BAGIKAN
(©Meguru Ueno, Studio NAZ/Hajimete no Gal)

Sebelum kita membahas lebih jauh bagaimana episode 5 dari perjuangan Junichi untuk “lulus dari keperjakaan” bersama Yukana, saya akan memberi sedikit peringatan: Episode 5 agak sedikit lebih vulgar dari biasanya. Begitu juga pembahasan yang akan saya tulis di ulasan minggu ini. Demi pengalaman membaca yang lebih mengasyikkan, saya akan sedikit melepas rem dan melakukan sedikit “DORIFUTO” di ulasan minggu ini. Siapkan sabuk pengaman Anda.

(©Meguru Ueno, Studio NAZ/Hajimete no Gal)

Jika Anda menonton dengan seksama, dan bukanlah golongan “skip OP skip ED”, yang selalu ketinggalan aftercredit, Anda akan menemukan gadis pendek dengan dada yang besar yang baru saja melakukan makeover besar-besaran. Nene, si teman masa kecil Junichi, mengira bahwa selera Junichi adalah tipe tipe cewek gyaru. Oleh karena itu, Nene ikut-ikutan bergaya ala gyaru dan berakhir diketawakan oleh Ranko dan Yukana karena gayanya yang sok sok-an. Sebenarnya sih, asumsi Nene tidak salah. Tetapi, bagaimana Junichi bisa kecantol sama si gyaru cantik Yukana sebenarnya bukan semata mata kalau Junichi itu tipenya adalah gyaru.

Yang membuat episode ini menarik adalah, anggapan Nene bahwa Junichi selamanya akan menjadi seorang yang tidak keren dan Junichi selamanya tidak akan pernah pacaran karena karakternya yang menyedihkan. Asal mula kenapa Nene kesengsem dengan Junichi berawal dengan janji masa kecil Junichi meminta Nene menjadi pengantinnya apabila Junichi berakhir tidak kece pada saat dewasa. Nene hingga saat sebelum akan menyerang Junichi masih berpikiran kalau kakak Junichi masih seorang udik yang menyedihkan. Lagi-lagi asumsi Nene tidak salah, namun bukan sepenuhnya salah.

Ilustrasi: Ketika hasrat sudah mencapai ubun-ubun. (©Meguru Ueno, Studio NAZ/Hajimete no Gal)

Tetapi, puncak keasikan episode ini adalah para alter ego Junichi yang sedang bertempur melawan Hentai Kamen yang sudah diambang kemenangan. Pasti sulit bagi Junichi untuk menelan situasi yang dialaminya. Sahabat masa kecilnya yang tumbuh menjadi gadis berdada besar, tampil lebih centil dan telanjang siap untuk meng-ekse Junichi. Memintanya untuk menjadikan Nene sebagai wanita dewasa.

(©Meguru Ueno, Studio NAZ/Hajimete no Gal)

Tapi, alter-ego ikemen Junichi berhasil mematahkan anggapan ‘cowok udik’ yang diasumsikan Nene. Perkataan Yukana yang menjelaskan bahwa Junichi sebenarnya tidak jelek-jelek amat dan berkesempatan untuk punya pacar terbuktikan dengan kesuksesan ikemen Junichi menakhlukan libidonya. Junichi tidak ingin mengewe Nene hanya untuk sekedar melepas keperjakaannya. Dirinya menolak Nene. Nene pun paham dengan perubahan dalam Junichi. Junichi tidak selamanya akan menjadi perjaka katrok. Junichi telah menjadi seseorang yang kece (setidaknya di mata Yukana dan Nene). Junichi setidaknya menjadi sedikit lebih gentleman.

Lalu, apa yang dapat dipetik dari episode 5?

Yang pertama, jika Anda masih memiliki nilai plus dalam dalam diri Anda, dan nilai tersebut dapat dibanggakan orang lain, kesempatan Anda untuk mendapatkan pacar itu pasti bukan nol. Yukana mengatakan bahwa cowok sekelas Junichi pun berkesempatan untuk mendapatkan pacar asalkan nilai karakternya ada plusnya. Setidaknya itu anggapan sosok Junichi di mata Yukana. Kesempatan Junichi tidaklah nol. Asalkan ada niat, semuanya bisa terjadi. Man Jadda wa Jadda.

Sebuah kemantapan yang hakiki (©Meguru Ueno, Studio NAZ/Hajimete no Gal)

Yang kedua, situasi Junichi saat mengatasi Nene yang tiba-tiba “mas, ngewe o karo aku ae mas” adalah bagian dari ujian kemantapan niat Junichi yang ingin meng-ekse Yukana. Ya, sebenarnya sulit untuk menentukan niat Junichi untuk meng-ekse Yukana sebenarnya hal yang baik atau buruk. Tetapi satu hal yang pasti, kemantapan Junichi menolak Nene secara gentleman menunjukkan bahwa dirinya tumbuh sedikit dan niatnya dengan Yukana memang mantap layaknya shiratal mustaqiim.

“Jangan rebut ‘kakak-kakakan’-ku!” (©Meguru Ueno, Studio NAZ/Hajimete no Gal)

Jika Anda menontonnya sekali, episode minggu ini mungkin terasa agak membosankan. Tidak ada twisttwist yang asik di awal layaknya episode 4. Namun bila Anda menontonnya dengan seksama (seperti saya), Anda menemukan hal-hal menarik yang biasanya terlewatkan. Ingat, cobaan dan ujian adalah cara Tuhan untuk membuat makhluknya menjadi lebih kuat dan lebih baik. Bila Anda tidak punya osananajimi berdada besar, centil yang tiba-tiba ingin ekse, bukan berarti anda tidak sedang diuji.

Bonus: Ilustrasi endcard oleh Yumi Nakata

KAORI Newsline