BAGIKAN
LRV Seri 1000, kereta yang digunakan di jalur Gimpo Goldline (Railway Gazette)

Pada 28 September lalu, layanan kereta api (KA) perkotaan baru di wilayah metropolitan Seoul, Korea Selatan, Gimpo Goldline resmi beroperasi. Jalur kereta metro yang terletak di Barat Laut Seoul ini memiliki panjang 23,7 km yang membentang dari Distrik Yangchon sampai ke Bandara Internasional Gimpo, Seoul.

Dioperasikan oleh Seoul Metro, salah satu perusahaan operator KA perkotaan terbaik di dunia, lintas pelayanan ini memiliki 10 stasiun termasuk stasiun transit yang terkoneksi dengan layanan Seoul Metro lainnya di Line 5 dan 9, serta terintegrasi pula dengan layanan KA Ekspres Bandara Internasional Incheon, Airport Rail Express (AREX).

Gimpo Goldline memiliki jalur KA yang lebih banyak berada dibawah tanah, dengan area yang ada diatas tanah (at grade) hanya pada menjelang stasiun akhir (terminus) di Yangchon dan Depo.

Advertisement Inline

Semua stasiun di jalur ini telah dilengkapi oleh pintu tepi peron Platform Screen Door (PSD) yang bertinggi penuh (full-height) karena memiliki konsep stasiun yang tertutup (indoor). Pelayanan penumpang di jalur ini dimulai pada pukul 05.00 pagi dan berakhir pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat setiap harinya.

Jalur metro yang dilayani sarana kereta ringan atau Light Rail Vehicle (LRV) ini telah menggunakan sistem tanpa awak atau masinis, alias Driverless dengan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) bertingkatan otomasi atau Grade of Automation (GoA) level 3, dimana pengoperasian KA masih didampingi awak KA namun bukan sebagai masinis, melainkan pelayan kereta dalam perjalanan, atau kerap disebut Train Attendant (Driverless Train Operation). Dengan kata lain, perjalanan KA, akselerasi dan deselerasi, serta pelayanan buka dan tutup pintu telah diatur secara otomatis dan dikendalikan dari Pusat Kendali Operasi atau Operation Control Center (OCC), dan Train Attendant hanya berjaga ketika dalam kondisi darurat, kereta harus dioperasikan secara manual (downgraded mode).

Dengan sistem canggih ini, waktu tunggu kedatangan (headway) antar kereta dapat mencapai 6 sampai 12 menit di waktu normal, dan mampu melayani headway 3 sampai 4 menit pada jam sibuk.

Kereta yang digunakan di jalur Gimpo Goldline ini disiapkan oleh Hyundai Rotem Company, penyedia sarana kereta terkemuka asal Korea Selatan.

LRV seri 1000 yang dirawat di Depo Gimpohangang, dekat stasiun Yangchon ini merupakan saudara kembar dari LRV seri 1100 milik LRT Jakarta. LRV ini dipesan sebanyak 23 rangkaian (trainset), dengan setiap trainset-nya terdiri atas 2 kereta. Kereta ringan yang berspesifikasi nyaris sama persis dengan kereta LRT Jakarta ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 80 km/h. Yang membedakannya dengan kereta milik LRT Jakarta hanyalah cara pengoperasiannya.

LRV seri 1100, LRT Jakarta. Serupa dengan LRV seri 1000 Gimpo Goldline, dengan seri yang berbeda

Di jalur Gimpo Goldline, LRV ini telah dioperasikan tanpa awak, sedangkan di LRT Jakarta masih menggunakan awak (masinis) dengan sistem pengamanan Automatic-Train Stop (ATS) dengan tingkatan otomasi (GoA) 1, dimana masinis masih mengoperasikan KA dan pintu penumpang, tetapi diamankan oleh sistem otomatis untuk pengaturan dan pembatasan kecepatan.

Konstruksi Gimpo Goldline sendiri telah dimulai sejak Maret 2014 lalu, dipimpin oleh Otoritas Perkeretaapian Korea Selatan atau Korea Rail Network Authority (KRNA) dan Seoul Metro. Pembangunan jalur kereta metro yang sekaligus berfungsi sebagai KA Bandara Internasional Gimpo ini menghabiskan dana 1.6 Triliun Won, dengan rincian pembagian dana ditanggung oleh Korea Land & Housing Corp. sebesar 1.2 Triliun Won, dan diampu Pemerintah Kota Gimpo sebesar 30,9 Miliar Won.

Pengoperasian jalur ini juga memiliki kisah yang hampir serupa dengan LRT Jakarta. Sedianya, layanan ini ditargetkan akan dibuka pada November 2018 lalu. Namun karena proses yang masih memerlukan waktu, pada akhir September 2019 baru dapat dibuka untuk umum.

LRT Jakarta sendiri sebelumnya ditargetkan beroperasi pada Agustus 2018, tetapi baru dibuka untuk umum (non-komersial) pada Juni 2019 lalu, dengan melakukan Uji Publik sembari menantikan operasional secara komersial.

 

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.