BAGIKAN

Setelah diperkenalkan sejak bulan April 2018 lalu, saat ini proyek film live action terbaru dari Gundala Putera Petir tengah berada dalam tahap pembuatan. Berdasarkan informasi dari akun Twitter sutradara Joko Anwar, proses pembuatan film ini tengah memasuki hari ke-45, terhitung sejak 26 Oktober 2018. Kini melalui perhelatan Indonesia Comic Con 2018, Joko Anwar akan memperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik, siapa saja pemain dari film terbaru ini.

Ide untuk kembali mengadaptasi menjadi Gundala menjadi film dilakukan salah satunya karena banyaknya permintaan dari fanskomik Gundala untuk difilmkan. Proyek film ini sendiri sebenarnya sempat diumumkan di tahun 2014 lalu, namun sempat mengalami kemandegan, hingga akhirnya dihidupkan kembali di tangan sutradara Joko Anwar, bersama dengan Screenplay Films bersama BumiLangit Studio in association with Legacy Pictures.

Joko Anwar merupakan sutradara yang telah melahirkan sejumlah film besar sebut saja Pengabdi Setan (2017) yang berhasil mendapatkan predikat film Horror Terlaris sepanjang tahun 2017, Pintu Terlarang (2009), Kala (2007), Janji Joni (2005), dan telah berkolaborasi dengan HBO sebagai sutradara dalam serial TV Halfworlds (2015).

Melalui karya – karyanya, Joko Anwar telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan sebagai Best Director Piala Citra (2015) dan Best Screenplay Piala Citra (2015). Prestasi Joko Anwar juga telah mendunia, sejumlah karyanya masuk dalam festival – festival film dunia. Pada tahun 2007, Joko Anwar memenangkan kategori Best Film di Berlin  Asia Hotshot Film Festival, dan Jury Prize di New York Asia Film Festival untuk film Kala. Kemudian pada Punchon International Fatastic Festival 2009, Pintu Terlarang mendapatkan Buncheon Award di ajang Network of Asian Fantastic Films (NAFF, 2012).

Film dengan tema utama JAGOAN INDONESIA ini mengkolaborasikan cerita menyentuh hati dengan koreografi aksi seru. Syuting film ini ditargetkan untuk rampung pada akhir tahun 2018 ini selama 2,5 bulan. Rencananya film ini kemungkinan dirilis pada pertengahan tahun 2019.

Menurut Joko Anwar, film terbaru ini akan dibuat dengan nuansa kekinian supaya  bisa diterima penonton zaman sekarang, sembari tetap menjaga “spirit” dari Gundala klasik. Dalam film terbaru ini akan dikisahkan mengenai asal-usul dari sosok Gundala itu sendiri. Lebih lanjut melalui pengakuan di akun Twitternya, skenario film Gundala yang dikerjakannya ini, diakui olehnya merupakan skenario tersulit yang pernah ia kerjakan. Ia mengakui bahwa mengadaptasi cerita jagoan sehingga karakter dan ceritanya relevan dan cocok untuk orang Indonesia tanpa harus mencoba mirip jagoan luar adalah sebuah tantangan yang cukup sulit. Joko Anwar sendiri beserta para kru, pemain,  dan produser ingin membuat sesuatu yang membuat cerita dan karakter-karakter Gundala bisa dekat dengan dengan publik di Indonesia. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut Gundala sebagai film jagoan Indonesia ketimbang menggunakan sebutan superhero.

Gundala adalah tokoh jagoan karya maestro cerita gambar Harya Suraminata, atau lebih dikenal dengan Hasmi. Dalam menciptakan tokoh Gundala, Hasmi terinspirasi dari legenda Jawa, Ki Ageng Selo Sang Penangkap Petir. Pertama kali terbit pada tahun 1969, Gundala langsung menjadi tokoh cerita legendaris Indonesia sejak terbit hingga hari ini. Gundala telah rilis 23 judul hingga tahun 1982.

Adalah Sancaka, seorang pemuda tampan yang kemudian berubah menjadi Gundala. Ia memiliki kekuatan super untuk menangkap dan mengendalikan petir. Selain itu, ia jua memiliki kecepatan tinggi, terutama dalam berlari. Karena kemampuannya, dirinya kemudian dikenal sebagai Gundala Putera Petir.

Saat ini IP dari karakter Gundala sendiri dikelola oleh BumiLangit, yang juga sempat merilis komik terbaru dari sang jagoan berkekuatan petir ini dalam bentuk komik strip pada harian KOMPAS baik cetak maupun ePaper digital. BumiLangit sendiri juga mengelola berbagai IP dari karakter-karakter komik klasik Indonesia, di mana beberapa di antaranya telah “diremajakan” dalam proyek BumiLangit [R]evolusi. Selain itu, mereka juga akan mengangkat kembali Si Buta dari Gua Hantu menjadi film, yang juga bekerjasama dengan Screenplay Films.

Melalui perhelatan Indonesia Comic Con 2018, pada hari Minggu pukul 13.00 WIB, di Empire Stage, Joko Anwad akan memperkenalkan para pemain-pemain yang akan turut bermain dalam film ini. Selain itu, para pengunjung juga bisa melihat “first look” film ini, dan juga kesempatan untuk membawa pulang Limited Edition Merchandise.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.