Kesan Pertama: Ushinawareta Mirai wo Motomete

0

Ushinawareta Mirai wo Motomete

Anime dengan bumbu romansa dan kehidupan sekolah memang genre yang paling mudah disatukan dengan berbagai genre lainnya. Kali ini, genre ini disatukan dengan teknologi fiksi ilmiah dan misteri. Diadaptasi dari game dewasa garapan Trumple yang berjudul À la recherche du futur perdu, atau dalam bahasa Jepang diterjemahkan sebagai Ushinawareta Mirai wo Motomete (dalam Indonesia: Pencarian Masa Depan yang Hilang).

Seri ini mengisahkan tentang sekelompok sahabat, yang kesemuanya tergabung dalam klub yang sama, yaitu klub Astronomi. Menjelang festival sekolah pada tahun kedua mereka, mereka diminta bantuan oleh pihak OSIS sekolah mereka untuk membantu menjaga ketertiban disekolah mereka selama persiapan acara, sembari mereka juga mempersiapkan acara mereka sendiri. Ditengah persiapan itulah, mereka bertemu dengan seorang gadis, yang kemudian masuk menjadi anggota terbaru klub mereka. Namun, kemunculan serta niatan gadis ini, merupakan sebuah misteri sendiri, dimana para anggota klub ini akan membukanya seiring dengan perjalanan kisah mereka masing-masing.

Adaptasi ini dikerjakan oleh studio Feel, yang juga terlibat dalam pembuatan beberapa anime seperti Da Capo, Futsū no Joshikousei ga [Locodol] Yatte MittaDakara Boku wa, H ga DekinaiFortune Arterial, menawarkan adaptasi yang unik dan menarik. Adaptasi ini berlangsung selama 1-cour (12 episode), dengan panjang 24 menit per episodenya.

Advertisement Inline

Dalam tiga episode pertama seri ini, nuansa romansa yang menjadi kekuatan utama adaptasi ini sudah cukup terasa. Pengembangan cerita per karakter juga berjalan dengan cukup pelan dan jelas, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Terlebih lagi, sekalipun adaptasi ini berasal dari game dewasa, pemilihan cuplikan cukup moderat untuk dinikmati oleh berbagai kalangan konsumen. Namun sayang, penggunaan grafis dalam seri ini masih terkesan cukup kasar dan humor yang dipergunakan terkesan terlalu umum dan biasa, sehingga kurang bisa menarik tawa penontonnya.

Berikut adalah cuplikan adegan dari ketiga episode pertama seri ini:

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline | Oleh Krisma Budianto Irawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.