SHARE
Selamat datang di Japari Park - ©Kemono Friends Project A

reon

Selamat Datang di Japari Park

Selamat Datang di Japari Park, sebuah pulau safari raksasa di mana pengunjung dapat menemukan berbagai macam binatang — atau Friends — dalam sebuah kawasan yang didesain seperti ekosistem satwa aslinya. Mulai dari padang sabana, pegunungan salju hingga padang pasir hadir di Japari Park. Disini Anda akan menemukan Friends di habitat aslinya. Misalnya, Anda dapat menemukan kucing Serval di sabana, Rubah merah di daerah dingin, anjing prairie dan berang-berang di woodlands dan Friend-Friend lainnya. Mereka adalah koleksi kebanggaan dari Japari Park.

Mungkin Anda bertanya apa sebenarnya “Friends”. Friends adalah hewan-hewan yang punya wujud seperti gadis manusia yang tercipta berkat material ajaib bernama Sandstar. Walau berwujud manusia, mereka masih seekor hewan liar, bersifat, dan punya kekuatan tubuh layaknya hewan liar.  Tapi tidak perlu takut, mereka bisa berkomunikasi layaknya manusia dan tidak akan memakan manusia.

Sebagai sebuah kebun binatang, Japari Park punya persamaan dengan Jurrasic Park. Kedua taman safari tersebut berada dalam sebuah kawasan terpencil dan sama-sama terbengkalai. Tetapi bila Jurrasic Park memang sengaja ditinggalkan, di Japari Park manusialah yang tiba-tiba lenyap dan pada saat bersamaan, muncullah makhluk aneh bernama Cerulean. Akibatnya, sebuah taman safari canggih berubah menjadi kawasan liar dan hanya menyisakan Friends bersama Cerulean.

Kaban Anak yang Sebatang Kara, Pergi Mencari Dirinya 

Kaban-chan sang Manusia – ©Kemono Friends Project A

Cerita dimulai saat seekor ‘hewan’ misterius yang membawa sebuah tas muncul di tengah-tengah padang sabana. Hewan tersebut ditemukan oleh kucing Serval. Mereka berdua tidak tahu ‘hewan’ apakah  si pembawa Tas tersebut. Maka, Serval memutuskan untuk menamainya Kaban-chan (tas dalam Bahasa Jepang) karena ‘hewan’ ini membawa sebuah tas.  Dimulailah perjalanan safari yang sughooi~ dan tanoshii~ untuk mencari tahu hewan apakah ­Kaban-chan sebenarnya.

Cerita menjadi menarik karena Kaban-chan adalah seorang Manusia dan bukan Friends. Tetapi, para Friends tidak menyadarinya, bertanya-tanya Friends macam apakah sang Kaban-chan. Dibandingkan dengan Friends yang lain, Kaban tidak punya ciri khas yang istimewa. Dirinya tak bisa memanjat pohon seperti Serval. Kekuatannya kecil dibandingkan dengan Gajah Afrika. Bahkan tidak ternyata tidak bisa terbang layaknya burung Ibis. Kelemahan Kaban-chan ternyata punya daya tarik tersendiri. Menarik karena bagi penonton, Kaban-chan sebagai seorang manusia tergambar dengan jelas. Namun Kaban-chan sendiri ternyata tidak mengetahuinya. Belum lagi tidak adanya penjelasan kenapa Kaban-chan bisa berada di dalam Japari Park.

Edukatif dan Menyenangkan

Toki si Ibis sedang bernyanyi – ©Kemono Friends Project A

Menonton Kemono Friends seolah mengajak kita menonton film dokumenter. Nuansa film yang biasanya tayang di televisi Nat Geo Wild, BBC Nature, atau Animal Planet sangat terasa di Kemono Friends. Desain (baca: baju) para Friends dalam seri ini memang didesain menyerupai hewan aslinya, begitu juga dengan tingkah lakunya. Mengesampingkan bahwa mereka berakal dan dapat berkomunikasi dengan bahasa manusia, tingkah laku para friends sama dengan hewan aslinya di kehidupan nyata.

Contohnya Toki sang Nipponia nippon (Japanese Crested Ibis). Desain Toki cukup mendekati spesies aslinya. Warna putih dengan balutan merah Nipponia nippon tergambar jelas di karakter Toki.  Di kehidupan nyata, seekor Nipponia nippon punya suara panggilan yang nyaring layaknya burung gagak. Di animenya, Toki punya suara yang nyaring dan sangat jelek.

Berang-berang – ©Kemono Friends Project A
Black-tailed Prairie Dog – ©Kemono Friends Project A

Contoh lainnya adalah Black-tailed Prairie Dog dan Berang-berang. Kedua Friends ini punya tingkah laku yang sama seperti aslinya di alam liar. Black-tailed prairie dog punya karakteristik suka menggali lubang dan Berang-berang suka membangun bendungan di alam liar. Walaupun di alam liar seekor berang-berang dapat membangun bendungan, versi Friends-nya bisa membangun sebuah rumah berkat bantuan Prairie Dog dan Kaban-chan.

