BAGIKAN
© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Playmaker terperangkap dalam Link VRAINS berkat jebakan yang dipasang oleh SOL Technologies. Dikarenakan tidak bisa log out, Playmaker mau tidak mau harus menerima tantangan duel dari sang Charisma Duelist Go Onizuka. Serangan bertubi-tubi pun diluncurkan oleh Go Onizuka dengan deck Gouki dan gaya pertarungan Entertainment Dueling. Go Onizuka pun memanggil Link Monster Gouki the Great Ogre yang makin menyudutkan Playmaker.

Di tengah-tengah ancaman kekalahan tersebut, Shoichi berhasil menembus perangkap dari SOL Technologies dan membuat jalan bagi Playmaker untuk bisa log out dari Link VRAINS. Tetapi sebagai seorang duelist Playmaker merasa bahwa tantangan dari Go Onizuka harus dihadapi sampai akhir sehingga ia memutuskan untuk tidak keluar dan melanjutkan pertarungan tersebut. Eye pun panik dan heran melihat tindakan yang dilakukan oleh Playmaker. Di tengah kebingungan tersebut Playmaker telah menyiapkan strategi untuk melawan balik serangan dari Go Onizuka.

Pertunjukkan Link Summonning

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Duel antara Go Onizuka dengan Playmaker dalam episode ini berlangsung cukup sengit dikarenakan Go ternyata juga bisa melakukan Link Summonning seperti yang dilakukan Playmaker. Dalam episode kali ini Playmaker membalas serangan dari Go Onizuka dengan tanpa ampun dengan melakukan Link Summonning berkali-kali.

Dalam episode ini Playmaker melakukan 4 kali Link Summonning secara sekaligus dalam satu putaran. Link Summonning pertama dilakukan dengan menggunakan Bitron sebagai Link Material untuk memanggil monster Link Spider (ATK 1000/Link 1 ke arah bawah). Kemudian ia mengaktifkan efek dari Link Spider, memanggil monster dengan level 4 di tempat sesuai yang ditunjukkan oleh Link Marker yaitu ke arah bawah dan kembali memanggil Bitron.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Berikutnya Playmaker menggunakan Bitron dan Link Slayer sebagai Link Material untuk memanggil Link Bumper (ATK 1400/Link 2 ke arah atas dan kiri). Sesuai peraturan dari Link Summonning, monster yang dipanggil dari Extra Deck diletakkan di field kosong yang ditunjukkan oleh arah Link Marker, oleh karena itu Link Bumper pun dipanggil di zone kosong tepat di bawah Link Spider (sesuai arah Link Marker dari Link Spider yang menunjuk ke bawah). Persiapan untuk Link Summonning berikutnya dilakukan dengan memanggil Backup Secretary yang bisa di special summon ketika ada monster bertipe Cyberse di field.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Untuk ketiga kalinya Playmaker pun melakukan Link Summonning kembali, kali ini menggunakan Backup Secretary dan Draconnet sebagai Link Material untuk memanggil Honeybot (ATK 1900/Link 2 ke kiri dan kanan). Tidak tanggung-tanggung, setelah itu kemudian Playmaker melakukan Link Summonning ke empat kalinya, kali ini menggunakan Link Monster sebagai materialnya. Dalam Link Summonning, Link Monster boleh digunakan sebagai material dan jumlahnya akan dihitung berdasarkan Link Marker yang dimiliki. Pada episode ini Playmaker menggunakan Honeybot yang memiliki 2 Link Marker serta Link Spider dengan 1 Link Marker untuk memanggil Decode Talker (ATK 2300/Link 3 ke arah atas, kiri bawah dan kanan bawah). Episode ke-5 ini sepertinya masih menjadi episode tutorial yang memberikan penjelasan bagaimana cara memanggil Link Monster dengan menggunakan Link Monster sebagai materialnya.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Sebuah Pengulangan yang Redundan

