BAGIKAN
KRL seri 8000 rangkaian 8003F, dengan formasi baru 12 kereta | Foto : Andi Ardiansyah

reon

Berkelas. Mungkin itu salah satu kata yang tepat untuk mendeskripsikan salah satu cara operator layanan kereta api (KA) komuter wilayah Jabodetabek, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dalam menyiasati keterbatasan armada di tengah usahanya mengakomodasi jumlah penumpang yang terus meningkat setiap harinya.

Setelah sukses mengubah formasi rangkaian kereta rel listrik (KRL) seri 205 eks East Japan Railway Company (JR East) menjadi seluruhnya 10 dan 12 kereta tiap rangkaian, disusul dengan perubahan formasi KRL seri 203 eks JR East menjadi formasi 10 dan 12 kereta (2 rangkaian formasi 10 kereta dan 1 rangkaian formasi 12 kereta), serta memanjangkan (kembali) rangkaian KRL seri 1000 eks Toyo Rapid dan 5000 eks Tokyo Metro masing-masing 1 rangkaian menjadi berformasi 10 kereta, gebrakan pemanjangan rangkaian KRL seri lama KCJ kembali dilanjutkan.

Kini, rangkaian KRL seri 8000 eks Tokyu, rangkaian 8003F dipanjangkan dari sebelumnya hanya berformasi 8 kereta. Tidak tanggung-tanggung, dengan menambah 4 unit kereta, kini 8003F berformasi 12 kereta!

8003F dengan formasi 12 kereta, masuk stasiun Depok | Foto : Andi Ardiansyah

Rangkaian 8003F formasi baru mengambil kereta nomor 8832, 8735, 8204 dan 8108 yang sebelumnya terdapat di rangkaian 8007F. Khusus kereta 8832 dan 8735, sebelumnya merupakan unit kereta dari KRL seri 8500 rangkaian 8611F yang “terpaksa” dipensiunkan dini beberapa tahun silam. Setelah dirangkai pada Sabtu, 29 Juli 2017 lalu di Depo KRL Depok, Jawa Barat, rangkaian ini menjalani uji coba di lintas pada Kamis, 3 Agustus 2017.

Formasi baru 8003F, 12 Kereta

Uji coba dilakukan untuk mengetahui kondisi dan performa rangkaian setelah ditambahkan unit kereta, terlebih pemanjangan ini tentunya menjadi sejarah baru sepanjang pengoperasian KRL seri 8000 baik di Jepang maupun di Indonesia. Jika berhasil dan dapat beroperasi dengan baik, rangkaian menjadi rangkaian KRL seri 8000 pertama yang beroperasi dengan formasi 12 kereta sepanjang sejarah.

Rangkaian 8003F ini sebelumnya dioperasikan oleh pemilik asalnya, Tokyu Corporation, salah satu perusahaan operator KA swasta di Jepang yang melayani wilayah Tokyo dan sekitarnya, di jalur Oimachi. Berdinas 31 Maret 1970, selama 35 tahun rangkaian ini berjalan dengan formasi 5 kereta saja. Barulah saat pensiun di tahun 2005, pergi ke Jakarta setelah ditambahkan 3 kereta agar berformasi 8 kereta.

Formasi asli 8003F saat beroperasi di Jepang, 5 Kereta
Formasi 8003F sejak awal beroperasi di Jakarta, 8 kereta

KRL seri 8000 dan 8500 eks Tokyu sendiri memiliki keunggulan mudah dirangkaikan dengan formasi apapun, selama memiliki kereta penggerak. Meskipun berbeda seri dan tampilan bentuk kabin masinis, sejatinya kedua seri tersebut identik, nyaris tanpa perbedaan spesifikasi, dan unit-unit keretanya dapat dikombinasikan dalam satu rangkaian yang sama. Hanya saja, perbedaan letak komponen di tiap keretanya menjadi salah satu yang membedakan dua seri yang bersaudara ini.

8003F dengan formasi 12 kereta, meninggalkan stasiun Depok | Foto : Andi Ardiansyah

Berteknologi semi-Chopper, KRL seri 8000 mulai didatangkan di Jabodetabek pada tahun 2005, disusul KRL seri 8500 mulai setahun setelahnya. Kedua seri KRL ini dibeli PT Kereta Api Indonesia (KAI) – Divisi Jabotabek kala itu, sebelum berubah menjadi KCJ, dari Tokyu Corporation.

KAI Divisi Jabodetabek sendiri membeli rangkaian KRL seri 8000 dan 8500 dari Tokyu dengan formasi yang ditetapkan 8 kereta tiap rangkaiannya. 8003F yang sebelumnya berformasi hanya 5 kereta pun mendapat tambahan 3 unit kereta dari rangkaian 8025F yang juga pensiun dari jalur Toyoko, sehingga saat pergi ke Jakarta, 8003F telah memiliki formasi 8 kereta.

Di Jepang, KRL seri 8000 dan 8500 Tokyu beroperasi dengan aneka formasi sejak awal; 4, 5, 6, 7, 8 dan 10 kereta. Bahkan pada beberapa rangkaian KRL seri 8500 yang dibeli perusahaan KA lokal Jepang, Chichibu Railway dan Nagano Dentetsu sejak akhir dekade pertama tahun 2000-an, hanya dioperasikan dengan formasi 3 kereta tiap rangkaiannya.

8003F menjadi rangkaian kedua setelah KRL seri 203 rangkaian 203-2F yang menjadi rangkaian formasi 12 kereta, selain KRL seri 205. Jumlah rangkaian KRL formasi 12 kereta milik KCJ pun kini menjadi 19 rangkaian, dan diprioritaskan untuk melayani jalur sibuk di lintas Bogor – Jakarta Kota dan Bekasi – Jakarta Kota. Kehadiran rangkaian formasi 12 kereta baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan kapasitas angkut penumpang dan meningkatkan kualitas layanan perjalanan KRL Jabodetabek di tengah melonjaknya jumlah penumpang KRL Jabodetabek dari hari ke hari.

Cemplus Newsline by KAORI