BAGIKAN
Ittetsu Suzuki, salah satu aktor yang berkecimpung di dunia JAV khusus wanita.

Salah satu faktor yang membuat banyak laki-laki dan perempuan menghindari untuk memiliki hubungan intim adalah pandangan bahwa wanita adalah objek. Konsep ini diagung-agungkan di pembuatan film dewasa (adult video /AV) yang ditujukan untuk laki-laki.

Lalu, apakah perbedaan di dalam pembuatan AV untuk perempuan? Bagaimanakah perbedaan tersebut juga menjadi pelajaran untuk mendekatkan pasangan melalui hubungan seks?

Ternyata judul AV untuk laki-laki cenderung berfokus ke birahinya, sedangkan AV untuk perempuan berfokus kepada emosi. Menurut Ittetsu Suzuki, seorang aktor JAV kawakan dengan lebih dari 100 judul AV untuk wanita, ada disparitas antara kedua demografi tersebut.

Ittetsu Suzuki: Makin banyak laki-laki menonton video khusus wanita karena jenuh dengan konten ekstrim yang sering muncul di video khusus lelaki.

Dalam wawancara dengan Asahi Shimbun (24/10), ia mengatakan video dewasa untuk laki-laki cenderung menyorot bagian tubuh perempuan secara tidak natural dengan tujuan membuat videonya lebih menarik secara visual.

“Video dewasa untuk laki-laki memiliki rasa pemuasan untuk penaklukkan, di mana Anda merasa dapat membuat semua wanita menjadi milikmu” ucap Suzuki. “Memang di dalamnya ada plotnya, namun saya rasa 80% dari penontonnya langsung melewati bagian tersebut.”

Rasa Ingin Dicintai

Video dewasa untuk perempuan, menurut Suzuki, lebih memiliki “rasa ingin lebih dihargai atau dicintai daripada dirinya sendiri”.

Sebagai contoh, dia menampilkan seorang wanita karir yang sukses yang baru saja sampai di rumah yang kelelahan setelah seharian bekerja. “Lalu, lelakinya akan menyambutnya dengan ucapan ‘Selamat datang, kamu pasti sudah bekerja keras hari ini ya,'” Ucap Suzuki ke Asahi Shimbun. “‘Kamu tahu, kita sudah lama lho nggak, anu…’ dan mereka akan bermesraan, dan beberapa hal yang akan berujung dengan hubungan seks – Proses tersebutlah yang sangat penting untuk judul judul AV wanita.”

“Apa yang kita gambarkan di sini adalah hubungan di antara mereka berdua. Kamera akan mengenalkan pasangan tersebut dan merekam hubungan mereka, mulai dari sentuhan hangat hingga berdekapan,” ucap Suzuki. “Sang laki-laki biasanya tidak ditampilkan di video dewasa untuk laki-laki karena mereka hanyalah menghalangi saja,” ucapnya.

“Belakangan ini, makin banyak laki-laki yang mulai memilih video untuk perempuan setelah merasa jenuh dengan konten ekstrim yang sering muncul di video khusus laki-laki. Tindakan seksualnya sendiri mungkin bisa menjadi referensi nantinya,” ujar Suzuki. “Memang agak bermasalah bagi laki-laki yang menanggapinya secara personal saat mereka ditegur (oleh pasangannya) karena menonton judul untuk perempuan.”

Menikah dan Memiliki Anak-Anak

Koleksi Foto “Meguru”, menampilkan Suzuki saat tidak bekerja. Rilis September

Suzuki, yang sekarang telah menikah dan dikaruniai dua anak, memulai karirnya di industri AV saat dia berumur 24 tahun di dalam produksi AV untuk laki-laki. Sebelum itu, pengalamannya dengan perempuan hanyalah dua orang saja, lalu angka tersebut sekarang sudah membesar menjadi lebih dari 3000 perempuan.

Suzuki mengatakan bahwa dirinya menemukan gairahnya untuk bermain di video khusus wanita, yang pada saat itu masih belum besar, setelah dia telah mengalami proses produksinya di awal karirnya. Film debutnya yang ditargetkan untuk perempuan berjudul “Love Body 1st” yang dirilis di tahun 2008.

Namun, Suzuki tetap bermain di AV khusus laki-laki, bermain di ratusan judul selama 2012. Pada tahun yang sama, ia menandatangani kontrak eksklusif dengan label Silk Labo, yang bermain di konten AV khusus perempuan.

Selama bermain di bawah naungan label Silk Labo, banyak penggemar wanita yang memberitahu Suzuki kalau karyanya memiliki dampak terhadap hidup mereka. “Saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendengarkan komentar dari para penggemar saya. Saya sangat senang ketika para penggemar mengatakan kalau kehidupan mereka tidak lagi hambar tanpa seks,” ujarnya. “Saya sangat bersyukur karenanya”.

“Yang mengejutkan adalah saat saya mengetahui kalau para perempuan menggunakan DVD saya sebagai musik penyembuhan atau sejenisnya, tidak untuk memuaskan diri,” ucap Suzuki. “Beberapa orang mengatakan mereka memutar DVD saya saat mereka mencuci piring setelah suaminya pergi bekerja. Hal ini agak susah dibayangkan oleh laki-laki.”

Suzuki juga menerima banyak surat dari penggemar untuk meminta memerankan adegan yang befokus cinta, pelukan atau ciuman. Bahkan di antara mereka, ada yang meminta saran padanya.

