Setelah hadir pada jilid keduanya pada tahun 2016 lalu, kini Pendekar Cyborg, sebuah komik super futuristik yang (katanya) berasal dari masa depan ini akan segera hadir kembali dalam menghadapi Perang Kecamatan III menghadapi ancaman cyborg jahat dari masa depan yang mengancam kerukunan warga, pada komik jilid ketiganya, di mana akhirnya disebut-sebut bahwasanya komik ini akan mulai diterbitkan pada bulan Agustus 2017.

Sebagaimana lazimnya komik Pendekar Cyborg yang begitu futuristik ini, komik ketiga ini juga akan hadir dengan lantunan lagu-lagu yang sangat futuristik dan menggoda di seluruh kecamatan. Dengan diberi nama IRAMA SUPER DISCO KECAMATAN Vol. 3, berikut adalah pencerahan mengenai seperti apa musik dari komik ketiga ini nantinya:

View this post on Instagram

. SEGERA! IRAMA SUPER DISCO KECAMATAN Vol. 3 Seperti halnya rilisan cergam Pendekar Cyborg sebelumnya, pada rilisan kali ini juga bakal disemarakkan oleh sejumlah artis musik elektronik. Musik-musik yang ditampilkan bakal lebih 'sintetis'. Yang menyenangkannya adalah menemukan para talenta keren yang hanya dikenal di kalangannya sendiri atau bahkan kurang terdeteksi oleh radar. Beberapa di antaranya membuat musik-musik sintetis ini menggunakan instrumen 'masa depan' yang tidak lazim lagi dipakai di zaman sekarang. Selain konsol gameboy yang sudah banyak dikenal juga penggunaan instrumen moog, synthesizer hingga musik yang dihasilkan dari komputer commodore 64. . . Penggunaan komputer 'masa depan' ini mengingatkan gue saat software musik digital pertama yang pernah gue coba justru bukan dari software khusus pembuat musik seperti jaman sekarang macam Ableton, FL dan sebagainya, tapi bahasa pemrograman! Iya, membuat musik dengan "ngetik". Dulu sempat mencicipi bagaimana asoinya sebuah bahasa pemrograman bernama BASIC dan QuickBASIC dapat menghasilkan aransemen musik yang dapat dikumandangkan dari komputer jangkrik kluaran glodok milik gue pertama bernama IBM PC XT 8088 bermemori 128 KB RAM. . . Warna musiknya pun bervariatif. Mungkin bakal sedikit mengingatkan pada kejayaan musik-musik sintetis di jamannya, dengan sejumlah improvisasi tentunya. Dari feel bunyi-bunyi konsol hingga musik-musik yang dihasilkan dari soundcard yang sedang hytz di jamannya macam Adlib atau soundblaster. Feel musik-musik latar permainan SEGA yang mengingatkan pada musik dari Yuzo Koshiro. Hingga nuansa ambient synth yang cukup trippy. . . Jadi tunggu saja. Kemelut robotik kecamatan dalam cergam ini akan lebih bernuansa tecxxxhnolochy. . . Musik teaser oleh Mazalgi. #pendekarcybor3 #cergam #cergamuzik #80s #c64 #kecamatan #teknologi #tvgame

A post shared by Aditya Saputra (@bujubunengalabuset) on

Advertisement Inline

“SEGERA!
IRAMA SUPER DISCO KECAMATAN Vol. 3

Bapak gue, Adit Bujbunenbunen Al Buse bersabda nih, cing soal miuzik latar episoda gue yang ketiga nanti:

“Seperti halnya rilisan cergam Pendekar Cyborg sebelumnya, pada rilisan kali ini juga bakal disemarakkan oleh sejumlah artis musik elektronik. Musik-musik yang ditampilkan bakal lebih ‘sintetis’. Yang menyenangkannya adalah menemukan para talenta keren yang hanya dikenal di kalangannya sendiri atau bahkan kurang terdeteksi oleh radar. Beberapa di antaranya membuat musik-musik sintetis ini menggunakan instrumen ‘masa depan’ yang tidak lazim lagi dipakai di zaman sekarang. Selain konsol gameboy yang sudah banyak dikenal juga penggunaan instrumen moog, synthetizer hingga musik yang dihasilkan dari komputer commodore 64.