©Kemono Friends Project A
©Kemono Friends Project A
©Kemono Friends Project A

Dalam tiap episode, ada selingan informatif menjelaskan karakteristik hewan asli dari Friends yang muncul di tiap episode. Bagian penjelasan tersebut diisi oleh ahli satwa sebenarnya dari berbagai kebun binatang. Tidak hanya kebun binatang di Jepang saja, beberapa kebun binatang internasional pun ikut andil memberi komentar di segmen tersebut. Posisi tidur Friends pun dibuat mirip seperti hewan aslinya.

Racoon dan Fennec – © Kemono Friends Project A

Kemono Friends saya rasa awalnya didesain untuk menarik minat anak-anak. Walaupun narasinya menarik bagi anak kecil, seri satu ini punya daya tarik tersendiri bagi orang dewasa. Saat anak-anak tertarik akan desain karakter yang lucu, cerita yang komedik yang sarat unsur-unsur edukasinya, penonton dewasa akan terfokus fakta bahwa Kemono Friends adalah seri post-apocalypse dan misteri yang tersebar di Kemono Friends. Menariknya, walaupun anime satu ini bersetting post-apocalypse, suasana cerita dari anime ini sangat ceria dan penuh kesenangan. Kelebihan dari Kemono Friends yang penceritaannya character-driven adalah penulisan cerita yang sangat baik dipadu dengan world building yang cukup berkesan.

Apalah artinya sebuah budget dan gambar yang beres?

Roda dari bus ini tidak berputar di pembuka episode 1-6 – ©Kemono Friends Project A

Dari segi produksinya, saya melihat Yaoyaruzu, studio animasi dari Kemono Friends, sudah kalah sebelum berperang. Nexon selaku pemegang IP awal tiba-tiba mundur dari proyek transmedia aslinya. Yaoyaruzu ditinggalkan oleh investor utamanya, namun the show must go on dan harus diselesaikan.

CG dan Latar belakang 2Dnya kadang tidak menyatu – ©Kemono Friends Project A

Berdasarkan kicauan dari CanipaShow, animasi Kemono Friends digarap oleh 10 orang selama 500 hari dengan menggunakan Full CG 3D. Usaha dari 10 animator ini menurut saya patut diacungi jempol. Gambar latar belakang dari Kemono Friends cukup menyenangkan untuk dipandang, namun visual 3D CG karakter yang ada dapat dibilang menyedihkan. Sering kali latar belakang 2Dnya yang apik terlihat tidak menyatu dengan 3D karakternya. Sejumlah penggemar anime yang hidup pada generasi SAO dan ReZero, khususnya bagi mereka yang menjunjung budget, budget, budget, dan kualitas gambar sebagai dewa, pasti akan langsung balik badan tunggang-langgang setelah disuguhi oleh visual yang menyedihkan seperti ini.

Dari segi seiyuu, Kemono Friends syukurlah minim seiyuu yang harus mengisi beberapa karakter, walaupun sebagian besar mengandung nama-nama yang baru saya dengar. Kedua seiyuu yang saya kenal di jajaran pengisi suara Kemono Friends hanyalah Aya Uchida dan Ai Nonaka.

Lagu pembuka “Welome to Youkouso Japari Park” yang dibawakan oleh Doubiscuits dan PPP sangat nagih dan menyenangkan untuk didengarkan, menyamarkan nuansa post-apocalypse seri anime ini. Bahkan, lagu pembuka Kemono Friends tersebut sempat duduk di posisi kedua ITunes Jepang sebagai lagu anime yang paling banyak diunduh. Lagu penutup “Boku no Friend” yang dinyanyikan Mewhan membuat kita ingat kembali akan wujud asli dari seri ini.

Melawan Stereotip Kesuksesan Anime Pada Umumnya

Cerulean raksasa dan Kaban-chan – ©Kemono Friends Project A

Kemono Friends merupakan sebuah seri yang datang seperti pegulat WWE Randy Orton dan gerakan khasnya, RKO. OUT OF NOWHERE. Sebuah seri yang tidak punya target muluk-muluk namun tiba-tiba menjadi salah satu anime paling hit musim Winter 2017. Perjuangan 10 animator Yaoyaruzu membuahkan hasil yang sangat manis.

Karena anime ini, banyak kabar dari kebun binatang seluruh jepang bahwa ada peningkatan pengunjung saat anime ini tayang. Otaku-otaku yang biasanya duduk di rumah tiba-tiba ramai-ramai mengunjungi kebun binatang setelah menonton Kemono Friends. Bahkan, Kebun Binatang Shiritori di Perfektur Kanagawa tiba-tiba mendapat ledakan pengunjung saat netizen tahu bahwa mereka bisa bermain dengan kucing Serval di kebun binatang tersebut.

Jika Anda dapat memaklumi visualnya yang menyedihkan, Kemono Friends akan mengantarkan sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. Selain itu, anime ini juga bisa digunakan sebagai alternatif tontonan bersama apabila Anda harus menontonnya dengan anak-anak. Anda bisa fokus ke misteri Kaban-chan dan Japari Park dan anak-anak dapat menikmati lucunya Serval dan Friends yang lain serta unsur edukatif satwa yang ada juga menjadi sajian yang menarik untuk semua.

Ditulis oleh Naufalbepe | dengan kontribusi oleh Tanto D.