BAGIKAN

rame-rame menuju timur

Setelah sempat mengumumkan beberapa komik dari proyek Rame-Rame Menuju Timur, kini FranKKomiK kembali memberikan teaser untuk 2 lagi komik dari proyek tersebut.

Rame-Rame Menuju Timur adalah sebuah proyek kompilasi komik yang terdiri atas 10 cerita pendek yang ditulis oleh 4 penulis dan digambar oleh 10 illustrator komik yang berbeda dan digambar oleh 10 illustrator komik berbeda pula. Ditujukan terutama untuk anak-anak SD. Masing-masing judul cerita terdiri atas 5 halaman. Proyek ini dikerjakan oleh FranKKomik. Sebuah wadah atau media yang menjembatani antara para seniman komik Indonesia (penulis, illustrator, konseptor komik) dengan industrinya yang dikelola oleh Musisi Franki Indrasmoro alias Pepeng NAIF .

Advertisement Inline

Intip kedua komik tersebut:

11225295_435932833280227_7667092184702763159_n

“Takpala Tanahku!”,  Cerita: Intan Anggita ; Gambar: Alfi Zachyelle

Berlatar di suatu kota besar dan pulau Alor di Nusa Tenggara Timur, “Takpala Tanahku!” berkisah tentang Demian, pemuda asal Alor (Nusa Tenggara Timur) yang tinggal dan bekerja di kota besar, namun hatinya selalu rindu kampung halaman.

Rasa hati ingin tetap tinggal di kota tempat ia tinggal saat ini berbenturan dengan tekadnya kembali ke pulau Alor untuk membangun desanya.

Suasana resah Demian yg surealis digambarkan Intan Anggita dengan baik melalui narasi yang ia tulis. Dan Alfi Zachkyelle – tak perlu diragukan lagi – berhasil menggambarkan suasana surealis dengan super keren di kisah ini.

“Bangun dan majukan kampung halamanmu!”… Demikian tema besar dari kisah “Takpala Tanahku!”.

11921600_436750606531783_7084504017911616120_n

“Jo Si Pengumpul Sampah” Cerita: Intan Anggita ; Gambar: Novian Kurnia

Kisah yang satu ini berlatar di daerah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Jo bersama kawan-kawannya adalah sekumpulan anak berusia 11 tahun yang besar dalam kesederhanaan. Bahkan bisa dibilang dalam kekurangan. Mereka tak pernah merasakan asiknya memiliki mainan-mainan mewah seperti seperti anak-anak kota. Namun walau demikian, mereka tak pernah kehabisan kreatifitas. Terutama Jo. Ia selalu punya ide membuat mainan dari barang-barang rongsokan untuk dipakai bermain.

Arini, tetangga Jo, sering ikut bermain bersama anak-anak itu. Ia selalu takjub akan kreatifitas mereka. Suatu hari Arini mempunyai ide yang membuat barang rongsokan bisa lebih bermanfaat dari sekedar mainan belaka, yang dapat membantu keuangan orangtua mereka.

Kisah “Jo Si Pengumpul Sampah” mengajarkan kita untuk selalu bersemangat walau hidup dalam ketidakcukupan. Narasi yang Intan Anggita tulis di sini begitu ringan mengalir. Menyenangkan untuk diikuti. Gaya manga milik Novian Kurnia sang illustrator begitu kental. Namun atmosfer Indonesia-nya tetap terasa.

Dengan demikian, masih ada 6 buah komik lagi yang akan menghiasi komik Rame-Rame Menuju Timur yang akan sedera diumumkan dalam waktu dekat.

Jika tidak ada halangan, maka Rame-Rame Menuju Timur akan dirilis pada akhir tahun 2015.

KAORI Newsline | Courtesy of Franki Indrasmoro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.