BAGIKAN
https://twitter.com/sptv_darake/status/795143732056059904

reon

Sebagian netizen Indonesia, khususnya yang mampu menembus blokir Internet Positif, mungkin pernah mendengar nama Shigeo Tokuda. Pria berusia 82 tahun ini dikenal karena muncul dalam sejumlah film dewasa Jepang (JAV).

Dalam wawancaranya dengan majalah Jepang Shuukan Jitsuwa sebagaimana dilansir Tokyo Reporter, Tokuda berbagi resep rahasia di balik kesehatannya, serta bagaimana ia bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.

Makan Makanan Sehat dan Jauhi Gaya Hidup Pemalas

Tokuda yang lahir di Tokyo tahun 1934 awalnya tidak berminat bekerja sebagai aktor. Ia mengawali karirnya di sebuah perusahaan yang memproduksi mesin pachinko dan pada 1974, ia berpindah ke perusahaan agensi perjalanan. Saat perjalanan dinas, ia menonton film dewasa dari televisi di dalam kamar hotelnya. Ketertarikannya pada dunia ini membuat ia akrab dengan sutradara kawakan Henry Tsukamoto, yang menyarankannya untuk terjun sebagai aktor. Tokuda pun memulai debutnya pada 2004.

Banyak orang kemudian bertanya bagaimana trik untuk tetap sehat dan semangat dalam dunia seni ini. Menurut Tokuda, sebenarnya ia tidak pilih-pilih soal makanan, namun ia mencoba mengonsumsi banyak sayur-sayuran sebisa mungkin. “Tapi saya tidak terlalu suka terong dan ketimun,” terangnya.

Ketika ditanya makanan apa yang memberinya banyak energi, “Saya makan telor setiap hari. Saya suka makan nasi dengan telor mentah di atasnya. Ini sekadar pengalaman saja, tapi rasanya saya cuma mempertahankan menu sehat dengan ikan dan daging.”

Tokuda yang pada awal karirnya bisa tampil dalam 60 film setahun kini tidak lagi sebugar dulu, namun ia tetap menjaga fisiknya. “Walau tidak sampai level stretching, saya terkadang menaruh pergelangan kaki, kemudian menggulung badan saya sampai bisa menyentuh jari kaki. Lalu kalau sedang di rumah, saya tidak mau diambilkan oleh siapapun. Mungkin sekadar berdiri dan berjalan kelihatannya ringan, tapi bergantung dengan kebaikan orang bisa melemahkan badan kita. “

Imajinasi Mencegah Penyakit Pikun

Saat memasuki sesi syuting, menjaga semangat ternyata tak kalah penting. “Konon, dorongan Anda menurun jika memasuki usia senja, tapi saya rasa itu karena kita tak menaruh perhatian, tidak cuma soal perempuan.”

“Ada waktu ngobrol sebentar sebelum syuting, jadi itulah waktu saya untuk ngobrol dengan sang aktris, lalu memberitahukan bagianmu ini lho yang menurutku indah.” Menurutnya, “siapa yang tidak suka diberitahu begitu? Itu juga cara yang efektif untuk membangun komunikasi. Memandanginya dengan penuh niat membuat kita tertarik, lalu kita berpikir tentangnya dan bagaimana sebaiknya kita berlaga.”

Berimajinasi akan lakon yang hendak diperankan membantunya tetap sehat. “Coba kamu pikirkan, imajinasi membuat otak kita bekerja, dan itu sangat bermanfaat mencegah penyakit dementia.”

KAORI Newsline