus ternama pada masanya, majalah komik Eres yang diterbitkan oleh penerbit RS – ERES ini memuat komik-komik dari para komikus seperti Ganes TH, Jan Mintaraga, Zaldy, SIM dan Hans Jaladara.

Di luar nama-nama besar pada masanya tersebut, Eres juga memberi tempat bagi komikus-komikus muda pada masanya untuk memperlihatkan karya-karyanya kepada publik bersanding dengan nama-nama komikus besar pada masanya. Salah satunya J Rio Purbaya yang pada masa itu masih merupakan komikus yang masih muda.

Tercatat beberapa komik yang pernah ditulis oleh J Rio Purbaya untuk majalah Eres di antaranya:

1. Senenade di Malam Kudus, 6 halaman Tamat cerita Franky tayang di ERES No. 14

2. Tjintanya Sekudus Malam Natal, 8 halaman Tamat, tayang di ERES No. 15

Tidak jauh berbeda dengan re:ON Comics di zaman sekarang, Eres juga menerbitkan beberapa komiknya menjadi komik lepas seperti Masa Lalu Takkan Kembali karya J Rio Purbaya. Selain itu terdapat juga komik-komik karya Fasen, Judah Noor, dan nama-nama lainnya yang juga diterbitkan dalam bentuk komik lepas.

Sayangnya Eres tidaklah berumur panjang. Setelah terbit sebanyak 16 edisi, majalah komik inipun akhirnya berakhir riwayatnya di tahun 1971.

KAORI Newsline | Picture Courtesy of Andy Wijaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.