Empat kali Link Summonning yang dilakukan oleh Playmaker dalam hanya satu turn menyebabkan terjadinya pengulangan adegan yang sama selama 4 kali. Dalam seri anime Yu-Gi-Oh! ada yang disebut sebagai Summonning Chant, yaitu adegan di mana seorang karakter akan melakukan adegan khusus dengan kalimat khusus saat memanggil monster andalannya. Begitu juga playmaker yang langsung memasang pose khas, dengan kalimat andalannya yang dilakukan setiap kali melakukan Link Summonning. Empat kali melakukan Link Summonning artinya adegan tersebut diulang sebanyak 4 kali, hanya dengan beberapa perubahan di kalimat yang menyebutkan monster yang digunakan dan yang akan dipanggil, yang berhasil membuat saya hafal akan Summonning Chant dari Playmaker hanya dengan menonton episode ini.

Tidak dapat dipungkiri penggunaan kembali cut yang sama dengan pengucapan kalimat oleh karakter yang sama membuat sebuah pengulangan yang redundan. Hanya ada beberapa penyesuaian sedikit saja yang membuat adegan ini tidak terlihat copy-paste adegan sebelumnya, yakni dengan memotong beberapa bagian, serta perubahan kalimat saat pengucapan Link Material dan Link Monster. Selain itu jika diperhatikan dengan jeli, sepertinya tim produksi mengakali adegan yang terkesan redundan ini dengan penggunaan latar belakang yang berbeda dalam tiap adegan Link Summonning.

This slideshow requires JavaScript.

Ternyata Tidak Semuanya Redundan

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Setelah 5 menit adegan yang terlihat redundan, pertarungan antara Playmaker melawan Go Onizuka kembali dilanjutkan dengan masing-masing pemain memiliki monster andalannya di Field. Playmaker memasang Equip Card Cyberse Annihilation yang membuat Decode Talker memiliki ATK yang sama dengan monster yang dilawannya saat Battle Phase. Sepintas saya berpikir, apa yang akan dilakukan Playmaker? Bukankah monster dengan ATK sama jika saling serang akan saling menghancurkan?

Dengan efek Honeybot di arena, Playmaker mampu membuat Decode Talker tidak hancur dalam pertarungan di Battle Phase tersebut. Go Onizuka kemudian mengaktifkan efek Great Ogre, menghancurkan monster yang terhubung Link dengannya untuk membuat Great Ogre tidak bisa dihancurkan dalam satu pertarungan. Sepintas saya berpikir, jika ini terus berlanjut, bukankah akan menimbulkan pengulangan yang redundan lagi dengan pertarungan Decode Talker dan Great Ogre? Kekhawatiran kembali muncul akan adanya adegan pengulangan seperti saat 4 kali Link Summon berturut-turut dari Playmaker dilakukan.

Namun ternyata untunglah tidak semuanya berakhir redundan. Bisa saya katakan animasi pertarungan antara Decode Talker, monster dengan modeling 3D melawan Great Ogre, monster dengan animasi 2D di episode 5 ini dikemas dengan sangat menarik. Keduanya saling bertarung hingga titik darah penghabisan (terima kasih karena efek Honeybot dan Great Ogre yang mencegah kedua monster hancur saat beradu tinju) dengan adegan yang cukup menegangkan layaknya di arena gulat. Menariknya setiap adegan bertarung antara Decode Talker melawan Great Ogre selalu dikemas dengan animasi yang berbeda-beda yang tidak membosankan, lengkap dengan Decode Talker yang melakukan Obari-pose (pose khas dari animator mecha Masami Obari) dengan pedangnya.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Secara umum episode ke-5 ini hadir dengan cukup baik. Dalam episode ini penonton disuguhkan bagaimana Playmaker mengatur strategi untuk bisa melakukan Link Summonning secara berturut-turut dengan beberapa adegan yang terkesan redundan. Selain itu penggambaran pertarungan dua lembar kartu di atas arena, antara Decode Talker dan Great Ogre dikemas dengan sangat menarik, penuh imajinasi dan ketegangan yang nyata dari sebuah pertarungan sengit.

KAORI Newsline | Ditulis Oleh: Rafly Nugroho