Penggunaan komputer ‘masa depan’ ini mengingatkan gue saat software musik digital pertama yang pernah gue coba justru bukan dari software khusus pembuat musik seperti jaman sekarang macam Ableton, FL dan sebagainya, tapi bahasa pemrograman! Iya, membuat musik dengan “ngetik”. Dulu sempat mencicipi bagaimana asoinya sebuah bahasa pemrograman bernama BASIC dan QuickBASIC dapat menghasilkan aransemen musik yang dapat dikumandangkan dari komputer jangkrik kluaran glodok milik gue pertama bernama IBM PC XT 8088 bermemori 128 KB RAM.

Warna musiknya pun bervariatif. Mungkin bakal sedikit mengingatkan pada kejayaan musik-musik sintetis di jamannya, dengan sejumlah improvisasi tentunya. Dari feel bunyi-bunyi konsol hingga musik-musik yang dihasilkan dari soundcard yang sedang hytz di jamannya macam Adlib atau soundblaster. Feel musik-musik latar permainan SEGA yang mengingatkan pada musik dari Yuzo Koshiro. Hingga nuansa ambient synth yang cukup trippy.

Jadi tunggu saja. Kemelut robotik kecamatan dalam cergam ini akan lebih bernuansa tecxxxhnolochy. .

Musik teaser oleh Mazalgi.”

#pendekarcybor3 #cergam #cergamuzik #80s #c64 #kecamatan#teknologi #tvgame

Pendekar Cyborg adalah sebuah komik yang (katanya) berasal dari masa depan. Bercerita tentang seorang pendekar bionik bernama Prime Rage (dibaca dalam dialek Betawi) yang menjadi komandan pemimpin pasukan pemberontakan melawan cyborg-cyborg penjajah dari masa depan.

Sesuai dengan KATANYA yang merupakan komik dari masa depan, aroma-aroma futuristik bergitu terasa kental dalam Pendekar Cyborg. Dari mulai embel-embel “Cergamusik” yang merupakan perpaduan konsep dari cerita, gambar, dan musik, sampai grafik yang tersaji di dalamnya yang sarat dengan muatan tehnolohy, sampai berbagai pernak-pernik penggembira lainnya yang begitu sarat memberikan citra bahwa Pendekar Cyborg memang sebuah komik yang (katanya) berasal dari masa depan. Bayangkan saja, bahkan untuk bisa mendapatkannyapun, komik ini tidak bisa didapatkan di toko-toko buku masa kini melainkan memesannya melalui internet untuk kemudian dikirimkan secara ekspres langsung dari masa depan. Metode pembelanjaan yang sangat futuristik bukan?

Dengan mengusung grafik dan imaji-imaji yang sangat komputeristik, futuristik, dan penuh dengan imaji tehnolohy yang saik beeng sangat, Pendekar Cyborg memulai debutnya dari masa depan dalam episoda pertama bertajuk “Konflik Bionik Mengguncang Kerukunan Warga”, Pendekar Cyborg akan mengajak anda semua menjalani petualangan Prime Rage yang begitu futuristik, komputeristik, dan sarat dengan tehnolohy dengan grafik yang begitu memanjakan mata laksana robot-robot futuristik nan memukau dengan segala pencitraannya yang begitu saik beeng.

Ditulis oleh Adit Bujbunen Al Buse, fakta bahwa komik ini memadukan unsur komik dengan musik juga kembali menyiratkan bahwa di masa depan komik terbukti mampu dikawinkan dengan musik sekalipun konsep perkawinan komik dengan musik bukanlah hal yang benar-benar baru di masa kini.

Intip ulasan dari komik pertama Pendekar Cyborg pada tautan berikut ini.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.