Seri anime yang mengangkat permainan kartu produksi Konami, Yu-Gi-Oh! kembali merilis seri terbarunya. Setelah kisah Yuya Sakaki meyelamatkan berbagai dimensi di Yu-Gi-Oh! Arc-V selesai, pada bulan Mei 2017 seri ini berlanjut ke seri ke-6 yang berjudul Yu-Gi-Oh! VRAINS. Setelah tanggal tayangnya diumumkan, kini informasi mengenai sinopsis dari anime ini telah terungkap.

Dilansir dari situs Anime News Network, sinopsis cerita dari seri Yu-Gi-Oh! VRAINS terungkap dalam edisi ke 21 dan 22 majalah Weekly Shonen Jump terbitan Shueisa. Seri ini mengisahkan sebuah kota bernama Den City, kota yang memiliki pengembangan sistem jaringan yang cukup maju. Di kota ini terdapat sebuah perusahaan raksasa bernama SOL Technology Co. yang mengembangkan teknologi virtual untuk mengembangkan sebuah dunia virtual reality bernama LINK VRAINS.

Banyak orang yang mengapresiasi terbentuknya LINK VRAINS ini, termasuk para duelist yang bisa melakukan duel di dunia virtual. Namun dibalik apresiasi dan pujian dari masyarakat, ada sebuah ancaman tersembunyi dari kelompok hacker bernama “The Hanoi Knights”. Para hacker tersebut ingin menghancurkan “Cyverse”, sebuah dunia tempat para AI berada yang tersembunyi di dalam jaringan LINK VRAINS.

Advertisement Inline

Di tengah-tengah ancaman tersebut, terdapat seorang duelist yang dengan berani menghadapi para anggota “The Hanoi Knights”. Duelist tersebut dikenal sebagai Playmaker di dunia virtual. Dengan keberanian dan kebolehannya dalam duel, Playmaker selalu mengalahkan para hacker tersebut, tapi ia langsung pergi begitu saja setelah mengalahkan mereka. Playmaker pun menjadi bahan pembicaraan oleh masyarakat, bahkan di anggap sebagai pahlawan.

Tetapi di balik sosok Playmaker yang sangat heroik tersebut, ada seorang siswa SMA biasa yang bernama Yusaku Fujiki. Yusaku adalah duelist yang memiliki identitas sebagai Playmaker di dunia LINK VRAINS. Yusaku menjalani pertarungan melawan para Hanoi Knights untuk mencari jawaban atas kejadian yang menimpa dirinya di masa lalu.

Bersama dengan kartu Link Monster andalannya, Decode Talker, Yusaku menjalani berbagai pertarungan melawan para hacker dan suatu ketika ia bertemu dengan AI misterius yang hendak ditangkap oleh The Hanoi Knights dan juga SOL Technology. Roda takdir pun kembali berputar di balik pertandingan kartu para duelist ini. Siapakah sebenarnya sosok AI misterius tersebut? Apakah alasan para The Hanoi Knights untuk menghancurkan Cyverse? Dan apakah sebenarnya yang terjadi pada Yusaku di masa lalu?

Seri anime Yu-Gi-Oh! VRAINS tayang perdana di Jepang pada tanggal 10 Mei 2017 di stasiun televisi TV Tokyo. Berikut ini adalah jajaran pengisi suara untuk anime ini:

Dari kiri ke kanan:

Atas: Shoya Ishige sebagai Yusaku Fujiki, Takahiro Sakurai sebagai makhluk misterius, Subaru Kimura sebagai Shoichi Kusanagi

Tengah: Chiharu Sawashiro sebagai Naoki Shima, Daiki Hamano sebagai Go Onizuka, Yuki Nakashima sebagai Aoi Zaizen

Bawah: Shouma Yamamoto sebagai Aki Zaizen, Yuna Kamakura sebagai Ema Bessho, Shunsuke Takeushi sebagai Revolver

Lagu pembuka seri anime ini dibawakan oleh Tommy dengan lagu berjudul “With the Wind”. Grup vokal dansa menyanyikan lagu penutup dari anime ini, yang diberi judul “Believe in Magic.”

Seri terbaru ini juga menghadirkan sebuah sistem baru dalam bermain Yu-Gi-Oh! yakni Link Summoning. Dalam Yu-Gi-Oh! VRAINS ini, peraturan yang berkaitan dengan Extra Deck Summonning mengalami banyak perubahan. Jika sebelumnya para pemain bisa memanggil kartu Synchro, Fusion, XYZ, maupun Pendulum dari Extra Deck sebanyak sisa tempat di Monster Zone berada, kini pemain hanya bisa memanggil 1 saja kartu dari Extra Deck dan ditempatkan dalam zona baru bernama Extra Monster Zone yang berada di depan 5 kolom Main Monster Zone. Untuk memanggil monster lain dari Extra Deck dibutuhkan kartu Link Monster yang memiliki penunjuk arah panah di sisi kartunya. Pemain bisa memanggil Link Monster dengan membayar cost yang tertera pada masing-masing kartu. Jika pemain telah memanggil Link Monster, pemain tersebut bisa menaruh kartu dari Extra Deck di kolom sesuai arah panah yang ditunjukkan oleh Link Monster tersebut.

Untuk Pendulum Zone juga mengalami perubahan. Jika pada Yu-Gi-Oh! Arc-V Pendulum Zone memiliki tempatnya sendiri di luar Spell/Trap Card Zone, kini Pendulum Zone ditempatkan bersamaan degan Spell/Trap Card Zone. Penerapan peraturan baru ini sempat menjadi kontroversi dari para pemain Yu-Gi-Oh! yang merasa bahwa sistem ini membatasi para pemain yang berfokus pada pemanggilan kartu dari Extra Deck.

Yu-Gi-Oh! ini awalnya adalah sebuah komik bertema permainan kartu karya Kazuki Takahashi. Selain telah diadaptasi menjadi beberapa musim seri anime, komik ini juga telah diadaptasi menjadi permainan kartu besutan perusahaan game Konami.

Untuk seri animenya sendiri, saat ini tengah memasuki seri kelima dengan berjudul Arc-V. Di Indonesia, seri anime Yu-Gi-Oh! Duel Monster pernah ditayangkan oleh stasiun TV RCTI, SCTV, Space Toon serta Indosiar. Seri komiknya sendiri pernah diterbitkan oleh pihak Elex Media Komputindo. Saat ini pihak penerbit Elex Media Komputindo baru saja menerbitkan seri komik GX, 5D’s, serta Premium Edition.

Adaptasi film anime layar lebar terbarunya, Yu-Gi-Oh! The Dark Side of Dimensions sudah dirilis di Indonesia pada tanggal 9 November 2016. Di Indonesia film ini dibawa oleh pihak Odex bekerjasama dengan Jive Entertainment. Simak ulasan dari film ini pada artikel berikut ini.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.