“Saya telah menerima beberapa surat yang mengungkapkan bahwa mereka tidak bisa merasakan seks lagi. Beberapa yang lain menceritakan bahwa mereka merasa seperti perawan kembail. Lalu, ada yang menulis kalau beberapa dari mereka ada yang tidak bisa mengatakan pasangan mereka bahwa seks yang kasar itu menyakitkan,” ujar Suzuki. “Beberapa hal memang perlahan berubah, namun ada banyak perempuan yang kesusahan dalam membicarakan kehidupan seks mereka. Mereka masih merasa pembicaraan tersebut sebenarnya tabu. Banyak juga yang merasa bahwa pasangannya telah berusaha sekuatnya.”

Tidak Mencari Kambing Hitam

Suzuki merasa bahwa laki-laki dan perempuan perlu berbagi perasaan mereka secara terbuka untuk menjembatani kunci masalah ini.

“Untuk kami para lelaki, yang bisa kami harapkan adalah perempuan dapat mengajarkan kami untuk maju, jadi saya ingin mereka lebih berani dan lebih sering berkomunikasi, karena seks itu dilakukan oleh dua orang,” ucap Suzuki. Ini bukan tentang mencari siapa yang salah, dan perempuan harus berkata apabila ada sesuatu yang tidak mereka sukai. Bayangkan bila Anda menikah dan merasakan hubungan seks yang tidak menyenangkan selama 30 tahun, bukankah hal itu mengerikan? Lebih baik kalau Anda dapat mengatakannya secara lantang. Tetapi, beberapa ada yang tetap memilih diam seumur hidupnya.

“Banyak laki-laki yang berpikir kalau mereka melakukannya dengan benar, tidak bermaksud untuk menyakiti pasangannya. Mereka hanya tidak sadar.” ujar Suzuki. “Laki-laki tidak paham kalau kesenangan fisik dan kepuasan emosional itu bukan hal yang terpisah untuk perempuan, dan perempuan lebih menghargai poin yang terakhir. Saya pikir saya akan berhenti untuk rewel jika perempuan langsung bilang kalau mereka tidak hanya ingin mendapatkan kepuasan fisik saja,” tambahnya.

“Memang sulit, karena pembicaraan tentang seks sering kali dapat dipandang keliru bagi orang yang sekedar melihat kalau seks hanyalah bagian dari mereka sebagai seseorang. Jadi perempuan mungkin lebih ingin mengatakan ‘Hei, pelan-pelan aja. Aku ini kan lembut’ daripada ‘Hei, bodoh. Sakit tau!,'” ucap Suzuki. “Saya berpikir rasanya cerdik juga memanfaatkan video dewasa khusus wanita untuk memberi tahu pasangan mereka “Ini lho. Begini yang asik,” daripada memerintah ‘Nih, contoh itu videonya!'”

Perlakuan Kasar yang Berasal dari Porno

Banyak laki-laki dan perempuan setuju kalau perlakuan kasar dan mitos yang sering diajarkan di video dewasa untuk laki-laki membuahkan macetnya keintiman di kamar tidur.

“Beberapa AV untuk laki-laki sering kali menampilkan sesuatu yang berlebihan, dan saya rasa kita sudah hidup di zaman yang menuntut hal tersebut untuk dikaji ulang. Tetapi saya tidak suka kalau laki-laki dan perempuan menentang satu sama lain dan berakhir dengan perpecahan, jadi saya tidak suka kalau laki-laki berada di posisi salah,” ujar Suzuki. “AV untuk laki-laki sangatlah berbeda dengan AV untuk perempuan, dan saya ingin orang-orang paham terhadap hal ini dan pada akhirnya, keduanya adalah fantasi semata. Nyatanya, sangatlah penting untuk laki-laki dan perempuan bekerja sama untuk memuaskan masing-masing pihak,” tambahnya.

“Pada akhirnya, semua itu bersifat subjektif dan personal, selama kedua pihak sama-sama puas. Untuk perempuan, beranilah untuk mengatakannya, walaupun terkadang mungkin agak merepotkan, bubuhilah dengan kata-kata manis. Untuk laki-laki, berendahhatilah dalam menerima masukan pasangan anda dan pelajarilah,” saran Suzuki. “Jika diskusi seperti itu membuat kalian kesal, berarti itu lebih bagaimana Anda menjadi sebuah pasangan,” tambahnya.

Keseimbangan yang Sensitif

Koleksi foto telanjang Suzuki berjudul “Source of Light” yang dirilis November 2016

Dalam halaman yang sama, proses akting dalam produksi AV juga penting bagi Suzuki, yang menurutnya dia berfokus bagaimana para penontonnya menikmati videonya dan perasaan aktris pasangannya saat produksi.

“Saya menyerahkan hal seperti skrip dan penyutradaraan ke orang lain, namun saya tetap menyarankan dan mendiskusikannya berbagai ekspresi yang muncul selama produksi. Contohnya, plot dengan tema kecemburuan yang berujung dengan adegan seks yang agak dipaksa merupakan trial dan error yang perlu banyak dilakukan untuk memastikan ekspresi dan mata saya tidak menakutkan, atau seberapa jauh saya dapat melakukannya sebelum para penonton merasa marah,” ujar sang aktor. “Bahkan dialog seperti ‘Jangan kamu akrab sama lelaki lain kecuali aku’ juga dapat dirasa posesif tergantung cara penyampaiannya. Keseimbangan dari hal-hal tersebut sangatlah sensitif. Anda tidak akan meluluhkan hati perempuan apabila Anda tidak mengatakan kalau Andacemburu karena Anda suka dia.”

Saran Suzuki untuk laki-laki dan perempuan adalah pentingnya memiliki komunikasi yang jujur. “Apakah Anda memberitahu pasangan Anda kalau Anda memikirkan mereka? Itulah yang saya ingin orang-orang untuk mengatakannya satu sama lain. Konsep ini sangat penting di kehidupan nyata,” ucap Suzuki.

KAORI Newsline | Disadur dari Tokyo Reporter

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.