Anime BEATLESS akan Diproduksi oleh Studio Diomedea

0
© 2017 Satoshi Hase · Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee (sumber: gigazine.net)

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, seri novel ringan BEATLESS akhirnya diumumkan akan diadaptasi menjadi seri anime. Anime BEATLESS akan mulai tayang pada bulan Januari 2018 mendatang. Kali ini, akhirnya diumumkan studio yang akan menangani anime dari novel ringan karangan Redjuice, ilustrator EGOIST tersebut.

Setelah sebelumnya hanya memasang tulisan “coming soon“, akhirnya situs resmi dari anime BEATLESS dibuka pada Sabtu (7/10). Beberapa konten utama telah dimuat dalam situs resmi tersebut, termasuk jajaran staf yang telah diumumkan sebelumnya. Tapi ada satu informasi tambahan. Dalam situs tersebut tertulis bahwa anime BEATLESS akan diproduksi oleh studio Diomedea (KanColle, Boku no Kanojo ga Majimesugiru Sho-bitch na Ken).

Inilah visual terbaru anime BEATLESS yang terdapat pada situs resminya.

© 2017 Satoshi Hase · Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee

Selain studio dan visual terbaru, desain dari Lacia, salah satu karakter utama dari anime BEATLESS juga telah dirilis. Desain tersebut merupakan ilustrasi yang dibuat sendiri oleh Redjuice.

“Lacia” design by Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee

Selain pengumuman di media daring, staf anime BEATLESS juga menyampaikan pengumumannya dalam acara “Machi Asobi 2017: Climax Run” hari pertama di Tokushima, Jepang pada Sabtu (7/10). Staf yang hadir dalam pengumuman tersebut di antaranya sutradara Seiji Mizushima (Mobile Suit Gundam 00, Rakuen Tsuihou), sang kreator Satoshi Hase dan Redjuice.

BEATLESS adalah seri anime yang diadaptasi dari novel ringan berjudul sama karya Satoshi Hase dan diilustrasikan oleh Redjuice (Guilty Crown, Genocidal Organ). Berikut sinopsis ceritanya:

“Dikisahkan pada suatu masa di masa depan, sosok manusia buatan yang disebut sebagai hiE menjadi bagian dari kehidupan manusia dan menangani hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia, salah satunya adalah Lacia. Syahdan pada suatu hari, Arato Endo, seorang pemuda berumur 17 tahun bertemu dengan Lacia. Apa sebenarnya arti dari pertemuan mereka berdua, dan apakah umat manusia bisa hidup berdampingan dengan para hiE?”

KAORI Newsline | Oleh Bramantyo Wibisono

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.