BAGIKAN

Dalam menyambut tahun 2019, BumiLangit, pemilik dari ribuan IP karakter-karakter komik klasik Indonesia, terutama IP-IP komik pahlawan super atau jawara seperti Gundala hingga Si Buta dari Gua Hantu akan kembali menyemarakkan jagat IP jagoan Indonesia (selanjutnya disebut Adisatria). Tak kurang dari 30 produk cetak yang mengangkat para adisatria BumiLangit akan dirilis selama tahun 2019, dengan menggandeng penerbit-penerbit besar seperti Elex MediaKOLONI, Clover, dan Funtastic. Tak lupa sejumlah adisatria BumiLangit juga akan segera diangkat menjadi film layar lebar.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Gundala, sosok adisatria legendaris karya HASMI akan kembali diangkat menjadi film layar lebar. Dengan menggandeng Screenplay Films dan Legacy Pictures, film layar lebar dari adisatria legendaris yang dikelola oleh BumiLangit ini akan disutradarai oleh Joko Anwar, dan dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Tara Basro, Bront Palarae, hingga Muzaki Ramadhan. Bukan cuma itu saja. Si Buta dari Gua Hantu, sosok adisatria karya Ganes TH juga akan diangkat menjadi film layar lebar, dengan disutradarai oleh Timo Tjahjanto.

Advertisement Inline

Sementara itu untuk lini komik, BumiLangit akan kembali melanjutkan penerbitan Si Buta dari Gua Hantu Versi Baru (KOLONI) dan Virgo and the Sparklings (Elex Media), dan juga akan menerbitkan versi cetak dari Gundala (KOLONI), Aquanus versi baru (KOLONI), Patriot: Prahara (KOLONI), dan Sri Asih versi baru (Elex Media). Bukan cuma komik saja, namun BumiLangit juga akan menerbitkan versi novel dari Si Buta dari Gua Hantu bersama dengan penerbit Clover, dan juga Buku Anak Patriot Cilik bersama dengan penerbit Funtastic.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah komikus-komikus lokal yang telah go internasional pun turut terlibat dalam proyek ini. Di antaranya adalah Ardian Syaf yang telah malang melintang di industri komik mancanegara lewat berbagai judul di penerbit Marvel dan DC, hingga Sweta Kartika yang karyanya, Nusa Five turut diterbitkan dalam bahasa Jepang oleh Shogakukan Asia. Ardian Syaf bersama dengan Oyasujiwo dan Doni Cahyono akan megadaptasi film Gundala besutan Joko Anwar enjadi sebuah komik, di mana komik tersebut akan dirilis bersamaan dengan filmnya. Sementara itu Sweta Kartika bersama dengan Iwan Nazif yang sebelumnya pernah terlibat dalam proyek-proyek komik internasional dari penerbit Darkhorse, IDW, dan Zenescope akan membuat serial komik Gundala versi baru yang disesuaikan dengan tren kekinian.

Satu lagi adisatria lainnya, yang kali ini adalah adisatria wanita, Sri Asih, sosok pembela kebenaran karya RA Kosasih juga akan hadir kembali dalam bentuk novel. Selain itu, komik versi terbarunya yang sebelumnya diserialisasikan di facebook BumiLangit juga akan diterbitkan dalam bentuk cetak oleh Elex Media. Tak hanya itu, Sri Asih juga akan muncul di seri komik PATRIOT yang akan terbit di bulan Februari. Proyek ini sendiri juga merupakan perayaan 100 tahun kelahiran RA Kosasih, yang sering disebut-sebut sebagai “Bapak Komik Indonesia”.

Tak hanya itu, BumiLangit juga akan mengangkat serial anak-anak Patriot Cilik ke dalam format buku cerita dan buku aktivitas anak. Patriot Cilik yang terdiri dari Tira, Putrago, Lolo, bersama Pangeran Mlaar akaan menjadi sosok jagoan Indonesia yang bisa memberikan teladan dan inspirasi bagi anak-anak Indonesia. Buku pertama Patriot Cilik berjudul Monster Raksasa akan terbit di bulan Februari, dan menyusul 5 buku lain akan terbit sepanjang 2019.

BumiLangit adalah rumah bagi 1000 lebih karakter legendaris karya maestro komik Indonesia. Latar masing-masing karakter yang sebelumnya saling berbeda, kini disatukan menjadi satu kesatuan jagat di Jagat BumiLangit. Setiap judul buku yang diterbitkan BumiLangit ini akan menjadi satu bagian penting yang akan menyusun Jagat BumiLangit, selangkah demi selangkah. Dari komik ke layar lebar, keduanya akan terjalin menjadi satu jagat yang utuh: Jagat baru jagoan/adisatria Indonesia. Tidak sekedar jagat jagoan, Jagat BumiLangit adalah jagat yang ceritanya dilandasi dari sejarah panjang Nusantara, nilai-nilai kearifan lokal, dan potret wajah Indonesia saat ini. Sebagai jatidiri ke-Indonesia-an kita. “Kisah kepahlawanan seringkali menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kuat, dan berkeadilan. BumiLangit menyajikan kisah-kisah kepahlawanan para pendekar dan adisatria Nusantara dengan beragam pendekatan genre, visual dan karakter. Kami bangga mendapat kesempatan untuk melanjutkan dan meneruskan karya-karya legendaris dari para maestro komik Indonesia”, tambah Is Yuniarto, General Manager BumiLangit Komik, di sela-sela konferensi pers yang digelar pada 23 Januari 2019 lalu.

Dalam upayanya untuk tetap terhubung dengan para pembaca setia dan pada saat yang sama merangkul penggemar baru, Jagat BumiLangit pun tumbuh dan berkembang menjadi Jagat Sinema Bumi Langit. Jagat Sinema BumiLangit yang akan terdiri dari Jagat Jagoan dan Jagat Pendekar ini diproyeksikan akan semakin meramaikan dunia perfilman Indonesia. Dengan Gundala dan Si Buta dari Gua Hantu sebagai lokomotif dari masing-masing jagat, BumiLangit semakin mengokohkan eksistensinya sebagai pengelola IP nasional.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.